Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Puasa Ramadan Tetap Sah Saat Cukur Rambut? Ini Penjelasan Ulama Fiqih Soal Hukum Mencukur Saat Berpuasa yang Sering Bikin Penasaran

Nazwa Deriska Noviyanti • Jumat, 6 Maret 2026 | 17:19 WIB

Ilustrasi pria mencukur rambut saat Ramadan, topik hukum mencukur rambut ketika puasa yang sering memicu pertanyaan masyarakat.
Ilustrasi pria mencukur rambut saat Ramadan, topik hukum mencukur rambut ketika puasa yang sering memicu pertanyaan masyarakat.

Ikhtisar: Mencukur rambut saat puasa sering memicu pertanyaan. Penjelasan ulama fiqih menunjukkan aktivitas ini tidak termasuk pembatal puasa dan tetap diperbolehkan sebagai bagian dari menjaga kebersihan diri.

Balikpapan TV - Hai Cess! Mencukur rambut, kumis, atau bulu tubuh sebenarnya hal biasa dalam perawatan diri. Banyak orang melakukannya agar terlihat rapi dan bersih. Namun ketika Ramadan tiba, muncul pertanyaan yang sering terdengar di lingkungan masyarakat: apakah mencukur rambut saat puasa memengaruhi keabsahan ibadah puasa?

Pertanyaan ini wajar saja muncul. Sebab sebagian orang mengira memotong bagian tubuh saat berpuasa dapat memengaruhi keabsahan puasa. Nah, sebelum ikut ragu, ada baiknya memahami penjelasan ulama fiqih soal hal ini. Simak sampai tuntas supaya jelas duduk persoalannya Cess!

Apakah Mencukur Rambut Termasuk Hal yang Membatalkan Puasa?

Dalam kajian fiqih, ulama telah merumuskan secara sistematis perkara yang membatalkan puasa. Penjelasan ini penting agar umat Islam memahami batasan ibadah puasa secara tepat.

Syekh Abi Syuja’ menjelaskan dalam kitab Matn Ghayah wa at-Taqrib bahwa terdapat sepuluh perkara yang dapat membatalkan puasa. Dalam teks tersebut disebutkan:

“Yang membatalkan puasa ada sepuluh, yaitu sesuatu yang sampai pada rongga tubuh atau kepala, pengobatan melalui dua jalan, muntah dengan sengaja, hubungan seksual, keluar mani karena sentuhan, haid, nifas, gila, pingsan sepanjang hari, dan murtad.”

Daftar tersebut menunjukkan kriteria jelas mengenai pembatal puasa. Aktivitas yang menyebabkan sesuatu masuk ke rongga tubuh atau berkaitan dengan kondisi biologis tertentu termasuk di dalamnya.

Nah, mencukur rambut tidak masuk dalam kategori tersebut. Aktivitas ini hanya berkaitan dengan perawatan tubuh bagian luar dan tidak memenuhi kriteria pembatal puasa menurut rumusan para ulama fiqih.

Baca Juga: Prabowo Buka Suara soal Board of Peace: Tegaskan Keluar Jika Kepentingan Nasional Tidak Terpenuhi

Kenapa Banyak Orang Mengira Cukur Rambut Bisa Mengganggu Puasa?

Keraguan sering muncul karena adanya anggapan bahwa memotong bagian tubuh saat berpuasa dapat mengurangi kesempurnaan ibadah. Padahal dalam kajian hukum Islam, ukuran sah atau tidaknya puasa telah memiliki ketentuan yang jelas.

Para ulama menilai suatu aktivitas berdasarkan apakah aktivitas itu memenuhi syarat pembatal puasa atau tidak. Jika tidak memenuhi kriteria tersebut, maka hukum asalnya tetap diperbolehkan.

Mencukur rambut termasuk aktivitas yang berada di luar kategori pembatal puasa. Artinya, seseorang yang memotong rambut saat berpuasa tetap menjalankan ibadahnya secara sah.

Nah, pahamlah ikam. Selama tidak ada sesuatu yang masuk ke dalam rongga tubuh atau melakukan hal yang termasuk pembatal puasa, ibadah puasa tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Bagaimana Pandangan Ulama Fiqih Tentang Mencukur Rambut?

Dalam literatur fiqih, mencukur rambut pada dasarnya memiliki hukum mubah atau diperbolehkan. Penjelasan ini disampaikan oleh Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab Tuhfatul Muhtaj.

Beliau menjelaskan:

Mencukur rambut kepala hukumnya mubah, kecuali jika seseorang merasa terganggu dengan keberadaan rambut tersebut atau sulit merawatnya, maka hukumnya sunnah.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa mencukur rambut bahkan dapat bernilai anjuran dalam kondisi tertentu. Misalnya ketika rambut terasa mengganggu atau sulit dirawat.

Jadi praktik ini bukan hanya diperbolehkan, tetapi dalam kondisi tertentu justru dianjurkan untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan.

Apakah Bulu Tubuh Lain Juga Boleh Dicukur Saat Puasa?

Kebolehan mencukur rambut tidak terbatas pada rambut kepala saja. Bulu tubuh lain seperti kumis atau bulu ketiak juga termasuk dalam praktik kebersihan yang dianjurkan dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda:

Ada lima macam fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.
(HR. Bukhari Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa menjaga kebersihan tubuh merupakan bagian dari fitrah manusia dalam ajaran Islam. Termasuk di dalamnya merapikan bulu tubuh.

Karena itu, aktivitas seperti memotong kumis atau mencabut bulu ketiak tetap diperkenankan dilakukan saat berpuasa.

Ilustrasi merapikan kumis dan bulu tubuh sebagai bagian dari kebersihan dalam ajaran Islam.
Ilustrasi merapikan kumis dan bulu tubuh sebagai bagian dari kebersihan dalam ajaran Islam.

Apa Hikmah Menjaga Kebersihan Tubuh Saat Menjalankan Puasa?

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ibadah ini juga mengajarkan disiplin, kebersihan, dan keteraturan dalam kehidupan sehari-hari.

Merawat tubuh, termasuk mencukur rambut atau merapikan kumis, merupakan bagian dari menjaga kebersihan yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Kebersihan tubuh membantu seseorang tetap nyaman saat menjalankan aktivitas sepanjang hari.

Dalam praktiknya, banyak orang tetap melakukan perawatan diri selama Ramadan agar tetap rapi saat beribadah maupun beraktivitas.

Nah, menjaga kebersihan tubuh sih bukan perkara besar atau kecil pang. Tapi soal merawat diri dengan baik sambil tetap menjalankan ibadah. Pahamlah ikam.

Poin Penting yang Perlu Dipahami

1. Mencukur rambut tidak termasuk pembatal puasa menurut ulama fiqih.
2. Aktivitas ini tidak menyebabkan sesuatu masuk ke dalam rongga tubuh.
3. Hukum mencukur rambut adalah mubah atau diperbolehkan.
4. Jika rambut menimbulkan gangguan, mencukur bahkan dianjurkan.
5. Mencukur bulu tubuh lain juga bagian dari praktik kebersihan dalam Islam.

Baca Juga: Dari Sakit Gigi Nabi Musa Hingga Pelajaran Tentang Doa dan Ikhtiar, Kisah dalam Kitab Nurudh Dholam Ini Penuh Makna Kehidupan

Insight: Menariknya, diskusi soal mencukur rambut saat puasa sering muncul karena masyarakat mencoba berhati-hati dalam ibadah. Itu hal baik. Namun pemahaman fiqih membantu menempatkan batasan secara jelas. Perawatan diri tetap jalan, puasa pun tetap sah. Di Balikpapan sendiri, praktik menjaga kebersihan tubuh saat Ramadan sudah jadi kebiasaan sehari-hari. Nah, kalau sudah paham dasar hukumnya, ibadah pun terasa lebih tenang. Kada ragu lagi, pahamlah ikam.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham soal hukum mencukur rambut saat puasa. Pengetahuan sederhana, tapi penting pang.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ

Apakah mencukur rambut saat puasa membuat puasa batal?
Tidak. Mencukur rambut tidak termasuk dalam daftar pembatal puasa menurut penjelasan ulama fiqih.

Apakah mencukur kumis saat puasa diperbolehkan?
Ya, diperbolehkan. Bahkan memotong kumis termasuk bagian dari praktik kebersihan yang dianjurkan dalam Islam.

Apakah mencabut bulu ketiak saat puasa memengaruhi keabsahan puasa?
Tidak memengaruhi. Aktivitas tersebut termasuk dalam amalan fitrah yang dianjurkan dalam hadis Nabi.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Puasa Ramadan #Matn Ghayah wa at Taqrib #Hukum mencukur rambut #Perawatan diri dalam Islam #Ibnu Hajar al Haitami