Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Dari Sakit Gigi Nabi Musa Hingga Pelajaran Tentang Doa dan Ikhtiar, Kisah dalam Kitab Nurudh Dholam Ini Penuh Makna Kehidupan

Nazwa Deriska Noviyanti • Kamis, 5 Maret 2026 | 11:00 WIB

Tanaman obat yang digunakan Nabi Musa sebagai wasilah pengobatan sakit gigi.
Tanaman obat yang digunakan Nabi Musa sebagai wasilah pengobatan sakit gigi.

Ikhtisar: Kisah Nabi Musa saat mengalami sakit gigi menyimpan pelajaran penting tentang doa, ikhtiar, dan keyakinan kepada Allah. Cerita ini mengajarkan bahwa kesembuhan datang dari Allah, sementara obat hanyalah perantara.

Balikpapan TV - Hai Cess! Sakit gigi memang sering dianggap sepele, tapi yang pernah merasakannya pasti tahu rasanya. Makan susah, bicara terasa berat, bahkan suasana hati bisa ikut berubah. Nah, ternyata ada kisah menarik tentang sakit gigi yang pernah dialami oleh Nabi Musa.

Cerita ini dicatat oleh ulama Nusantara Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nurudh Dholam. Kisahnya sederhana, tapi maknanya dalam. Ada pesan tentang doa, ikhtiar, dan keyakinan kepada Allah. Nah, supaya makin jelas dan pahamlah ikam, baca terus sampai tuntan Cess!

Apa yang terjadi saat Nabi Musa mengalami sakit gigi?

Sakit gigi pernah dialami oleh Nabi Musa. Saat rasa nyeri datang, beliau mengeluhkan sakit tersebut kepada Allah dan memohon kesembuhan.

Doa itu kemudian dijawab. Allah memberi petunjuk kepada Nabi Musa agar menggunakan tanaman obat sebagai perantara pengobatan.

Allah memerintahkan:
“Ambillah rumput itu dan letakkan di gigimu.”

Perintah ini kemudian dilaksanakan oleh Nabi Musa. Ia mengambil tanaman obat tersebut dan meletakkannya pada gigi yang sakit.

Hasilnya langsung terasa. Sakit giginya sembuh.

Kisah ini menunjukkan satu hal penting. Ketika seseorang menghadapi penyakit lalu memohon pertolongan kepada Allah, pertolongan bisa datang melalui berbagai cara. Kadapapa pang lewat tanaman, obat, atau cara lain yang menjadi wasilah.

Baca Juga: Microwave di Rumah Sering Bikin Makanan Kering? Ini 7 Cara Panaskan yang Aman dengan Rasa yang Tetap Terjaga

Kenapa sakit gigi Nabi Musa sembuh setelah memakai tanaman obat?

Kesembuhan Nabi Musa pada sakit pertama terjadi setelah ia berdoa kepada Allah terlebih dahulu.

Setelah doa dipanjatkan, Allah menunjukkan cara pengobatan melalui tanaman obat. Tanaman itu hanya menjadi perantara kesembuhan.

Dalam penjelasan Syekh Nawawi Al-Bantani, peristiwa ini menggambarkan bahwa Allah dapat memberikan kesembuhan melalui sarana yang ada di dunia.

Tanaman obat tersebut menjadi wasilah. Artinya, ia hanya alat.

Kesembuhan tetap berasal dari Allah.

Nah, di sinilah pelajaran pentingnya. Dalam kehidupan sehari-hari, usaha pengobatan memang dilakukan. Namun keyakinan utama tetap diarahkan kepada Allah sebagai pemberi kesehatan.

Pahamlah ikam, usaha dilakukan, tapi sumber kesembuhan tetap satu.

Tanaman obat yang digunakan Nabi Musa sebagai wasilah pengobatan sakit gigi.
Tanaman obat yang digunakan Nabi Musa sebagai wasilah pengobatan sakit gigi.

Kenapa sakit gigi Nabi Musa justru bertambah parah saat kambuh?

Beberapa waktu kemudian sakit gigi Nabi Musa kambuh lagi. Kali ini beliau langsung mengambil tanaman obat yang sama.

Ia meletakkannya di gigi seperti sebelumnya.

Namun hasilnya berbeda. Bukannya sembuh, sakit giginya justru bertambah parah.

Dalam kondisi tersebut, Nabi Musa kembali mengadu kepada Allah. Beliau bertanya mengapa obat yang sebelumnya berhasil kini tidak memberikan hasil yang sama.

Nabi Musa berkata:
“Ya Allah bukankah kemarin Engkau memerintahkan dan menunjukkanku dengan tanaman tersebut untuk mengobati sakit gigiku?”

Jawaban dari Allah memberikan pelajaran besar tentang keimanan.

Apa pesan Allah kepada Nabi Musa dalam kisah ini?

Allah kemudian menjelaskan alasan mengapa penyakit tersebut tidak langsung sembuh.

Allah berfirman:

“Ya Musa, Aku adalah Dzat yang memberi kesembuhan, Dzat yang memberikan kesehatan, Dzat yang memberikan bahaya, Dzat yang memberikan manfaat. Pada sakit pertama kamu datang menghadap kepada-Ku maka Aku hilangkan penyakitmu. Kali ini, kamu tidak datang kepada-Ku tapi kamu datang kepada tanaman obat itu.”

Pesan ini menunjukkan satu prinsip penting dalam ajaran Islam.

Segala sesuatu berada dalam kehendak Allah.

Obat, tanaman, dan berbagai bentuk pengobatan hanyalah sarana. Kesembuhan tetap berasal dari Allah.

Nah, dari sini terlihat bahwa hubungan spiritual dengan Allah memiliki peran besar dalam setiap keadaan, termasuk ketika menghadapi penyakit.

Apa hikmah yang bisa dipetik dari kisah Nabi Musa ini?

Kisah Nabi Musa ini mengandung beberapa pelajaran penting.

Syekh Nawawi Al-Bantani menjelaskan setidaknya ada dua hikmah yang dapat dipahami.

1 Allah memiliki sifat Jaiz
Allah bebas melakukan apa saja sesuai kehendak-Nya. Ia dapat memberikan kesehatan, penyakit, manfaat, atau bahaya kepada siapa pun sesuai dengan kehendak-Nya.

2 Kesembuhan berasal dari Allah
Segala sesuatu di langit dan bumi berada dalam kekuasaan Allah, termasuk kesehatan dan kesembuhan manusia.

Karena itu, ketika seseorang sakit, langkah yang dilakukan adalah memohon kesembuhan kepada Allah melalui doa.

Setelah itu barulah melakukan ikhtiar dengan pengobatan.

Nah, doa dan usaha berjalan bersama. Nah itu sudah.

Poin Penting dari Kisah Nabi Musa

1 Nabi Musa pernah mengalami sakit gigi dan memohon kesembuhan kepada Allah.
2 Allah memberi petunjuk pengobatan melalui tanaman obat.
3 Tanaman tersebut hanya menjadi perantara kesembuhan.
4 Saat sakit kambuh, Nabi Musa langsung memakai obat tanpa berdoa terlebih dahulu.
5 Allah menjelaskan bahwa kesembuhan berasal dari-Nya, bukan dari obat semata.

Baca Juga: Laptop Edisi Terbatas 50 Unit di Indonesia, Fenomena Langka yang Diburu Kolektor dan Penggemar Teknologi

Insight: Kisah Nabi Musa memberi gambaran sederhana tentang hubungan antara doa dan ikhtiar. Banyak orang fokus pada obat, padahal dalam ajaran Islam obat hanyalah sarana. Kesembuhan datang dari Allah. Di sisi lain, usaha tetap dilakukan. Nah, dua hal ini berjalan bersama. Berdoa tanpa usaha kurang lengkap. Usaha tanpa doa juga kosong. Hidup memang sering diuji lewat hal kecil seperti sakit gigi. Dari situ justru muncul pelajaran besar, pahamlah ikam.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami hikmah kisah Nabi Musa ini, Cess.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ

Apa sumber kisah Nabi Musa tentang sakit gigi?
Kisah ini ditulis oleh Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nurudh Dholam.

Apa hikmah utama dari kisah ini?
Kesembuhan berasal dari Allah, sementara obat hanya menjadi perantara atau wasilah.

Apa yang harus dilakukan saat sakit menurut pelajaran kisah ini?
Memohon kesembuhan kepada Allah melalui doa lalu melakukan ikhtiar pengobatan sebagai sarana.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Hikmah doa dan ikhtiar #Kitab Nurudh Dholam #Nabi Musa #Syekh Nawawi al Bantani #kisah nabi musa