Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Al-Qur'an Tetap Relevan di Era Digital dan AI Jadi Senjata Baru untuk Dakwah Islam

Rizkiyan Akbar • Rabu, 4 Maret 2026 | 09:37 WIB

Ustaz Anwar Arifin Pinem saat live Cahaya Qolbu di studio Balikpapan TV membahas relevansi Al-Qur’an di era AI.
Ustaz Anwar Arifin Pinem saat live Cahaya Qolbu di studio Balikpapan TV membahas relevansi Al-Qur’an di era AI.

Ikhtisar: Al-Qur’an tetap relevan di era AI. Ustaz Anwar Arifin Pinem menegaskan teknologi hanyalah alat, sementara nilai akidah, akhlak, dan ibadah menjadi kompas utama.

Balikpapan TV - Hai Cess! Perkembangan kecerdasan buatan atau AI lagi ngebut. Dunia digital berubah cepat. Tapi di tengah derasnya teknologi, Al-Qur’an tetap relevan. Hal ini ditegaskan langsung oleh Ustaz Anwar Arifin Pinem, ME, Wakil Ketua 3 Baznas Balikpapan, saat mengisi program Cahaya Qolbu Spesial Ramadan yang tayang live dari studio Balikpapan TV, Senin (2 Maret 2026).

Penasaran kenapa Al-Qur’an tetap jadi pegangan di era AI? Baca sampai tuntas Cess, supaya kada cuma ikut tren teknologi, tapi juga paham arah dan kompasnya!

Baca Juga: Aturan Baru Zakat Penghasilan 2026 serta Hukum Zakat Mal Dipakai untuk THR Karyawan atau ART

Kenapa Al-Qur’an Disebut Shihun Likulli Makan Waliulli Zaman di Era AI?

Al-Qur’an disebut shihun likulli makan waliulli zaman, artinya cocok di setiap waktu dan tempat.

Ustaz Anwar menjelaskan, perkembangan AI bukan alasan meninggalkan nilai dasar agama. Justru di tengah perubahan cepat, manusia perlu pegangan yang tetap.

“Al-Qur’an dan sunnah dipandang sebagai pedoman utama agar manusia tidak tersesat di tengah perubahan zaman yang cepat,” jelasnya.

Teknologi berubah. Sistem transaksi bisa digital bahkan berbasis algoritma. Tapi prinsip tauhid, akhlak, dan aturan muamalah tetap sama. Larangan riba tetap berlaku. Kejujuran tetap wajib. Nah, itu sudah, teknologi boleh canggih, tapi barometernya tetap Al-Qur’an, Cess!

AI Itu Ancaman atau Peluang Dakwah Islam?

AI bukan ancaman. Ustaz Anwar menyebut AI adalah fasilitas, alat, serta peluang besar untuk dakwah Islam menjangkau generasi muda, teknokrat, akademisi, bahkan masyarakat pelosok.

AI memungkinkan pesan Islam masuk ke ranah teknis dan digital. Dakwah kada lagi terbatas mimbar fisik. Dengan big data dan sistem digital, referensi hadis, tafsir, dan literatur agama jauh lebih mudah diakses dibanding zaman dulu.

AI juga diibaratkan seperti pisau tajam. Kalau di tangan chef, hasilnya masakan enak. Kalau di tangan yang salah, bisa jadi ancaman. Maka Al-Qur’an menekankan pentingnya menjadi Ulil Albab, orang yang berakal sehat dalam mengelola teknologi. Bukan teknologinya yang salah, tapi manusianya yang menentukan arah.

Apa Saja Bukti Autentisitas Al-Qur’an Menurut Sains Modern?

Bukti autentisitas Al-Qur’an terlihat dari fakta ilmiah yang baru terbukti di era modern. Ustaz Anwar menyebut beberapa contoh konkret.

1. Proses perkembangan janin. Al-Qur’an menyebut manusia diciptakan dari alaq dan menjelaskan tahapannya di dalam rahim. Ilmu kedokteran modern baru bisa membuktikan detailnya jauh setelah Al-Qur’an diturunkan.

2. Jasad Firaun. Dalam Surah Yunus ayat 92 disebutkan jasad Firaun akan diselamatkan sebagai pelajaran. Fakta sejarah menunjukkan mumi Firaun ditemukan, sejalan dengan ayat tersebut.

3. Fenomena oksigen di ketinggian. Al-Qur’an mengibaratkan orang yang naik ke langit akan sesak dadanya. Sains modern membuktikan kadar oksigen menurun di ketinggian.

4. Pertemuan dua arus laut yang tidak menyatu. Al-Qur’an telah menyebutkan fakta ilmiah tentang terpisahnya air tawar dan air asin—dua arus yang tidak menyatu—jauh sebelum teknologi kelautan modern menemukannya.

5. Fenomena api di bawah laut. Fenomena air yang dipanaskan atau adanya api di dasar laut merupakan fakta geologi yang baru terungkap melalui penelitian bawah laut modern.

Fakta-fakta ini memperkuat bahwa Al-Qur’an adalah tonggak ilmu pengetahuan. Banyak teori awalnya meragukan, namun seiring teknologi berkembang, hasil penelitian justru makin sesuai dengan ayat-ayatnya.

Baca Juga: Konten Kreator Wajib Bayar Zakat Digital! Ini Syarat, Manfaat, dan Cara Hitungnya

Bagaimana Tanda Al-Qur’an Jadi Cahaya dalam Hati?

Indikatornya jelas: perubahan perilaku. Dari gelap menuju cahaya (Minadzulumati ilan nur).

Seseorang yang menjadikan Al-Qur’an sebagai cahaya akan selaras dalam tiga aspek utama: akidah, ibadah, dan muamalah. Tidak menyekutukan Allah. Beribadah sesuai tuntunan. Berinteraksi sosial sesuai hukum Al-Qur’an.

Niat juga berubah. Belajar biologi, fisika, atau teknologi digital diniatkan mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar urusan duniawi. Seorang pekerja yang membanting tulang untuk menafkahi keluarga demi menjaga diri dari meminta-minta, itu bagian dari implementasi nilai Al-Qur’an.

Konsistensi jadi kuncinya. Bukan cuma tahu, tapi praktik. Nah, kalau hidup sudah merujuk pada nilai itu, cahaya Al-Qur’an sudah tertanam di hati, pahamlah ikam.

Gimana Cara Jadi Ulil Albab di Tengah Gempuran AI?

Menjadi Ulil Albab dimulai dari fondasi Al-Qur’an yang kuat: Membaca, menghafal, dan memahami. Itu modal dasar sebelum mendalami teknologi.

Al-Qur’an lebih dari 750 kali mengajak manusia berpikir dan menggunakan akal sehat (Afala yaqilun). Ada juga Afala yangzurun, ajakan untuk observasi. Artinya, berpikir kritis dan mengamati realitas adalah bagian dari iman.

Ulil Albab juga mengintegrasikan pendengaran, penglihatan, dan hati. Dalam konteks AI, bukan cuma melihat kecanggihan sistem, tapi merenungkan dampak sosial dan spiritualnya.

Beberapa langkah praktis yang disampaikan Ustaz Anwar:

1. Jadikan Al-Qur’an barometer dalam setiap aktivitas digital.

2. Luruskan niat penggunaan teknologi untuk kemaslahatan.

3. Gunakan akal sehat dalam menyaring informasi digital.

4. Aktif tadabbur, bukan sekadar membaca.

Teknologi adalah alat. Manusia tetap pemegang kendali. Kalau niat lurus dan nilai kuat, AI jadi sarana dakwah yang luas sampai ke “telinga paling ujung” manusia.

Poin Penting yang Perlu Dicatat

1. AI adalah peluang dakwah, bukan ancaman.

2. Nilai dasar Al-Qur’an tetap relevan meski teknologi berubah.

3. Bukti ilmiah modern menguatkan ayat-ayat Al-Qur’an.

4. Cahaya Al-Qur’an terlihat dari perubahan perilaku nyata.

5. Ulil Albab adalah kunci memanfaatkan AI secara bijak.

Insight: Teknologi makin dekat dengan keseharian. Tapi arah hidup tetap butuh kompas. AI bisa bantu kerja, percepat informasi, bahkan dukung dakwah. Namun tanpa fondasi akidah kuat, manusia bisa terseret arus digital yang nilai-nilainya kada jelas. Al-Qur’an memberi barometer tetap. Di situ letak keseimbangannya. Canggih boleh, tapi prinsip jangan goyah. Nah, itu sudah.

Kalau ikam merasa artikel ini membuka perspektif baru soal AI dan Al-Qur’an, bagikan jua info ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham arah di era digital ini, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

FAQ

1. Apakah AI bertentangan dengan ajaran Islam?

Menurut Ustaz Anwar Arifin Pinem, AI bukan ancaman. Ia adalah alat. Yang menentukan arah adalah manusia sebagai pengguna.

2. Apa bukti ilmiah yang mendukung kebenaran Al-Qur’an?

Contohnya proses perkembangan janin, jasad Firaun, oksigen di ketinggian, pertemuan dua arus laut, dan fenomena api bawah laut.

3. Bagaimana cara menjaga akidah di era digital?

Dengan menjadikan Al-Qur’an dan sunnah sebagai pegangan mutlak serta aktif mentadaburi dan mempraktikkan nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#ulil albab #Cahaya Qolbu #Al-Qur’an #ai #Ustaz Anwar Arifin Pinem #Baznas Balikpapan