Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Menghormati Orang Tua dalam Islam, 5 Cara Berbakti yang Dijelaskan Al-Qur’an dan Hadis Ini Layak Dipahami dari Sekarang

Nazwa Deriska Noviyanti • Selasa, 3 Maret 2026 | 10:27 WIB

Ilustrasi hubungan hangat antara anak dan orang tua sebagai simbol bakti dan kasih sayang dalam ajaran Islam.
Ilustrasi hubungan hangat antara anak dan orang tua sebagai simbol bakti dan kasih sayang dalam ajaran Islam.

Ikhtisar: Islam menempatkan orang tua pada kedudukan sangat mulia. Al-Qur’an dan hadis menegaskan lima cara berbakti mulai dari berbicara baik, bersikap lembut, mendoakan, merawat, hingga membahagiakan mereka.

Balikpapan TV - Hai Cess! Setiap manusia lahir melalui perjuangan panjang seorang ibu dan dibesarkan oleh orang tua dengan penuh pengorbanan. Karena itu, Islam menempatkan orang tua pada posisi yang sangat tinggi. Bahkan durhaka kepada mereka termasuk dosa besar yang mengguncang hati nurani.

Perintah berbakti kepada orang tua tercantum jelas dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 23:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”

Nah, ayat ini bukan sekadar nasihat biasa. Perintah tersebut berdampingan langsung dengan larangan menyekutukan Allah. Artinya besar sekali maknanya. Penasaran bagaimana cara berbakti menurut Al-Qur’an dan hadis? Baca terus sampai tuntas Cess!

Mengapa berbakti kepada orang tua sangat ditekankan dalam Islam?

Islam memandang hubungan anak dan orang tua sebagai ikatan yang sangat mulia. Hal ini terlihat dari ayat dalam Surah Al-Isra yang menyandingkan dua perintah sekaligus: menyembah Allah dan berbuat baik kepada orang tua.

Menurut Ibnul Arabi, kata qadha dalam ayat tersebut memiliki dua makna, yaitu menetapkan dan memerintah. Dalam konteks ayat itu, maknanya adalah perintah. Artinya manusia diperintahkan secara tegas untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.

Penjelasan mengenai ayat ini juga diperkuat oleh tafsir Ath-Thabari yang menyebut adanya perbedaan qira’ah pada kata pertama ayat tersebut. Dalam riwayat qira’ah Abdullah bin Mas'ud, kata tersebut dibaca washsha yang berarti mewasiatkan.

Maknanya sama kuat. Allah memberi perintah sekaligus pesan penting agar manusia memuliakan orang tua. Nah, dari sini pahamlah ikam bahwa bakti kepada orang tua bukan sekadar etika sosial, tetapi perintah langsung dari Allah.

Baca Juga: Rumah Makin Modern dengan LED Strip, Simak Cara Pasang yang Tepat

Kenapa ibu memiliki kedudukan sangat istimewa dalam Islam?

Al-Qur’an menjelaskan alasan kuat mengapa orang tua, khususnya ibu, mendapat penghormatan tinggi. Dalam Surah Luqman ayat 14 disebutkan bahwa seorang ibu mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, kemudian menyusui anaknya hingga dua tahun.

Ayat tersebut menggambarkan betapa berat perjuangan seorang ibu sejak masa kehamilan hingga pengasuhan. Dalam tafsirnya, Imam Al-Qurthuby menjelaskan bahwa kata wahn pada ayat itu berarti kelemahan yang dialami wanita ketika hamil.

Dua fase ini—mengandung dan menyusui—menjadi alasan mengapa ibu memiliki kedudukan sangat istimewa. Bahkan ketika seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW siapa yang paling berhak diperlakukan baik, beliau menjawab: “Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu.”

Pahamlah ikam, penghormatan kepada ibu bukan hanya budaya, tetapi juga perintah agama yang memiliki dasar kuat dalam Al-Qur’an dan hadis.

Ilustrasi ibu menggendong anak sebagai gambaran pengorbanan ibu dalam Al-Qur’an.
Ilustrasi ibu menggendong anak sebagai gambaran pengorbanan ibu dalam Al-Qur’an.

Bagaimana cara berbakti kepada orang tua lewat ucapan sehari-hari?

Bentuk bakti yang paling mendasar adalah berbicara dengan baik kepada orang tua. Dalam lanjutan Surah Al-Isra ayat 23 disebutkan larangan mengucapkan kata “uf” kepada mereka.

Ayat itu berbunyi:

إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ

Artinya: “Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’.”

Menurut Ibnul Arabi, kata “uf” adalah ungkapan paling ringan yang menunjukkan ketidaksukaan. Meski ringan, Allah tetap melarangnya.

Kenapa? Karena orang tua yang sudah lanjut usia sering mengalami kondisi lelah atau mudah tersinggung. Anak kadang kurang sabar. Nah, di sinilah Islam mengingatkan agar ucapan tetap lembut. Jangan sampai meninggikan suara atau membentak.

Ilustrasi anak berbicara lembut kepada orang tua lanjut usia sebagai bentuk bakti.
Ilustrasi anak berbicara lembut kepada orang tua lanjut usia sebagai bentuk bakti.

Apa makna bersikap rendah hati di hadapan orang tua?

Selain menjaga ucapan, Al-Qur’an juga memerintahkan anak untuk bersikap rendah hati kepada orang tua. Dalam Surah Al-Isra ayat 24 disebutkan:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ

Artinya: “Rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.”

Menurut penjelasan Ibnul Arabi, kata “merendahkan” dalam ayat tersebut merupakan kiasan untuk sikap lembut dan penuh kasih.

Namun Al-Qur’an juga memberikan batasan. Dalam Surah Luqman ayat 15 disebutkan bahwa jika orang tua memerintahkan kemaksiatan, anak tidak wajib menaatinya. Meski begitu, anak tetap diperintahkan untuk mempergauli orang tua dengan baik.

Artinya jelas. Hormat tetap dijaga. Sikap lembut tetap dipelihara. Walaupun ada perbedaan keyakinan atau sikap, hubungan anak dan orang tua tetap dihiasi adab yang baik.

Mengapa mendoakan dan merawat orang tua dianggap amalan besar?

Islam juga mengajarkan bahwa doa anak untuk orang tua merupakan bentuk bakti yang sangat mulia. Dalam Surah Al-Isra ayat 24 disebutkan doa yang dianjurkan:

وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Artinya: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka telah mendidik aku waktu kecil.”

Doa tersebut mencerminkan rasa syukur atas pengorbanan orang tua. Bahkan setelah mereka wafat, doa anak tetap menjadi amalan yang berpahala.

Selain doa, merawat orang tua juga memiliki nilai besar. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr bin Ash, Nabi Muhammad SAW menyebut merawat orang tua sebagai bentuk jihad ketika seseorang ingin berperang sementara kedua orang tuanya masih hidup.

Bahkan ada hadis lain ketika seseorang meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis untuk berhijrah. Nabi memerintahkan agar ia kembali dan membuat keduanya tertawa.

Nah, pahamlah ikam. Membahagiakan orang tua bukan sekadar kebaikan biasa, tetapi bagian dari ajaran penting dalam Islam.

Poin Penting yang Perlu Diingat

1. Berbakti kepada orang tua merupakan perintah langsung dalam Al-Qur’an.
2. Kedudukan ibu sangat tinggi karena perjuangan mengandung dan menyusui.
3. Islam melarang berkata kasar bahkan hanya mengucapkan “uf”.
4. Anak diperintahkan bersikap lembut dan rendah hati kepada orang tua.
5. Mendoakan dan merawat orang tua termasuk amalan besar dalam Islam.

Baca Juga: Mau Seduh Espresso Tanpa Ribet? Kenali Fitur Mesin Kopi Otomatis dan Hitung-hitung Biayanya Dulu Yuk

Insight: Banyak orang fokus pada ibadah besar, namun hubungan dengan orang tua sering terlewat. Padahal Al-Qur’an menempatkan bakti kepada orang tua sejajar dengan tauhid dalam satu ayat. Itu tanda penting. Kadapapa pang langkahnya sederhana: ucapan lembut, doa setiap hari, atau menyempatkan waktu menemani mereka. Hal kecil tapi berdampak besar. Nah, dari situ pahamlah ikam, keberkahan hidup sering datang dari ridha orang tua.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami pentingnya memuliakan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

Apa perintah Al-Qur’an tentang berbakti kepada orang tua?
Al-Qur’an memerintahkan manusia berbuat baik kepada orang tua dalam Surah Al-Isra ayat 23 setelah larangan menyekutukan Allah.

Mengapa ibu mendapat kedudukan sangat istimewa?
Karena ibu mengalami perjuangan besar seperti mengandung dalam keadaan lemah dan menyusui anak selama dua tahun sebagaimana dijelaskan dalam Surah Luqman ayat 14.

Apakah doa anak untuk orang tua tetap bermanfaat setelah mereka wafat?
Ya. Doa anak yang saleh untuk orang tuanya termasuk amalan yang pahalanya terus mengalir.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Imam Al Qurthuby #berbakti kepada orang tua dalam Islam #doa untuk orang tua #Ibnul Arabi #Ath Thabari