Ikhtisar: Walimah dalam Islam merupakan anjuran syariat sebagai ungkapan syukur atas pernikahan, sarana doa bagi pasangan, mempererat silaturahmi, serta pengumuman ikatan suci agar diketahui masyarakat luas.
Balikpapan TV - Hai Cess! Pernikahan dalam Islam kada cuma soal ijab dan qabul. Setelah akad sah, ada satu tradisi yang dianjurkan dalam syariat, yaitu walimah atau resepsi pernikahan. Ia bukan sekadar acara makan bersama. Di baliknya tersimpan makna syukur, doa, hingga pengumuman ikatan suci kepada masyarakat.
Nah, sebelum ikam menganggap resepsi cuma tradisi keluarga pang, ada baiknya pahami dulu hikmah walimah dalam pandangan Islam. Banyak makna di dalamnya. Baca terus sampai tuntas supaya gambaran tentang walimah makin jelas, pahamlah ikam Cess!
Apa sebenarnya makna walimah dalam pernikahan Islam?
Walimah dalam tradisi Islam memiliki makna yang cukup dalam. Dalam penjelasan Najib al-Muthi’i, kata walimah berasal dari istilah al-walm yang berarti mengumpulkan. Maknanya, dua insan yang sebelumnya terpisah kini dipersatukan dalam ikatan pernikahan.
Dalam kitab Takmilatul Majmu’ Syarhil Muhadzab, walimah dijelaskan sebagai hidangan yang disiapkan pada waktu pernikahan atau jamuan yang disediakan untuk para tamu undangan. Jadi, walimah bukan sekadar pesta meriah. Ia merupakan bentuk pertemuan yang menghadirkan kebersamaan.
Nah, pahamlah ikam. Dalam konteks pernikahan, walimah menjadi simbol bahwa dua keluarga berkumpul, masyarakat ikut menyaksikan, dan kebahagiaan dibagikan bersama. Kadapapa pang sederhana. Yang penting makna syukurnya tetap ada, nah itu sudah.
Baca Juga: Tikus Sering Muncul di Rumah? 6 Cara Mengusir Tikus Pakai Bahan Alami dari Dapur yang Mudah Dicoba
Mengapa resepsi pernikahan dianjurkan dalam Islam?
Resepsi pernikahan dalam Islam memiliki dasar yang jelas. Ia dianjurkan oleh Rasulullah melalui ucapan maupun perbuatannya.
Penjelasan ini disampaikan oleh Zakaria al-Anshari dalam kitab Fathul Wahab bi Syarhi Manhajit Thullab. Ia menulis:
“الْوَلِيْمَةُ لِعُرْسٍ وَغَيْرِهِ سُنَّةٌ لِثُبُوْتِهَا عَنْهُ قَوْلاً وَفِعْلاً، فَقَدْ أَوْلَمَ عَلىَ بَعْضِ نِسَائِهِ بِمُدَّيْنِ مِنْ شَعِيْرٍ وَعَلىَ صَفِيَّةَ بِتَمْرٍ وَسَمْنٍ وَأَقِطٍ”
Artinya, walimah untuk pernikahan maupun selainnya hukumnya sunnah karena telah dilakukan oleh Nabi Muhammad, baik melalui ucapan maupun tindakan.
Dalam beberapa kesempatan, Nabi juga mengadakan walimah dengan hidangan sederhana seperti gandum, kurma, minyak samin, dan keju kering.
Artinya jelas. Walimah kada harus mewah. Bahkan jamuan sederhana pun sudah mencerminkan anjuran syariat. Yang penting niat syukur dan kebahagiaan dibagikan kepada orang lain.
Bagaimana walimah menjadi doa dan harapan bagi pasangan?
Dalam perspektif ulama, walimah juga mengandung harapan kebaikan bagi pasangan yang baru menikah.
Penjelasan ini disampaikan oleh Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj. Ia menulis:
“وَالظَّاهِرُ أَنَّ سِرَّهَا رَجَاءُ صَلَاحِ الزَّوْجَةِ بِبَرَكَتِهَا”
Artinya, hikmah dari resepsi adalah harapan akan kebaikan pasangan melalui keberkahannya.
Ketika walimah diadakan oleh pihak suami, di sana tersimpan harapan agar istri membawa keberkahan dalam rumah tangga. Begitu pula jika keluarga istri yang mengadakan resepsi. Ada doa agar suami mampu memimpin keluarga dengan akhlak yang baik.
Jadi, walimah bukan hanya soal makanan dan undangan. Ada doa yang ikut mengalir dari setiap orang yang hadir. Dari sanalah keberkahan rumah tangga diharapkan tumbuh.
Apa hubungan walimah dengan silaturahmi masyarakat?
Walimah juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial. Banyak orang berkumpul, saling menyapa, dan berbagi kebahagiaan.
Hal ini dijelaskan oleh Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan Ali as-Syarbaji dalam kitab Al-Fiqhul Manhaji ‘ala Mazhabil Imam asy-Syafi’i. Mereka menjelaskan bahwa hikmah walimah adalah bentuk syukur kepada Allah atas anugerah pernikahan.
Selain itu, pertemuan dalam resepsi dapat menumbuhkan rasa saling mencintai dan mempererat hubungan di tengah masyarakat.
Resepsi juga membuat pernikahan yang awalnya bersifat pribadi menjadi diketahui secara luas. Dengan begitu masyarakat mengetahui bahwa pasangan tersebut telah terikat secara sah dalam pernikahan.
Nah, dari sini terlihat bahwa walimah bukan cuma acara keluarga. Ia juga ruang sosial yang mempertemukan banyak orang.
Mengapa walimah penting untuk mengumumkan pernikahan?
Islam juga menganjurkan agar pernikahan diumumkan kepada masyarakat.
Rasulullah SAW bersabda:
“أَعْلِنُوا النِّكَاحَ”
Artinya, “Tampakkanlah (umumkanlah) pernikahan.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Baihaqi.
Penjelasan tentang hikmah pengumuman pernikahan juga diterangkan oleh Zakaria al-Anshari dalam kitab Fathul Allam bi Syarhil I’lam bi Ahaditsil Ahkam. Ia menjelaskan bahwa menampakkan pernikahan bertujuan agar masyarakat mengetahuinya sehingga tidak muncul prasangka.
Selain itu, pengumuman ini juga penting untuk memastikan kejelasan nasab apabila kelak pasangan tersebut memiliki keturunan.
Nah, dari sini pahamlah ikam. Walimah juga menjadi penanda bahwa hubungan tersebut adalah pernikahan yang sah, bukan hubungan yang dilarang dalam syariat.
Poin Penting yang Perlu Diingat
1. Walimah merupakan anjuran syariat dalam pernikahan Islam.
2. Makna walimah berasal dari kata yang berarti mengumpulkan dua insan.
3. Resepsi menjadi sarana doa dan harapan kebaikan bagi pasangan.
4. Walimah mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.
5. Pengumuman pernikahan membantu menghindari prasangka dan memperjelas nasab.
Baca Juga: Gas LPG di Rumah Masih Bikin Waswas? Ini 3 Regulator Aman Sesuai Standar 2026
Insight: Walimah sering dipandang hanya sebagai pesta setelah akad. Padahal dalam khazanah Islam, maknanya jauh melampaui itu. Ia ruang syukur, doa, dan pengumuman ikatan suci di tengah masyarakat. Kadapapa pang jika sederhana. Yang penting nilai kebersamaan dan keberkahan tetap hadir. Nah, tradisi walimah sebenarnya mengajarkan satu hal penting: kebahagiaan pernikahan tidak hanya milik pasangan, tetapi juga dibagikan kepada lingkungan sekitar. Pahamlah ikam, dari situlah kekuatan sosial terbentuk.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami makna walimah dalam pernikahan Islam.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
Apa arti walimah dalam pernikahan Islam?
Walimah adalah jamuan atau resepsi yang diadakan saat pernikahan sebagai bentuk syukur dan pengumuman ikatan suci kepada masyarakat.
Apakah walimah wajib dalam Islam?
Walimah hukumnya sunnah karena dianjurkan oleh Rasulullah melalui ucapan dan perbuatannya.
Apakah walimah harus mewah?
Tidak. Rasulullah pernah mengadakan walimah dengan hidangan sederhana seperti gandum, kurma, minyak samin, dan keju kering.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.