Ikhtisar: Pembaruan aturan zakat penghasilan berbasis emas 14 karat resmi berlaku 2026. Penjelasan langsung dari Ustaz Imam Waros kupas cara hitung, beda zakat fitrah dan mal, hikmah sosialnya, hingga pemisahan kewajiban zakat dan hak kerja.
Balikpapan TV - Hai Cess! Aturan baru zakat penghasilan tahun 2026 kini resmi menyesuaikan dengan lonjakan harga emas. Lewat Keputusan Ketua BAZNAS RI Nomor 15 Tahun 2026, standar nisab berubah memakai emas 14 karat, bukan lagi 24 karat.
Penasaran kenapa perubahan ini penting dan bagaimana cara hitungnya? Simak sampai tuntas supaya kada salah langkah saat menunaikan kewajiban zakat!
Baca Juga: Konten Kreator Wajib Bayar Zakat Digital! Ini Syarat, Manfaat, dan Cara Hitungnya
Kenapa Nisab Zakat Penghasilan Kini Pakai Emas 14 Karat?
Perubahan ini dibuat untuk menjaga keseimbangan antara kewajiban muzakki dan hak mustahik. Nisab tetap setara 85 gram emas, namun acuannya kini emas 14 karat.
"Penggunaan standar 14 karat bertujuan agar nisab tidak terlalu tinggi di tengah kenaikan harga pangan, sehingga lebih banyak orang yang mampu tetap memenuhi kewajiban zakatnya," jelas Ustaz Imam Waros dalam program Cahaya Qolbu, Minggu (1 Maret 2026).
Artinya, aturan ini bukan sekadar teknis. Ada perlindungan sosial di dalamnya. Supaya hak fakir miskin tetap terpenuhi meski harga emas dunia terus naik.
Berapa Ambang Batas Wajib Zakat Penghasilan 2026?
Zakat penghasilan wajib ditunaikan saat pendapatan mencapai nisab. Angkanya sudah ditetapkan:
1. Nisab tahunan: Rp91.681.728.
2. Nisab bulanan: Rp7.640.144.
Jika penghasilan per bulan sudah menyentuh angka tersebut, maka zakat wajib dikeluarkan sebesar 2,5 persen dari pendapatan bruto. Ya, bruto. Sebelum potongan apa pun.
Misalnya dokter, kontraktor, atau profesi jasa lain menerima pembayaran dan nilainya mencapai nisab. Maka zakat langsung dikeluarkan saat dana cair. Bayarnya kada perlu nunggu setahun. Bisa tiap bulan.
Apa Bedanya Zakat Fitrah dan Zakat Mal?
Menurut Ustaz Imam Waros: Zakat fitrah berkaitan dengan jiwa. Berlaku bagi setiap Muslim yang hidup hingga akhir Ramadan. Besarannya tetap, sekitar satu shok makanan pokok. Sementara zakat mal berkaitan dengan harta.
Selain itu, zakat fitrah juga hanya dibayar pada bulan Ramadan hingga sebelum salat Idulfitri. Sedangkan zakat mal kada terikat waktu Ramadan. Kewajibannya muncul saat harta mencapai nisab.
Tujuannya pun juga berbeda: Zakat fitrah untuk menyucikan puasa dan memberi makan fakir miskin. Sementara zakat mal untuk menyucikan harta dan membawa keberkahan. Pahamlah ikam, keduanya sama penting tapi konteksnya beda.
Apa Hikmah Spiritual dan Sosial dari Zakat?
Zakat bukan sekadar angka. Ada dampak besar secara batin dan sosial.
Secara spiritual: Membersihkan jiwa, menenangkan hati, Menumbuhkan keberkahan keluarga.
Secara sosial: Wujud kepedulian nyata, menguatkan ukhuwah (persaudaraan), Membantu pemerataan kesejahteraan.
Zakat juga mengingatkan bahwa dalam setiap harta ada hak orang lain. Nah, itu sudah… bukan sekadar ibadah pribadi, tapi kontribusi sosial juga.
Bagaimana Jika Terlambat Bayar Zakat Fitrah?
Waktu utama pembayaran adalah sebelum salat Idulfitri. Jika terlewat karena lupa atau kendala teknis, zakat tetap wajib dibayar sebagai qada.
"Selama seseorang masih mengakui kewajibannya namun belum bisa menunaikan karena kendala teknis, ia harus tetap berkomitmen untuk membayarnya sebagai qada," kata Ustaz Imam Waros.
Yang penting jangan mengingkari kewajiban. Puasa bisa terasa belum sempurna jika hak fakir miskin belum ditunaikan.
Baca Juga: Tanda Nyata Seseorang Benar-Benar Cinta Al-Qur'an dan Hukum Membacanya Lewat HP
Apakah zakat mal boleh dipakai untuk THR karyawan atau ART?
Ustaz Imam Waros menegaskan bahwa zakat mal kada boleh digunakan untuk membayar THR. “Zakat dan THR adalah dua kewajiban yang berbeda,” tegasnya.
Artinya jelas: THR merupakan hak pekerja yang harus dihitung tersendiri. Sementara zakat adalah kewajiban ibadah yang harus ditunaikan secara terpisah. Jadi, menggunakan zakat untuk menutup THR sama saja mencampur dua tanggung jawab yang berbeda.
Zakat kada bisa diposisikan sebagai pengganti kewajiban finansial kepada pekerja. Ini berlaku baik untuk individu maupun perusahaan. Tujuan zakat bukan untuk menyelesaikan kewajiban kerja, tapi sebagai hak fakir miskin.
Bagaimana posisi ART dalam aturan zakat ini?
Jika ART tinggal di rumah, makan dan minum bersama, maka ia dianggap bagian keluarga. Dalam kondisi ini, majikan justru wajib membayarkan zakat fitrah untuk ART tersebut. Jadi, zakat bukan diberikan kepada ART sebagai penerima, melainkan dibayarkan atas namanya.
Namun jika ART pulang-pergi dan hubungannya murni kerja, maka zakat mal boleh diberikan kepadanya, dengan syarat ia termasuk kategori fakir atau miskin. Tetapi, pemberian zakat ini tetap kada boleh menggantikan THR. Hak kerja tetap harus dipenuhi. Nah, itu sudah.
Bolehkah zakat diberikan kepada keluarga sendiri?
Jawabannya tergantung status tanggungan. Jika anggota keluarga tinggal bersama dan kebutuhan hidupnya ditanggung, maka zakat kada boleh diberikan kepada mereka. Sebaliknya, kepala keluarga wajib membayarkan zakat fitrah untuk mereka.
Memberikan zakat kepada tanggungan justru dianggap memutar kewajiban sendiri. Ini kada sesuai dengan tujuan zakat. Namun, jika keluarga tersebut hidup mandiri dan bukan tanggungan nafkah, zakat boleh diberikan selama mereka masuk kategori mustahik.
Pemisahan ini penting supaya zakat benar-benar sampai kepada yang berhak, Cess!
Bagaimana dengan saudara kandung yang kesulitan?
Zakat mal boleh diberikan kepada saudara kandung, selama dua syarat terpenuhi:
1. Mereka bukan tanggungan nafkah.
2. Mereka termasuk kategori fakir atau miskin.
Pemberian zakat dalam konteks ini bahkan memiliki nilai sosial tambahan. Selain membantu kebutuhan hidup, juga mempererat hubungan persaudaraan.
Namun jika saudara tinggal bersama dan seluruh kebutuhan ditanggung, maka ia masuk kategori tanggungan. Dalam kondisi ini, zakat kada bisa diberikan.
Jika ragu, Ustaz Imam Waros menyarankan untuk menggunakan infak. Infak lebih fleksibel dan bisa membantu tanpa melanggar ketentuan zakat.
Poin Penting yang Perlu Diingat:
1. Nisab zakat penghasilan kini pakai emas 14 karat.
2. ART tinggal serumah wajib dibayarkan zakat fitrah
3. Saudara kandung boleh menerima zakat jika bukan tanggungan.
4. Kadar zakat 2,5 persen.
5. Zakat mal kada boleh dipakai untuk THR.
Insight: Perubahan standar emas ini bukan sekadar teknis fiqih, tapi adaptasi sosial. Harga hidup naik, kebutuhan makin kompleks. Dengan nisab lebih realistis, distribusi zakat jadi pang lebih luas. Bukan soal berat ringan kewajiban, tapi bagaimana keadilan tetap jalan di tengah dinamika ekonomi. Nah, kalau sudah mampu tapi masih ragu, coba hitung ulang. Kadapapa pang mulai dari yang sederhana.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham aturan zakat terbaru!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apakah zakat penghasilan harus menunggu setahun?
Kada. Bisa dibayar tiap bulan saat penghasilan diterima.
2. Apakah zakat boleh untuk THR karyawan?
Kada boleh. THR dan zakat adalah kewajiban berbeda.
3. Bolehkah zakat diberikan ke saudara kandung?
Boleh, selama bukan tanggungan nafkah dan termasuk mustahik.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.