Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Lima Golongan yang Jasadnya Tidak Hancur Ditelan Bumi, Yuk Pahami Penjelasan Kitab I‘anatut Thalibin Sampai Tuntas Cess

Nazwa Deriska Noviyanti • Senin, 23 Februari 2026 | 19:59 WIB

Ilustrasi kitab I‘anatut Thalibin terbuka dengan teks Arab, menggambarkan pembahasan lima golongan jasad tidak hancur.
Ilustrasi kitab I‘anatut Thalibin terbuka dengan teks Arab, menggambarkan pembahasan lima golongan jasad tidak hancur.

Ikhtisar: Lima golongan dalam kitab I‘anatut Thalibin disebut jasadnya tidak hancur ditelan bumi: nabi, syuhada, ulama, pembaca Al-Qur’an, dan muazin yang ikhlas karena Allah.

Balikpapan TV - Hai Cess! Dalam ajaran Islam, jasad manusia yang telah dimakamkan akan kembali ke tanah melalui proses alami. Namun, ada keterangan ulama yang menyebut lima golongan istimewa yang jasadnya tidak hancur ditelan bumi.

Penasaran siapa saja mereka dan apa dasar penjelasannya? Baca sampai tuntan Cess, karena pembahasan ini langsung merujuk pada kitab klasik yang jadi pegangan ulama, tanpa tambahan cerita di luar sumber.

Keterangan ini disampaikan oleh Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam kitab I‘anatut Thalibin juz III halaman 133. Dalam syair yang beliau kutip, disebutkan bumi tidak “memakan” jasad nabi, ulama, syuhada, pembaca Al-Qur’an, dan muazin yang ikhlas karena Allah.

Mengapa Jasad Para Nabi Tidak Hancur di Dalam Tanah?

Golongan pertama adalah para nabi. Dalam penjelasan ulama, nabi adalah hamba Allah yang menerima wahyu untuk dirinya sendiri, sementara rasul menerima wahyu dan wajib menyampaikannya kepada umat.

Disebutkan bahwa jumlah nabi sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad mencapai 124.000 orang, sedangkan rasul berjumlah 313. Rasul sudah pasti nabi, namun nabi belum tentu rasul. Pahamlah ikam, ini perbedaan mendasar dalam akidah.

Dalam syair yang dikutip, bumi tidak merusak jasad para nabi sebagai bentuk kemuliaan atas kedudukan mereka sebagai penerima wahyu. Ini bukan cerita rekaan, tapi keterangan yang tertulis jelas dalam kitab tersebut.

Baca Juga: Suhu Kulkas Salah Setel? Ini Panduan Akurat Mengatur Suhu Kulkas Supaya Makanan Aman dan Listrik Hemat

Siapa yang Dimaksud Syuhada yang Jasadnya Tetap Utuh?

Golongan kedua adalah syuhada, yaitu mereka yang gugur di medan perang saat membela agama Allah. Mereka wafat dalam perjuangan, bukan dalam kondisi biasa.

Banyak sahabat Nabi yang syahid dalam pertempuran seperti Perang Uhud dan Perang Badar. Dalam keterangan tersebut, jasad para syuhada diyakini tetap utuh dan darah mereka menjadi saksi pengorbanan.

Syair yang dikutip menyebut bumi enggan merusak jasad orang yang mati syahid. Artinya jelas. Ini penghormatan atas perjuangan mereka di jalan Allah, bukan sekadar simbolik pang.

Ilustrasi pertempuran awal Islam seperti Perang Uhud dan Badar sebagai konteks syuhada.
Ilustrasi pertempuran awal Islam seperti Perang Uhud dan Badar sebagai konteks syuhada.

Apa Keistimewaan Ulama Hingga Jasadnya Tidak Hancur?

Golongan ketiga adalah ulama. Ulama di sini bukan sekadar orang berilmu, tapi yang mengamalkan dan mengajarkan ilmunya kepada umat.

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa keistimewaan ini adalah bentuk penghormatan atas ilmu dan amal saleh yang dilakukan semasa hidup. Ilmu yang diamalkan memberi manfaat luas. Nah, itu sudah, jasadnya pun dimuliakan.

Keutamaan ini bukan datang tiba-tiba. Ilmu, pengamalan, dan pengajaran berjalan beriringan. Jadi bukan sekadar tahu, tapi juga menjalankan dan menyebarkan kebaikan.

Benarkah Pembaca Al-Qur’an Termasuk Golongan yang Dimuliakan?

Ya, pembaca Al-Qur’an termasuk dalam lima golongan tersebut. Namun yang dimaksud bukan hanya membaca, melainkan juga mengamalkan isi dan menjaga ajarannya.

Kemuliaan ini disebut sebagai balasan atas kecintaan mereka kepada Al-Qur’an serta usaha dalam menjaga dan menyebarkannya. Dari lima golongan, ini yang paling terbuka untuk diraih semua umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan.

Artinya peluangnya ada. Tinggal konsistensi. Rajin membaca, memahami, lalu mengamalkan. Kada perlu menunggu jadi tokoh besar dulu pang.

Tips singkat yang bisa mulai dilakukan:

  1. Sediakan waktu khusus membaca Al-Qur’an setiap hari.

  2. Pelajari makna dan tafsirnya secara bertahap.

  3. Amalkan isi ayat dalam kehidupan sehari-hari.

Mengapa Muazin yang Ikhlas Juga Termasuk?

Golongan kelima adalah muazin, yaitu orang yang mengumandangkan azan dengan niat ikhlas karena Allah tanpa mengharap balasan dunia.

Azan adalah pengingat waktu shalat bagi umat Islam. Tugas ini terlihat sederhana, tapi dampaknya luas. Setiap kali azan berkumandang, umat diingatkan untuk menunaikan kewajiban.

Dalam syair tersebut ditegaskan, bumi tidak merusak jasad orang yang mengumandangkan azan karena Allah semata. Keikhlasan menjadi kunci. Bukan soal suara merdu sih, tapi niatnya.

Baca Juga: ANTAM dan Warga Kalongliud Bangun Pertanian Sirkular, Lahan 35 Hektar Kembali Produktif untuk Ketahanan Pangan dan Penguatan Ekonomi Desa

Insight: Pembahasan ini menunjukkan bahwa kemuliaan jasad berkaitan erat dengan kemuliaan amal. Ada yang posisinya memang dipilih Allah seperti nabi. Ada juga yang terbuka jalannya, seperti pembaca Al-Qur’an dan muazin. Di situlah ruang ikhtiar umat berada. Di Balikpapan yang ritmenya cepat, menyempatkan diri membaca Al-Qur’an mungkin terasa berat. Tapi justru itu nilai tambahnya. Kada harus muluk-muluk pang. Konsisten sedikit demi sedikit. Pahamlah ikam, yang dinilai bukan ramai di awal, tapi istiqamahnya.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham dan termotivasi memperbaiki amal hariannya, Cess.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ

1. Apa sumber keterangan tentang lima golongan ini?
Sumbernya adalah kitab I‘anatut Thalibin karya Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, juz III halaman 133, dalam bentuk syair yang dikutip beliau.

2. Apakah semua orang bisa termasuk dalam lima golongan tersebut?
Tidak semua. Golongan nabi dan syuhada memiliki kriteria khusus. Namun pembaca Al-Qur’an dan muazin yang ikhlas adalah amalan yang bisa diupayakan oleh umat Islam.

3. Apakah ini berarti jasad selain lima golongan pasti hancur?
Dalam penjelasan umum, jasad manusia akan kembali ke tanah melalui proses alami. Lima golongan ini disebut sebagai pengecualian berdasarkan keterangan dalam syair tersebut.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Jasad tidak hancur #Muazin Ikhlas #Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatha Ad Dimyathi #Pembaca Al Quran #I anatut Thalibin