Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Ingin Doa Terkabul! Makanan Haram dan Dampaknya pada Doa serta Keberkahan Hidup

Nazwa Deriska Noviyanti • Senin, 23 Februari 2026 | 10:45 WIB

Ilustrasi makanan halal dan haram
Ilustrasi makanan halal dan haram

Ikhtisar: Konsumsi makanan dan harta haram berdampak pada doa, hati, ilmu, ibadah, dan keberkahan. Islam melarangnya sebagai bentuk kasih sayang Allah agar jasmani dan rohani tetap terjaga.

Balikpapan TV - Hai Cess! Makanan itu bukan cuma urusan perut. Ia jadi sumber energi yang memengaruhi jasmani dan rohani. Islam tegas melarang konsumsi makanan dan minuman haram, baik haram karena zatnya seperti bangkai dan minuman keras, maupun karena cara mendapatkannya seperti hasil mencuri dan judi.

Jangan lewatkan pembahasan ini sampai tuntan Cess!, karena lima dampak buruk makanan dan harta haram ini langsung menyentuh kehidupan sehari-hari, dari doa sampai keberkahan hidup.

Mengapa Makanan Haram Bisa Menghalangi Doa?

Doa bisa terhalang karena makanan dan harta haram yang masuk ke tubuh. Allah Maha Suci dan hanya menerima yang suci. Dalam hadis riwayat Muhammad ﷺ yang diriwayatkan oleh Muslim ibn al-Hajjaj disebutkan tentang seorang lelaki yang berdoa dalam perjalanan jauh, namun makan, minum, dan pakaiannya berasal dari yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya dikabulkan?

Hadis itu berbunyi:
ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ؟

Artinya telah dijelaskan, kondisi lahirnya tampak layak untuk dikabulkan, namun ada yang haram dalam dirinya.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Sahih Muslim menerangkan bahwa perjalanan itu adalah perjalanan ketaatan seperti haji dan silaturahim. Secara kondisi, sangat pantas doanya dikabulkan. Namun karena ada unsur haram, doa itu tertahan. Pahamlah ikam, urusan doa kada hanya soal kata-kata.

Baca Juga: Dari Santan ke Minyak Kelapa: Strategi Produksi Rumahan yang Hemat dan Higienis

Bagaimana Makanan Haram Menggelapkan Hati?

Makanan haram berpengaruh langsung pada hati. Hati adalah pemimpin seluruh anggota tubuh. Jika hati baik, tubuh mudah diarahkan pada ketaatan. Jika hati rusak, anggota tubuh condong pada maksiat.

Syekh Abdul Wahab Asy-Sya‘rani dalam Al-Minahus Saniyyah mengutip pendapat Syekh Ali Asy-Syadzili:
مَنْ أَكَلَ الحَلَالَ، رَقَّ قَلْبُهُ وَنَارَ...
Beliau menjelaskan, orang yang makan halal hatinya lembut dan bercahaya. Sebaliknya, yang makan tidak halal hatinya keras, gelap, dan terhijab dari Allah.

Ini bukan sekadar istilah rohani. Dampaknya terasa dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah terasa berat. Kebaikan sulit mengalir. Nah, itu sudah tanda hati butuh dibersihkan dari yang haram, pahamlah ikam.

Apakah Konsumsi Haram Bisa Mengundang Azab?

Mengonsumsi makanan haram sama dengan membuka pintu akibat buruk. Cepat atau lambat, dampaknya datang. Imam Sahl At-Tustari menjelaskan bahwa orang yang makanannya tidak halal, hijab dari hatinya tidak terbuka dan azab akan segera menimpanya.

Dalam kutipan yang dinukil Syekh Asy-Sya‘rani disebutkan bahwa shalat, puasa, dan sedekahnya tidak memberi manfaat. Artinya, ibadah dilakukan, tapi efeknya kada terasa dalam hidup.

Ini peringatan keras. Ibadah bukan cuma gerakan. Ia perlu ditopang sumber yang bersih. Kadapapa pang harta sedikit, asal halal. Daripada banyak tapi jadi beban rohani.

Ilustrasi ibadah shalat sebagai simbol manfaat yang terpengaruh sumber rezeki.
Ilustrasi ibadah shalat sebagai simbol manfaat yang terpengaruh sumber rezeki.

Kenapa Makanan Haram Membuat Sulit Menerima Ilmu?

Konsumsi haram memengaruhi kejernihan pikiran. Syekh Asy-Sya‘rani menjelaskan bahwa makanan haram dapat menghilangkan kejernihan berpikir, kenikmatan berzikir, melemahkan agama, tubuh, dan akal, serta menumbuhkan kelalaian dan lupa.

Imam Sufyan Ats-Tsauri pernah merasakan langsung. Saat mengonsumsi makanan yang jelas halal, ia mampu memahami 70 bab ilmu. Namun ketika makan dari sumber yang statusnya tidak jelas, satu bab pun sulit dipahami meski diulang berkali-kali.

Ilmu itu cahaya. Cahaya sulit masuk jika hati tertutup. Nah, di situ pentingnya menjaga yang masuk ke tubuh, sih.

Bagaimana Makanan Haram Menghilangkan Keberkahan Hidup?

Keberkahan bukan soal jumlah, tapi rasa cukup dan tenang. Rasulullah ﷺ dalam hadis riwayat Muhammad yang diriwayatkan oleh Muhammad al-Bukhari dan Muslim ibn al-Hajjaj menjelaskan bahwa jika penjual dan pembeli jujur, maka diberkahi jual beli mereka. Jika menyembunyikan dan berdusta, dihapus keberkahannya.

Hadis tersebut berbunyi:
الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ... مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

Secara lahir, harta haram mungkin terlihat banyak. Namun bisa jadi hati gelisah dan jauh dari ketenangan. Berkah itu wilayah rasa. Sulit dijelaskan, tapi nyata terasa dalam hidup sehari-hari.

Baca Juga: Cara Memilih Lampu Untuk Plafon yang Tepat Agar Rumah Minimalis Tetap Nyaman Setiap Hari

Insight: Lima dampak ini menunjukkan larangan makanan haram adalah bentuk kasih sayang Allah. Islam menjaga manusia dari kerusakan jasmani dan rohani sekaligus. Di Balikpapan yang serba cepat ini, godaan mencari instan selalu ada. Namun kualitas hidup bukan cuma soal angka. Ia soal doa yang tembus, hati yang ringan, ilmu yang nempel, dan rezeki yang terasa cukup. Kada perlu mewah pang, asal halal dan berkah, nah itu sudah. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin paham menjaga sumber rezeki.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ

Apa saja yang termasuk makanan haram?
Haram karena zatnya seperti bangkai dan minuman keras, serta haram karena cara mendapatkannya seperti hasil mencuri dan judi.

Mengapa doa bisa terhalang karena makanan haram?
Karena Allah Maha Suci dan tidak menerima kecuali yang suci, sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim.

Apa dampak makanan haram terhadap ilmu?
Dapat menghilangkan kejernihan pikiran, membuat sulit memahami ilmu, dan menumbuhkan kelalaian.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Al Minahus Saniyyah #Muhammad #Imam Sufyan Ats Tsauri #Makanan haram #Imam An Nawawi