Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

8 Amalan Sunah Ramadan yang Dianjurkan Serta Panduan Fidyah dan Qadha yang Benar

Rizkiyan Akbar • Minggu, 22 Februari 2026 | 10:09 WIB

Suasana diskusi dalam program kajian Cahaya Qolbu membahas amalan sunah Ramadan serta aturan qadha dan fidyah di studio Balikpapan TV, Sabtu (21 Februari 2026).
Suasana diskusi dalam program kajian Cahaya Qolbu membahas amalan sunah Ramadan serta aturan qadha dan fidyah di studio Balikpapan TV, Sabtu (21 Februari 2026).

Ikhtisar: Amalan sunah Ramadan serta aturan fidyah dan qadha dibahas Ustaz Imam Waros di program Cahaya Qolbu Balikpapan TV sebagai panduan ibadah agar puasa kada sekadar menahan lapar.

Balikpapan TV - Hai Cess! Puasa Ramadan kada cuma soal tahan haus dan lapar. Dalam program Cahaya Qolbu spesial Ramadan yang tayang live dari studio Balikpapan TV, Sabtu (21 Februari 2026), Ustaz Imam Waros, Wakil Ketua 1 Baznas Balikpapan, mengupas amalan sunah yang bisa melipatgandakan pahala puasa serta aturan fidyah dan qadha.

Biar ibadah Ramadan makin terasa dampaknya, simak terus sampai habis, karena ada 8 amalan sunah yang bisa melipatgandakan pahala puasa serta panduan praktis soal fidyah dan qadha yang benar Cess!

Baca Juga: Makna Mendalam di Balik 5 Huruf Ramadan dan Cara Baznas Balikpapan Ubah Zakat Jadi Harapan UMKM

Apa saja amalan sunah utama agar pahala puasa makin berlipat?

Amalan sunah menjadi penguat agar puasa kada cuma rutinitas. Berikut beberapa amalan sunah yang dianjurkan agar pahala puasa Ramadan makin berlipat ganda:

1. Sahur walaupun sedikit.

Ustaz Imam Waros menegaskan sahur tetap dianjurkan meski hanya minum atau makan beberapa butir kurma. “Melaksanakan sahur sangat dianjurkan karena di dalamnya terdapat barakah,” tegasnya. 

Sahur sebaiknya dilakukan di sepertiga malam terakhir. Bahkan saat masih kenyang pun, tetap disunahkan. Ini bukan soal banyaknya makanan, tapi keberkahannya.

2. Segera berbuka saat Magrib.

menyegerakan berbuka juga penting. Menunda waktu berbuka dianggap makruh dan bisa mengurangi manfaat puasa. 

3. Berbuka puasa dengan kurma.

Berbuka dengan kurma juga mengikuti sunah Rasulullah SAW. Jika kada ada, boleh diganti makanan atau minuman manis.

4. Memberi makan orang yang berpuasa.

Memberi hidangan berbuka kepada orang lain adalah amalan berpahala besar, pahalanya setara dengan orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka, sekaligus menjadi cara melipatgandakan pahala puasa kita.

Ada catatan penting: Niat harus tulus. Fokus pemberian dianjurkan kepada fakir miskin atau golongan mustahik. Jadi bukan sekadar berbagi, tapi memastikan manfaatnya tepat sasaran.

5. Memperbanyak Zikir, Istighfar, dan Sholawat.

Zikir adalah amalan ringan bernilai besar, terutama bagi yang terbatas waktu atau fisik seperti membaca Subhanallah, Alhamdulillah, Lailahaillallah, Allahu Akbar, Istighfar, dan Sholawat yang dapat menenangkan hati, menghilangkan keraguan, serta membuka pintu rezeki tak terduga.

6. Membaca Al-Quran.

Membaca Al-Qur’an adalah zikir tertinggi karena merupakan kalamullah, dan dianjurkan dilakukan secara rutin setiap hari, misalnya setelah Subuh atau Asar.

7. Jaga salat berjamaah.

Upayakan tetap menunaikan salat berjamaah, terutama Magrib, meski sedang dalam rangkaian acara berbuka puasa bersama.

8. Menghindari kemaksiatan.

Menjauhi maksiat adalah bagian dari ibadah. Menghindari kebiasaan buruk membantu meningkatkan ketakwaan agar puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga.

Baca Juga: Bulan Ramadan Datang, Kenapa Hati Tiba-Tiba Bahagia? Ini Penjelasan yang Jarang Disadari

Kapan qadha jadi kewajiban utama dibanding fidyah?

Qadha adalah kewajiban pertama bagi mereka yang memiliki uzur sementara. Artinya, selama masih ada kemungkinan untuk kembali berpuasa, mengganti puasa tetap harus diutamakan.

Ustaz Imam Waros menjelaskan bahwa orang sakit sementara, seperti akibat kecelakaan, tetap wajib mengganti puasa setelah pulih. Hal yang sama juga berlaku bagi wanita hamil atau melahirkan. Mereka kada bisa langsung memilih fidyah karena masih memiliki peluang mengganti puasa di hari lain.

“Selama seseorang masih memiliki kemampuan fisik untuk mengganti puasa di luar Ramadan, maka kewajibannya adalah qadha,” jelasnya. Jadi jangan memilih jalan mudah pang, kalau masih sanggup mengganti.

Siapa saja yang boleh langsung membayar fidyah?

Fidyah berlaku bagi kondisi uzur permanen. Ini bukan pilihan utama, tapi solusi terakhir.

Kelompok seperti lansia yang semakin lemah atau penderita penyakit menahun seperti stroke dan kanker, yang menurut dokter kada memungkinkan lagi berpuasa, diperbolehkan membayar fidyah.

Dalam kondisi ini, mengganti puasa memang sudah di luar kemampuan. Maka fidyah menjadi jalan syariat untuk tetap menjalankan tanggung jawab ibadah.

Ustaz Imam Waros menegaskan, fidyah hanya untuk mereka yang benar-benar kada mampu. Bukan karena ingin lebih praktis.

Bagaimana jika qadha tertunda sampai Ramadan berikutnya?

Ada kondisi tertentu yang membuat seseorang kada sempat mengganti puasa hingga mendekati Ramadan berikutnya. Contohnya ibu yang hamil lalu menyusui selama setahun penuh. Dalam situasi seperti ini, uzur berlangsung terus menerus.

Menurut Ustaz Imam Waros, jika kondisi seperti itu terjadi, maka di akhir tahun menjelang Ramadan berikutnya diperbolehkan membayar fidyah. Namun, hal ini berlaku karena uzur berlanjut. Bukan karena kelalaian. Nah, itu sudah, beda situasinya dengan yang sebenarnya masih bisa qadha tapi ditunda-tunda.

Bolehkah fidyah dibayar dengan uang?

Tujuan utama fidyah adalah memberi makan fakir miskin. Itu inti utamanya. Di Balikpapan, Ustaz Imam Waros memberikan gambaran nilai satu porsi makanan yang layak. Sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 sudah mencakup nasi dengan lauk seperti ikan atau ayam.

Nilai ini bisa menjadi estimasi jika fidyah disalurkan dalam bentuk uang untuk memastikan penerima tetap mendapatkan makanan. Yang penting, fidyah harus benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Fokusnya tetap pada pemberian makan, bukan sekadar nominal.

Baca Juga: Dalam Islam Apakah Perempuan Boleh Menyembelih Ayam, Ini Penjelasan Imam An-Nawawi yang Perlu Dipahami Cess

Apakah boleh membayar fidyah padahal masih mampu qadha?

Ini yang sering disalahpahami. Membayar fidyah padahal masih mampu qadha kada diperbolehkan.

Ustaz Imam Waros menekankan bahwa fidyah adalah solusi terakhir. Jika masih muda, sehat, atau punya peluang sembuh, maka tetap wajib mengganti puasa. Fidyah kada boleh dijadikan shortcut hanya karena terasa lebih praktis.

Memahami perbedaan ini penting agar masyarakat kada salah dalam menjalankan syariat. Pahamlah ikam, jangan sampai niat ibadah malah jadi keliru arah.

Apakah pahala memberi buka puasa berlaku bagi non-muslim?

Ustaz Imam Waros menjelaskan, pahala khusus yang dijanjikan adalah setara dengan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun. 

Pahala ini terkait langsung dengan membantu seseorang menyempurnakan ibadah puasanya, sehingga berlaku ketika makanan diberikan kepada orang yang sedang berpuasa.

Meski begitu, memberi makan siapa pun, termasuk non-Muslim, tetap merupakan amal saleh dan sedekah yang bernilai pahala di sisi Allah, hanya saja tidak termasuk pahala khusus seperti orang berpuasa tersebut.

Bagi pemirsa Balikpapan TV yang ingin menyaksikan program Cahaya Qolbu secara langsung, dapat menontonnya melalui kanal resmi YouTube: Balikpapantv_Official yang tayang setiap hari selama bulan Ramadan, pukul 17.00–18.00 WITA.

Insight: Ramadan sering dianggap rutinitas tahunan. Padahal, dari sahur sampai memilih antara qadha atau fidyah, ada tanggung jawab yang kada bisa dianggap enteng. Amalan sunah jadi penguat, bukan pelengkap. Dekat dengan ulama juga bukan sekadar hadir di majelis, tapi menjaga semangat ibadah tetap menyala. Di Balikpapan, tradisi berbagi sudah hidup, tinggal diarahkan agar tepat sasaran. Nah, ikam pasti pahamlah, kualitas ibadah lah yang menentukan dampaknya.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin paham di bulan Ramadan kali ini Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

1. Apa amalan sunah paling ringan namun bernilai besar saat puasa?

Zikir seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Lailahaillallah, dan Allahu Akbar sangat ringan dilakukan namun memiliki nilai besar.

2. Apakah fidyah boleh dibayar dalam bentuk uang?

Boleh dalam bentuk estimasi uang setara makanan, sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 per porsi di Balikpapan.

3. Siapa yang wajib qadha dan bukan fidyah?

Mereka dengan uzur sementara seperti sakit ringan atau ibu hamil tetap wajib qadha setelah Ramadan.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#puasa #Cahaya Qolbu #Ustaz Imam Waros #fidyah #ramadan #Amalan Sunah #Baznas Balikpapan