Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Bulan Ramadan Datang, Kenapa Hati Tiba-Tiba Bahagia? Ini Penjelasan yang Jarang Disadari

Rizkiyan Akbar • Jumat, 20 Februari 2026 | 11:24 WIB

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Ikhtisar: Bulan Ramadan disambut penuh bahagia lewat kajian Cahaya Qolbu di Balikpapan TV bersama Ustad Abdul Rosyid Bustomi, mengingatkan bahwa bulan suci jadi momen pembersihan diri, penguatan iman, dan kesempatan berbagi.

Balikpapan TV - Hai Cess! Bulan suci Ramadan kembali hadir dan disambut dengan rasa syukur lewat kajian Cahaya Qolbu yang tayang secara live dari studio Balikpapan TV, Kamis (19 Februari 2026). Ketua BAZNAS Balikpapan, Abdul Rosyid Bustomi, menekankan bahwa Ramadan adalah tamu spesial yang membawa kesempatan bersih dari dosa dan memperbanyak nilai ibadah.

Baca terus sampai tuntas Cess! Karena di balik suasana ramai dan macet hari pertama Ramadan, tersimpan pesan penting tentang kebahagiaan spiritual yang kada semua orang pahami, pahamlah ikam.

Baca Juga: 8 Tradisi Lebaran di Indonesia yang Selalu Dinanti Tiap Tahun, Yuk Simak Maknanya

Mengapa Ramadan disebut tamu yang mensucikan diri?

Ramadan hadir sebagai momen pembersihan dosa dan kesalahan masa lalu. Rasulullah menyambutnya dengan ungkapan marhaban ya mukhtohirun yang berarti selamat datang, wahai orang-orang yang mensucikan diri.

Ustad Abdul Rosyid Bustomi menjelaskan bahwa bulan Ramadan menjadi waktu di mana hampir semua aktivitas bernilai ibadah selama kada mengarah pada dosa. Bahkan hal sederhana seperti diam atau tidur dalam kondisi berpuasa tetap bernilai baik.

"Saya lihat tadi mau ke studio Balikpapan TV subhanallah di pinggir jalan sudah penuh bahkan jalanan macet padahal ini baru hari pertama, nah bulan suci Ramadan menjadi gambaran nyata bahwa rasa suka itu datang sendiri. Makanya orang yang memahami keutamaan Ramadan akan menyambutnya dengan kebahagiaan," jelasnya.

Apa saja tahapan rahmat Ramadan yang membuat hati tenang?

Ustad Abdul Rosyid Bustomi menyebut Bulan Ramadan memiliki tiga fase penting. Awalnya penuh rahmat, pertengahan berisi ampunan, dan akhirnya menjadi pembebasan dari siksa.

Jika seseorang mendapatkan ketiganya, maka kebahagiaan yang dirasakan bukan sekadar sesaat. Itu kebahagiaan hakiki karena mendapat jaminan spiritual yang luar biasa.

Sebagaimana disampaikan dalam kajian, orang yang merasa gelisah karena tidak makan di siang hari menandakan keimanan masih perlu diperkuat. Artinya, kebahagiaan Ramadan sangat terkait dengan kesiapan iman.

Kebiasaan sederhana apa yang bisa memicu bahagia saat Ramadan?

Kebahagiaan Ramadan dimulai dari keyakinan bahwa puasa adalah panggilan iman. Orang berpuasa akan merasakan dua kebahagiaan: saat berbuka dan saat kelak berjumpa dengan Allah SWT.

Selain itu, Ramadan memberi bonus luar biasa. Ibadah sunnah bisa bernilai wajib, diam menjadi dzikir, dan tidur tercatat sebagai ibadah.

Tips kebiasaan sederhana:

1. Perkuat niat ibadah sejak awal Ramadan.

2. Perbanyak tarawih dan berbagi.

3. Luangkan waktu untuk majelis ilmu.

Majelis ilmu bahkan digambarkan memiliki nilai ibadah besar. Setiap langkah menuju kajian dihitung seperti ibadah panjang, luar biasa sih maknanya.

Bagaimana orang tua menanamkan kebahagiaan Ramadan ke anak?

Teladan menjadi kunci utama. Anak cenderung meniru apa yang dilakukan orang tua di rumah.

Jika orang tua mengajak puasa atau salat namun kada menjalankan, pesan spiritual sulit diterima. Sebaliknya, membangunkan anak untuk tahajud atau ikut tarawih memberi contoh nyata.

Perilaku baik di rumah akan menjadi ilmu yang terus mengalir manfaatnya bahkan setelah waktu berlalu. Jadi, praktik nyata lebih berdampak daripada sekadar arahan lisan.

Baca Juga: Imam Al-Ghazali Ungkap Cara Menghilangkan Riya dalam Ibadah, Baca Sampai Tuntas Cess

Bisakah orang sibuk tetap merasakan Ramadan dengan maksimal?

Kesibukan bukan alasan mengurangi ibadah. Ramadan justru menjadi waktu fokus kembali mendekat kepada Allah SWT.

Puasa adalah ibadah tahunan yang sudah menjadi bagian ajaran sejak masa nabi terdahulu. Bahkan disebutkan bahwa puasa membawa kesehatan bagi tubuh.

Yang penting, aktivitas dunia tetap jalan, namun ibadah jangan ditinggalkan. Ramadan hanya datang sebulan dalam setahun, jadi manfaatkan sebaik mungkin.

Di awal bulan, amalan yang dianjurkan antara lain puasa, membaca Al-Qur’an, tarawih, menjaga kesehatan, serta menyiapkan rezeki untuk berbagi.

BAZNAS Balikpapan juga akan menyalurkan bantuan senilai Rp2 miliar kepada 4.000 mustahik di Masjid Islamic Center Balikpapan pada Sabtu (28 Februari 2026), sebagai bentuk berbagi kebahagiaan Ramadan.

Bagi pemirsa Balikpapan TV yang ingin menyaksikan program Cahaya Qolbu secara langsung, dapat menontonnya melalui kanal resmi YouTube: Balikpapantv_Official yang tayang setiap hari selama bulan Ramadan, pukul 17.00–18.00 WITA.

Insight: Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan. Ia momentum reset batin. Kebahagiaan muncul bukan dari kemudahan makan atau santai kerja, tapi dari rasa dipanggil untuk dekat kembali dengan Allah SWT. Kesibukan modern kada jadi penghalang jika niat sudah tertanam. Justru Ramadan memberi ruang jeda dari hiruk-pikuk hidup kota. Manfaatkan bulan ini untuk memperbaiki diri, bukan sekadar menahan lapar, pahamlah ikam.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang merasakan semangat Ramadan, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

1. Apa makna Ramadan sebagai bulan mensucikan?

Ramadan menjadi momen pembersihan dosa dan kesempatan memperbanyak ibadah.

2. Bagaimana cara sederhana merasakan bahagia di Ramadan?

Memperkuat iman, memperbanyak ibadah, serta mengikuti majelis ilmu.

3. Apakah kesibukan kerja menghalangi ibadah Ramadan?

Kada, selama puasa dan ibadah utama tetap dijalankan.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Suasana kajian Cahaya Qolbu yang mengangkat tema kebahagiaan dalam menyambut bulan Ramadan di studio Balikpapan TV, Kamis (19 Februari 2026).
Suasana kajian Cahaya Qolbu yang mengangkat tema kebahagiaan dalam menyambut bulan Ramadan di studio Balikpapan TV, Kamis (19 Februari 2026).

Editor : Arya Kusuma
#bulan ramadan #balikpapan tv #Cahaya Qolbu #ramadan #Abdul Rosyid Bustomi #Baznas Balikpapan