Ikhtisar: Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin menyiapkan 1.000 porsi Bubur Sabilal per hari selama Ramadhan dengan layanan jemaah maksimal.
Balikpapan TV - Hai Cess! Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin mulai bersiap menyambut bulan Suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari. Fokus utama tahun ini tertuju pada kesiapan layanan berbuka puasa, terutama sajian Bubur Sabilal yang kembali disiapkan dengan porsi lebih besar dan jumlah yang meningkat. Tradisi ini terus dijaga karena sudah menjadi bagian dari denyut Ramadhan di Kalimantan Selatan.
Menariknya, Bubur Sabilal bukan sekadar menu berbuka. Ia hadir sebagai pengikat kebersamaan, penguat silaturahmi, dan simbol pelayanan masjid kepada umat. Penasaran bagaimana persiapannya, kenapa selalu dinanti, dan seperti apa komitmen pengelola masjid tahun ini? Ikuti terus sampai akhir, pahamlah ikam Cess!
Apa yang Disiapkan Masjid Raya Sabilal Muhtadin Menjelang Ramadhan?
Masjid Raya Sabilal Muhtadin menyiapkan langkah konkret menyambut Ramadhan dengan meningkatkan porsi menu berbuka puasa. Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin, menyampaikan bahwa tahun ini disiapkan 1.000 porsi Bubur Sabilal setiap hari selama bulan puasa. Setiap porsi dilengkapi satu butir telur dengan ukuran bubur yang dibuat lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
Persiapan ini bukan keputusan mendadak. Kebutuhan jemaah terus meningkat dari tahun ke tahun, seiring masjid ini menjadi titik temu masyarakat dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan. Pelayanan konsumsi dipastikan sejalan dengan kenyamanan fasilitas, agar jemaah bisa beribadah dan berbuka dengan tenang.
Langkah tersebut juga menjadi wujud komitmen pengelola masjid untuk tetap menjaga kualitas layanan. Bukan hanya soal jumlah, tapi juga ketepatan waktu dan keberlanjutan pelayanan selama sebulan penuh, nah itu sudah, serius memang niatnya Cess!
Baca Juga: Mengapa Ular Bisa Masuk Kamar Tidur dan Bagaimana Mengatasinya?
Kenapa Bubur Sabilal Selalu Dinanti Saat Berbuka Puasa?
Bubur Sabilal sudah menjelma sebagai ikon Ramadhan di Banjarmasin. Muhammad Tambrin menyebut, sajian ini adalah kerinduan masyarakat yang selalu muncul setiap bulan puasa tiba. Bukan hanya warga sekitar masjid, tapi juga jemaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan yang sengaja datang untuk berbuka bersama.
“Kita siapkan 1.000 porsi perhari penuh selama bulan Ramadhan, ini kerinduan masyarakat untuk menikmati Bubur Sabilal saat berbuka puasa,” ujar Tambrin usai ibadah malam Nisfu Syaban, Senin (2/2/2026).
Kerinduan itu tumbuh karena tradisi ini konsisten dijaga. Bubur Sabilal bukan sekadar makanan, tapi pengalaman berbuka yang sarat nilai kebersamaan. Datang lebih awal, duduk berjejer, berbagi waktu menjelang azan, ya’kalo suasana seperti itu memang susah dicari di tempat lain, pahamlah ikam.
Bagaimana Masjid Mengantisipasi Lonjakan Jemaah di Akhir Pekan?
Lonjakan jumlah jemaah saat akhir pekan sudah menjadi pola yang dipahami pengelola masjid. Tambrin memperkirakan, jumlah jemaah berbuka biasanya melebihi 1.000 orang saat Sabtu dan Minggu. Namun kondisi tersebut sudah diantisipasi dengan kesiapan ruang dan distribusi konsumsi.
“Akhir pekan biasanya lebih dari seribu, nanti kita perlebar sampai teras teras masjid. Kita layani secara maksimal,” tegasnya.
Perluasan area hingga teras masjid menjadi solusi agar jemaah tetap tertampung dengan nyaman. Komitmen pelayanan maksimal ini mencakup fasilitas ibadah dan kecukupan konsumsi. Fokusnya jelas, memastikan semua jemaah terlayani tanpa terkecuali, termasuk bubuhan yang datang jauh-jauh demi merasakan berbuka di Sabilal.
Apa Saja Rangkaian Ibadah Sebelum Buka Puasa Bersama?
Sebelum momen berbuka puasa dimulai, Masjid Raya Sabilal Muhtadin tetap menjalankan rangkaian ibadah rutin. Doa bersama, pembacaan Surat Yasin, dan tahlil menjadi bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas harian selama Ramadhan. Tradisi ini dijaga untuk memastikan suasana spiritual tetap menjadi pusat kegiatan.
Rangkaian ibadah tersebut dilakukan setiap hari sebelum buka puasa bersama. Dengan begitu, jemaah tidak hanya datang untuk berbuka, tapi juga menyiapkan hati dan pikiran melalui ibadah bersama. Nilai kebersamaan dan kekhusyukan terasa lebih kuat ketika ibadah dan berbuka berjalan seiring.
Kombinasi antara ibadah rutin dan layanan konsumsi inilah yang membuat Masjid Raya Sabilal Muhtadin selalu ramai. Datang untuk ibadah, pulang membawa rasa hangat kebersamaan, nah itu sudah, lengkap rasanya Cess!
Insight: Kesiapan Masjid Raya Sabilal Muhtadin menyambut Ramadhan memperlihatkan bagaimana peran masjid melampaui fungsi ibadah semata. Tradisi Bubur Sabilal menjadi sarana pelayanan sosial, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai kebersamaan umat. Bagi pembaca, ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya soal ritual, tetapi juga tentang berbagi, melayani, dan hadir untuk sesama dengan konsisten.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham makna tradisi Ramadhan di Kalimantan Selatan Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
Apa itu Bubur Sabilal di Masjid Raya Sabilal Muhtadin?
Bubur Sabilal adalah sajian berbuka puasa khas yang disiapkan setiap Ramadhan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
Berapa porsi Bubur Sabilal yang disiapkan setiap hari?
Sebanyak 1.000 porsi per hari disiapkan selama bulan Ramadhan.
Apakah ada ibadah rutin sebelum buka puasa bersama?
Ada, berupa doa bersama, pembacaan Surat Yasin, dan tahlil sebelum berbuka.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.