Balikpapan TV – Hai Cess! Ketenangan hati ternyata jauh lebih berarti dibanding sekadar jawaban cepat atas persoalan harian—itulah inti pesan yang disampaikan Ustaz Anwar Arifin Pinem, M.E. dalam program Cahaya Qolbu di Studio Balikpapan TV, Jumat (19 Desember 2025). Ia menjelaskan tentang bagaimana ujian hidup, kebahagiaan, dan keputusasaan sebenarnya mengarahkan manusia menuju hikmah yang memurnikan tujuan hidup.
Di balik ritme hidup yang sering melelahkan jasmani dan batin, kita kerap berhadapan dengan fase jatuh-bangun. Ada kalanya semangat menguap, ada pula momen ketika euforia kebahagiaan justru menjauhkan manusia dari arah yang seharusnya. Nah, Cess, di sinilah obrolan Ustaz Anwar terasa relevan—apalagi ditutup dengan kalimat penuh renungan yang bikin kita ingin lanjut menyimak lebih jauh. Yuk lanjut terus bacanya!
Baca Juga: Regulasi Pengelolaan Zakat Diperkuat, Baznas Balikpapan Imbau Masyarakat Pahami Aturannya
Apa Inti Pesan Ustaz Anwar Tentang Ujian Hidup?
Menurut Ustaz Anwar, setiap ujian adalah ruang belajar yang mengarahkan manusia pada kedewasaan makna. Ia menekankan bahwa hidup memang tak pernah datar; kadang menanjak, kadang merayap, dan sering membuat manusia gamang mencari pegangan.
Dalam penjelasannya, ia menyebut bahwa keputusasaan bisa menyeret seseorang menjauh dari tujuan akhir. Di sisi lain, kebahagiaan pun berpotensi membuat manusia lengah.
“Putus asa maupun bahagia, keduanya bisa membuat seseorang melenceng dari tujuan hidup. Saat bahagia, kita kerap lupa pada tujuan akhir, yakni akhirat. Saat ditimpa kesulitan, kita justru larut dalam keputusasaan. Di sinilah hikmah berperan sebagai penguat hati,” ujarnya.
Mengapa Hikmah Penting Dalam Mengendalikan Hati?
Ustaz Anwar menjelaskan bahwa Hikmah berperan sebagai penyeimbang. Ia hadir untuk menuntun manusia agar tetap sadar arah, tetap tenang, dan tetap lurus dalam melangkah. Hikmah membuat hati tidak mudah goyah saat dilanda kesulitan, dan tidak mudah terlena saat diberi kenyamanan.
Ia menegaskan bahwa hikmah menjaga manusia agar senantiasa mengingat akhirat—tujuan utama yang sering terlupakan saat hidup terasa manis. Hikmah juga menjaga manusia agar tidak larut dalam kesedihan berkepanjangan ketika fase hidup terasa berat.
Bagaimana Teladan Hikmah dari Lukman Diajarkan?
Ustaz Anwar merujuk pada figur Lukman dalam Al-Qur’an sebagai contoh teladan kebijaksanaan. Lukman mengajarkan anaknya untuk tidak menyekutukan Allah SWT, menjauhi kesombongan, dan selalu sadar bahwa semua perilaku manusia berada dalam pengawasan Allah.
“Lukman mengajarkan anaknya agar tidak menyekutukan Allah SWT, menjauhi sifat sombong, serta menanamkan kesadaran bahwa manusia senantiasa berada dalam pengawasan Allah. Semua itu adalah bentuk hikmah yang mendalam,” tambahnya.
Pesan Lukman ini tetap relevan untuk kehidupan kini—mulai dari menjaga niat, merawat sikap rendah hati, hingga menghadirkan kesadaran moral dalam tindakan sehari-hari.
Apa Kaitan Antara Hikmah, Infak, dan Keikhlasan?
Dalam kesempatan itu, Ustaz Anwar membacakan Surat Al-Baqarah ayat 269: “Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa dianugerahi hikmah, sungguh ia telah dianugerahi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal (ulul albab).”
Firman tersebut menegaskan bahwa hikmah adalah anugerah besar bagi siapa yang dikehendaki Allah SWT. Derajat ulul albab, menurutnya, adalah posisi ketika seseorang mampu menyerap pelajaran dari tiap sisi kehidupan.
Menariknya, ayat tentang hikmah ini hadir di antara rangkaian ayat yang membahas tentang infak, yakni dari ayat 261 hingga 276 dalam Surat Al-Baqarah.
“Kaitan hikmah dengan infak sangat erat. Saat kita berinfak, bersedekah, atau menunaikan zakat, hikmah berfungsi menjaga niat agar tetap murni hanya karena Allah SWT, tanpa sedikit pun riya,” pungkasnya.
Kalau informasi ini terasa menenangkan hati, Cess, jangan ragu berbagi agar orang lain juga ikut tercerahkan.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Apa manfaat hikmah dalam kehidupan sehari-hari?
Hikmah membantu manusia lebih tenang mengambil keputusan, tidak terbawa euforia kebahagiaan, dan tidak tenggelam dalam keputusasaan.
2. Mengapa infak harus dijaga dari sikap riya?
Karena riya menghilangkan nilai ibadah itu sendiri. Hikmah menjaga niat agar tetap ikhlas hanya untuk Allah SWT.
3. Apa pelajaran utama dari teladan Lukman?
Lukman mengajarkan tauhid, rendah hati, dan kesadaran moral bahwa manusia senantiasa berada dalam pengawasan Allah SWT.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.