Balikpapan TV - Hai Cess! Ketua BAZNAS Balikpapan, Ustaz Abdul Rosyid Bustomi, mengingatkan kembali pesan Rasulullah bahwa “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Menurutnya, manfaat yang paling dicintai Allah SWT tidak selalu berupa bantuan besar, tetapi bisa berasal dari amal sederhana yang dilakukan dengan tulus.
Di era serba cepat ini, banyak dari kita ingin berbuat baik, tapi sering bingung harus mulai dari mana. Padahal, kata Ustaz Rosyid, satu tindakan sederhana saja bisa jadi jalan pahala luar biasa.
Penasaran bagaimana konsep manfaat dalam kehidupan sosial dan apa yang dilakukan BAZNAS Balikpapan untuk generasi muda? Yuk, lanjut baca sampai habis, Cess!
Baca Juga: Gratis! Baznas Balikpapan Gelar Sunat Massal 2025, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Apa Makna Kebaikan Kecil Menurut Ustaz Abdul Rosyid Bustomi?
Ustaz Abdul Rosyid menjelaskan bahwa Allah menilai tinggi setiap tindakan kecil yang membawa kebaikan kepada makhluk-Nya.
“Bahkan membuang duri di jalan saja sudah sangat baik menurut pandangan Allah SWT. Amal itu tidak harus besar. Sekecil apa pun tindakan kita yang bisa membuat orang lain terbantu atau bahagia, Allah sangat mencintai,” ujarnya saat mengisi kajian Cahaya Qolbu di Studio Balikpapan TV, Jumat (14 November 2025).
Kenapa Malaikat Mendoakan Orang yang Memberi Manfaat?
Menurutnya, orang-orang yang tekun memberi manfaat akan selalu didampingi malaikat. Mereka didoakan karena menghadirkan kebaikan di tengah kehidupan sosial. Ini menjadi dorongan besar bagi setiap muslim untuk terus berbagi manfaat.
“Subhanallah, malaikat mendampingi dan mendoakan mereka yang bermanfaat bagi sesama,” tuturnya.
Sebuah pesan menenangkan yang menegaskan bahwa setiap langkah kebaikan mendapat pengawasan penuh kasih dari Allah.
Apa Program Manfaat Nyata yang Dilakukan BAZNAS Balikpapan?
Ustaz Abdul Rosyid mengungkapkan bahwa BAZNAS Balikpapan saat ini tengah melaksanakan pelatihan dasar (diksar) satpam berstandar nasional bagi pemuda-pemudi Balikpapan yang belum memiliki pekerjaan.
“Daripada mereka terjerumus ke hal-hal negatif, kami memberikan pelatihan yang bisa menjadi bekal kerja. Setelah pelatihan satu minggu saja, mereka sudah ditunggu oleh perusahaan-perusahaan, baik di Balikpapan maupun IKN. Dengan begitu, mereka tidak menjadi beban, tetapi berubah menjadi generasi yang mandiri,” jelasnya.
Program ini disebutnya sebagai wujud nyata bagaimana sebuah lembaga dapat memberi manfaat luas bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda yang membutuhkan dukungan.
Mengapa Banyak Orang Tidak Menyadari Kebaikan yang Sudah Mereka Lakukan?
Ustaz Abdul Rosyid menyampaikan bahwa banyak orang tidak menyadari kebaikan yang telah ia lakukan. Namun yang penting adalah memiliki niat kuat untuk selalu berbuat baik.
“Manfaat itu tidak hanya kepada manusia. Dalam Islam, berbuat baik kepada hewan dan lingkungan juga termasuk bagian dari amal yang sangat dihargai,” tegasnya.
Ia memberi contoh aturan kecil dalam Islam, seperti larangan buang air di lubang karena bisa saja ada semut atau makhluk kecil lain yang menjadi korban tanpa salah.
“Itu saja sudah diatur dalam Islam. Bahkan saat menyembelih hewan pun kita dianjurkan menajamkan pisau dulu agar tidak menyakiti hewan. Inilah yang disebut berperi kepada makhluk Allah,” tambahnya.
Dalam keseluruhan pesannya, Ustaz Abdul Rosyid mengajak masyarakat untuk selalu menghadirkan manfaat di mana pun berada. Baik melalui tindakan kecil, pelibatan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat seperti program yang telah dilakukan oleh BAZNAS Balikpapan.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apa tujuan utama pelatihan satpam oleh BAZNAS?
Untuk membantu pemuda Balikpapan memiliki keterampilan kerja agar siap diserap perusahaan di Balikpapan dan IKN.
2. Apakah kebaikan kecil bisa bernilai besar?
Ya, menurut Ustaz Abdul Rosyid, amal kecil yang tulus tetap bernilai besar di sisi Allah.
3. Apakah berbuat baik kepada hewan termasuk amal?
Tentu. Islam mengajarkan untuk memperlakukan hewan dan lingkungan dengan kasih sayang.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.