Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Kebebasan di Media Sosial Harus Dibatasi Nilai dan Akhlak dalam Pandangan Islam

Amaliya Rosdian Ayunita • Sabtu, 8 November 2025 | 10:00 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Media sosial kini menjadi panggung ekspresi semua orang, dari berbagi aktivitas harian hingga menyampaikan pendapat. Tapi, menurut Ustaz Anwar Arifin Pinem, Wakil Ketua III BAZNAS Balikpapan, kebebasan tersebut tidak berjalan sendirian.

Dalam ajaran Islam, kebebasan itu selalu ditemani tanggung jawab moral dan sosial agar tidak melampaui batas. Siapa pun yang menggunakan media sosial perlu sadar bahwa setiap unggahan mempunyai dampak bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ustaz Anwar mengingatkan bahwa batas kebebasan seseorang ditentukan oleh hak orang lain. Artinya, jangan sampai niat berbagi justru menciptakan kegaduhan, menyakiti perasaan, atau memicu iri di hati sesama pengguna.

Yuk, kita dalami bareng apa makna kebebasan yang benar menurut nilai Islam, terutama dalam konteks dunia digital masa kini, Cess!

Baca Juga: BAZNAS Balikpapan Siap Layani Muzaki Hitung dan Tunaikan Zakat Hingga ke Rumah

Apa Arti Kebebasan dalam Islam?

Dalam Islam, kebebasan adalah anugerah besar yang diberikan kepada manusia untuk memilih, bertindak, dan menentukan arah hidup. Namun, kebebasan tersebut tidak berdiri di ruang hampa.

Ustaz Anwar Arifin Pinem, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Balikpapan, menyampaikan kajian tentang kebebasan bermedia sosial dalam pandangan Islam di Studio Balikpapan TV, Jumat (7 November 2025).
Ustaz Anwar Arifin Pinem, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Balikpapan, menyampaikan kajian tentang kebebasan bermedia sosial dalam pandangan Islam di Studio Balikpapan TV, Jumat (7 November 2025).

“Kebebasan itu adalah anugerah, tetapi konsekuensinya adalah keadilan. Antara kebebasan dan konsekuensi selalu seimbang,” ujar Ustaz Anwar Arifin Pinem saat mengisi kajian Cahaya Qolbu di Studio Balikpapan TV, Jumat (7 November 2025).

Kebebasan berjalan bersama akal dan hati. Dua anugerah inilah yang memandu manusia membedakan mana yang membangun dan mana yang berpotensi merusak. Nilai kebebasan di dalam Islam berada dalam koridor petunjuk Allah SWT, sehingga tidak bergerak tanpa arah.

Mengapa Kebebasan Harus Memperhatikan Hak Orang Lain?

Kebebasan bukan berarti bebas sebebas-bebasnya tanpa melihat sekitar. Hidup bersama menuntut saling menghargai ruang dan kenyamanan.

“Ketika kita bebas menyetel musik keras-keras, orang lain juga punya hak untuk hidup tenang. Jadi kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain,” jelasnya.

Prinsip ini sederhana namun sangat penting dalam menjalani keseharian, baik di dunia nyata bahkan di ruang digital. Mengerti batas berarti memahami makna adil dalam interaksi.

Bagaimana Menggunakan Media Sosial dengan Bijak?

Media sosial itu milik pribadi, tapi interaksi dan kontennya berdampak pada banyak orang.

“Akun media sosial memang milik kita, tapi kita berinteraksi dengan orang lain. Jangan sampai postingan yang kita buat menyinggung, merugikan, atau mengganggu ketenangan orang lain,” pesannya.

Tips Praktis Anti Emosi Jempol:

1. Tahan 5 detik sebelum unggah saat emosi.

2. Tanya diri sendiri: bermanfaat atau hanya memuaskan ego?

3. Pilih diksi yang menyejukkan.

4. Berbagi informasi yang memberi energi positif.

Apa Bahaya Pamer Nikmat dan Gaya Hidup di Media Sosial?

Fenomena pamer kerap muncul di linimasa. Hal ini perlu disikapi hati-hati karena dapat memicu rasa iri atau bahkan penyakit hati.

“Kalau mendapat nikmat, nikmatilah dengan syukur. Tidak semua hal harus ditunjukkan. Kalau niatnya untuk memotivasi orang lain, itu boleh. Tapi kalau sekadar pamer, justru bisa menimbulkan iri hati dan dosa,” ujar Ustaz Anwar.

Keseimbangan rasa syukur dan kecermatan menunjukkan sesuatu menjadi kunci agar niat baik tidak berubah menjadi ajang pembuktian diri.

Pada akhirnya, kebebasan selalu berdampingan dengan tanggung jawab. Islam mengajarkan manusia untuk sadar akan setiap tindakan yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Maka, bijaklah dalam setiap unggahan. Sebab jejak digital tidak hanya disimpan server, tapi juga dicatat dalam nilai kehidupan. Yuk, bagikan artikel ini biar makin banyak orang yang paham seni menggunakan media sosial dengan hati dan akhlak, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apakah media sosial dilarang dalam Islam?

Tidak. Media sosial boleh digunakan selama dijalankan dengan akhlak, tanggung jawab, dan tidak merugikan orang lain.

2. Apa yang dimaksud batas kebebasan pada orang lain?

Batas kebebasan muncul ketika tindakan kita mulai mengganggu hak dan ketenangan orang lain.

3. Bagaimana cara menghindari pamer saat berbagi momen?

Fokus pada pesan syukur, bukan menonjolkan kemewahan atau pembuktian status.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Ustaz Anwar Arifin Pinem, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Balikpapan, saat menjadi narasumber Kajian Cahaya Qolbu di Studio Balikpapan TV, Jumat (7 November 2025).
Ustaz Anwar Arifin Pinem, Wakil Ketua III BAZNAS Kota Balikpapan, saat menjadi narasumber Kajian Cahaya Qolbu di Studio Balikpapan TV, Jumat (7 November 2025).

Editor : Arya Kusuma
#Cahaya Qolbu #tanggung jawab moral #Ustaz Anwar Arifin Pinem #media sosial #Baznas Balikpapan