Hai Cess! Pernahkah kamu mendengar tentang Bani Cham? Mereka adalah kelompok etnis Muslim yang tinggal di wilayah Vietnam dan Kamboja. Kehidupan mereka penuh dengan tradisi dan budaya yang unik, lho!
Sebuah Video Youtube @Lembaran Dunia yanag berjudul Bàni Chăm - Etnis Muslim yang tidak mengenal Sholat 5 waktu dan Puasa Vietnam dan Kamboja.
Video tersebut menceritakan tentang muslim di vietnam dan kamboja yang berbedaa dengan umat muslim umumnya, berikut ini kisahnya, baca tuntas untuk menambah khasanah pengetahuan tentang umat muslim di belahan dunia lain.
Tradisi dan Kepercayaan yang Unik
Bani Cham memiliki tradisi dan kepercayaan yang berbeda dengan Muslim pada umumnya. Berikut beberapa keunikan mereka:
- Tidak Melakukan Sholat 5 Waktu: Bani Cham hanya mendirikan salat Jumat dan mewakilkan kewajiban salat kepada Imam atau orang yang dituakan.
- Puasa 15 Hari: Berbeda dengan Ramadan yang berlangsung selama 30 hari, Bani Cham hanya berpuasa selama 15 hari.
- Membaca Alquran dengan Dialek Berbeda: Alquran yang dibaca Bani Cham memiliki dialek yang berbeda dengan Alquran pada umumnya.
- Memiliki Pemuka Agama yang Disebut Mum: Mum adalah pemimpin spiritual Bani Cham yang dianggap memiliki keistimewaan dan kekuasaan besar.
- Memiliki Tradisi Ziarah Kubur yang Unik: Bani Cham memiliki tradisi menelungkupkan badan di kuburan saat berziarah.
Sejarah dan Pengaruhnya
Bani Cham adalah keturunan dari Kerajaan Champa yang dulunya bercorak Hindu Buddha. Kerajaan ini berubah menjadi Islam setelah dipimpin oleh Raja Cheng Bonga pada abad ke-14.
Pengaruh Bani Cham terhadap Islam di Nusantara cukup besar. Konon, beberapa Wali Songo, penyebar Islam di Jawa, adalah keturunan Kerajaan Champa.
Mengapa Bani Cham Berbeda dengan Umat Muslim Lainnya?
Bani Cham adalah kelompok etnis Muslim yang tinggal di Kamboja dan Vietnam. Mereka memiliki beberapa tradisi dan keyakinan yang berbeda dengan umat Muslim lainnya. Berikut beberapa alasannya:
1. Proses Islamisasi yang Tidak Tuntas
Proses Islamisasi di kalangan masyarakat Cham terputus karena pertempuran dan isolasi politik. Hal ini menyebabkan ajaran Islam yang mereka terima tidak utuh.
2. Pengaruh Budaya Lokal
Bani Cham masih mempertahankan beberapa tradisi dan budaya lokal yang bercampur dengan ajaran Islam. Contohnya, mereka berdoa kepada Allah di bukit-bukit batu dan memiliki kepercayaan terhadap roh leluhur.
3. Perbedaan dalam Praktik Ibadah
Bani Cham tidak menjalankan sholat lima waktu dan puasa Ramadan seperti umat Muslim lainnya. Mereka hanya mendirikan sholat Jumat dan memandang kewajiban sholat bisa diwakilkan melalui perwakilan yang disebut acar atau pengurus Masjid muda.
Bani Cham juga memiliki tradisi ziarah kubur sebelum memasuki Ramadan dan setelah puasa Ramadan. Tradisi ini tidak ditemukan di berbagai komunitas Muslim lainnya.
4. Kepercayaan yang Bercampur
Sebagian masyarakat Cham masih memiliki kepercayaan yang bercampur dengan ajaran Hindu dan mereka berdoa kepada Allah di bukit-bukit batu di sekitar nih Tuan.
Perlu diingat bahwa proses Islamisasi di kalangan Bani Cham tidak terjadi secara instan dan mengalami berbagai tantangan, termasuk konflik politik dan isolasi. Namun, melalui peran berbagai tokoh dan interaksi dengan berbagai budaya, Islam berhasil menjadi bagian penting dari identitas Bani Cham.
Menjaga Tradisi dan Budaya
Meskipun memiliki tradisi yang unik, Bani Cham tetaplah umat Nabi Muhammad dan mempercaya akan adanya Tuhan yang Esa.
Di era modern ini, banyak ulama dari berbagai negara datang ke Bani Cham untuk melanjutkan dakwah Islam dan membantu mereka mempelajari ajaran Islam dengan lebih utuh.
Upaya Dakwah di Era Modern
Di era modern ini, sudah banyak ulama-ulama dari Asia Tenggara maupun Timur Tengah yang datang ke Bani Cham untuk melanjutkan dakwah Islam yang sempat terputus. Hal ini bertujuan untuk meluruskan ajaran Islam yang mereka anut.
Yuk, bagikan artikel ini ke teman-temanmu agar mereka juga mengetahui tentang Bani Cham!