Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Inilah Niat dan Tata Cara Mandi Junub bagi Laki-laki dan Perempuan Muslim.

Cakra Agung • Senin, 29 April 2024 | 22:38 WIB
Ini adalah tata cara dan niat untuk Mandi Junub atau Mandi Wajib.
Ini adalah tata cara dan niat untuk Mandi Junub atau Mandi Wajib.

BalikpapanTv.id-Mandi junub adalah praktik kebersihan penting dalam agama Islam, selain berwudu.Praktik ini sangat dianjurkan bagi pria dan wanita dalam kondisi tertentu. Pria disarankan untuk mandi junub setelah mengalami mimpi basah atau ejakulasi karena gairah atau setelah melakukan hubungan intim.

Sementara itu, wanita diminta mandi junub pasca menstruasi, nifas, atau berhubungan seksual. Baik pria dan wanita yang sudah menikah, terlepas dari keluarnya mani pasca melakukan hubungan badan, juga diwajibkan untuk mandi junub.

Mandi besar atau mandi wajib pada umat Islam memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh laki-laki Muslim. Dilansir dari situs kementerian agama (kemenag.go.id) ada beberapa kondisi di mana mandi besar diwajibkan bagi laki-laki adalah:

1. Berniat mandi wajib

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf 'il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta'aala

Artinya: “Saya niat mandi untuk menghilangkan hadats besar, fardhu karena Allah”

2. Membersihkan tangan sebanyak tiga kali

3. Mencuci kelamin dengan tangan kiri

4. Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan

5. Berwudhu seperti ketika ingin melaksanakan shalat

6. Mengguyur air pada kepala sebanyak tiga kali hingga sampai ke pangkal rambut

7. Membersihkan kepala pada bagian kanan, lalu kepala bagian kiri

8. Menyela-nyela rambut dengan jari

9. Mengalirkan air pada seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan, lalu kiri

10. Membersihkan kaki

Setelah melakukan mandi wajib atau mandi junub, umat Muslim juga dianjurkan membaca doa berikut ini, sebagaimana dijelaskan dalam buku "Praktik Mandi Janabah Rasulullah Menurut Empat Madzhab" karya Isnan Ansory:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِيْ مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ

Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa Rasuluhu, allahumma-jalni minattawwabina, wajalni minal mutathahirrina.

Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku pula termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri.”

Untuk memberikan informasi tambahan, niat mandi wajib laki-laki berbeda dengan niat mandi junub untuk wanita setelah menstruasi. Namun, niat mandi junub sama bagi laki-laki dan perempuan setelah berhubungan suami istri. Satu-satunya perbedaan adalah pada perempuan, niat mandi besar yang berkaitan dengan haid dan nifas.

Berikut adalah niat mandi junub untuk perempuan setelah menstruasi dan nifas :

1. Mandi besar setelah Haid

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf'i hadatsil haidil lillahi ta'ala.

Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah.

2. Mandi besar setelah nifas

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf'i hadatsin nifaasi lillahi ta'aala.

Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta'ala.

Editor : Cakra Agung
#pria #Mandi wajib dalam Islam #junub #wanita