Tunggakan Air PPU Nyaris Rp6 Miliar, Bupati Minta Pelanggan Bayar Bertahap

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 17:22 WIB
Tunggakan pelanggan AMDT PPU mendekati Rp6 miliar, sementara pembayaran diperlukan untuk menopang layanan dan pengembangan jaringan air bersih. *(Sumber: YouTube Balikpapan TV)*
Tunggakan pelanggan AMDT PPU mendekati Rp6 miliar, sementara pembayaran diperlukan untuk menopang layanan dan pengembangan jaringan air bersih. *(Sumber: YouTube Balikpapan TV)*

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Tunggakan pelanggan AMDT PPU mendekati Rp6 miliar, sementara pembayaran dibutuhkan untuk menjaga layanan dan perluasan jaringan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Tagihan air yang menumpuk bukan hanya soal kewajiban pelanggan. Di Penajam Paser Utara (PPU), tunggakan Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) kini mendekati Rp6 miliar dan mulai berkaitan langsung dengan kemampuan perusahaan menjaga pelayanan air bersih.

Bupati PPU Mudyat Noor meminta pelanggan tetap menyelesaikan kewajibannya, termasuk melalui pembayaran secara bertahap. Menurutnya, pemasukan dari pelanggan ikut menopang operasional sekaligus pengembangan jaringan pelayanan air bersih di daerah.

Tunggakan Melonjak dari Sekitar Rp1,8 Miliar

Nilai tunggakan pelanggan AMDT meningkat tajam dalam sekitar empat bulan terakhir. Direktur Perumda AMDT PPU Abdul Rasyid menyebut jumlahnya kini hampir Rp6 miliar, sedangkan sebelumnya berada di kisaran Rp1,8 miliar.

Kenaikan tersebut terjadi ketika daya beli sebagian masyarakat menurun. Perumda AMDT mencatat sekitar 2.600 hingga 2.700 pelanggan masuk kelompok penunggak, dengan mayoritas berasal dari kategori R3.

Bagi perusahaan penyedia air, kondisi ini memiliki dampak yang lebih luas. Ketika pembayaran pelanggan tersendat, ruang perusahaan untuk membiayai kebutuhan operasional dan menjaga pelayanan ikut tertekan.

Ada Pelanggan yang Terkendala Cara Membayar

Tunggakan tidak seluruhnya terjadi karena pelanggan sengaja menghindari pembayaran.

Abdul Rasyid menjelaskan, sebagian pelanggan dengan pemakaian kecil menghadapi kendala dalam melakukan pembayaran melalui aplikasi. Dalam kondisi tertentu, biaya dan usaha untuk datang langsung ke unit pembayaran bahkan dinilai tidak sebanding dengan nilai tagihannya.

Di sisi lain, terdapat pula pelanggan yang dinilai mampu tetapi menunda pembayaran. Perumda AMDT mencatat ada pelanggan yang tunggakannya telah berlangsung hingga 22 bulan, dengan nilai sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta untuk kategori tertentu. Perusahaan juga telah menyediakan opsi pembayaran dengan cara dicicil.

Kondisi tersebut membuat persoalan tunggakan tidak cukup dilihat hanya dari besarnya angka Rp6 miliar. Ada persoalan kemampuan membayar, akses terhadap mekanisme pembayaran, sekaligus kedisiplinan pelanggan dalam memenuhi kewajibannya.

Mudyat Noor Minta Tunggakan Diselesaikan Bertahap

Bupati PPU Mudyat Noor menilai pembayaran pelanggan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan AMDT.

"Kesadaran masyarakat itu penting. Ketika membayar jasa pelayanan PDAM, itu bukan cuma untuk operasional perusahaan, tapi juga untuk memperluas jaringan pelayanan di Kabupaten PPU," kata Mudyat.

Ia juga menekankan bahwa pendapatan dari pelanggan dapat digunakan untuk mendukung pembangunan jaringan. Karena itu, penyelesaian tunggakan dinilai perlu dilakukan agar pelayanan tidak hanya berjalan, tetapi juga memiliki ruang untuk berkembang.

Permintaan pembayaran bertahap menjadi salah satu jalan yang ditawarkan bagi pelanggan yang menghadapi beban tunggakan. Dengan cara tersebut, kewajiban dapat diselesaikan tanpa harus langsung dibayarkan sekaligus.

Baca Juga: Jadwal Dokter Spesialis RSUD RAPB PPU Terbaru, Catat Harinya

Pelayanan Air Tetap Didorong Meningkat

Persoalan tunggakan muncul ketika cakupan pelayanan air bersih AMDT terus dikembangkan.

Dalam keterangannya, Mudyat menyebut luas jaringan pelayanan yang sebelumnya berada di bawah 40 persen kini telah meningkat melewati angka tersebut. Pemerintah daerah tetap mendukung pembangunan jaringan perpipaan melalui APBD, menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Untuk penyertaan modal, Pemkab PPU masih mempertimbangkan kondisi fiskal. Mudyat menyebut dukungan dapat diberikan jika kemampuan keuangan daerah memungkinkan, sementara pembangunan jaringan juga dapat didorong melalui pembahasan bersama DPRD serta sumber anggaran pemerintah lainnya.

Artinya, pembayaran pelanggan menjadi salah satu bagian dari mata rantai pelayanan: pelanggan memenuhi kewajiban, perusahaan memperoleh pendapatan untuk menjalankan layanan, sementara pemerintah tetap memiliki ruang untuk membantu pengembangan infrastruktur sesuai kemampuan anggaran.

Perumda AMDT Mulai Lebih Tegas Menagih

Dari sisi perusahaan, penagihan tetap berjalan. Perumda AMDT juga melakukan penyegelan terhadap pelanggan yang menunggak sebagai bagian dari upaya menjaga operasional.

Langkah tersebut berkaitan dengan perubahan pola pembiayaan perusahaan. Perumda AMDT menyatakan sejak 2022 tidak lagi menerima bantuan pemerintah daerah untuk operasional sehingga pemasukan pelanggan menjadi penopang utama keberlangsungan layanan.

Perumda AMDT juga telah mempertimbangkan langkah penagihan yang lebih tegas terhadap pelanggan yang dinilai mampu tetapi tidak memenuhi kewajiban. Perusahaan bahkan berkomunikasi dengan aparat penegak hukum terkait kemungkinan kerja sama dalam proses penagihan.

Baca Juga: APSAI PPU Dibentuk, Perusahaan Diajak Wujudkan Lingkungan Ramah Anak

Poin Penting

Insight Redaksi

Angka hampir Rp6 miliar menunjukkan bahwa pembayaran rekening air bukan sekadar urusan administrasi pelanggan. Bagi perusahaan yang mengandalkan pendapatan pelanggan untuk menjalankan layanan, arus pembayaran ikut menentukan seberapa kuat pelayanan dapat dipertahankan dan dikembangkan.

Di sisi lain, penyelesaian tunggakan juga membutuhkan pendekatan yang mempertimbangkan kondisi pelanggan. Opsi cicilan dapat menjadi ruang bagi pelanggan untuk menyelesaikan kewajiban secara bertahap, sementara perusahaan tetap memiliki mekanisme penagihan untuk menjaga keberlanjutan layanan.

Bagi warga PPU, persoalan ini pada akhirnya kembali pada satu kebutuhan yang sama: layanan air bersih harus tetap berjalan, sementara sistem pembayarannya perlu dijaga agar perusahaan memiliki kemampuan untuk terus melayani.

Kalau informasi ini bermanfaat, bagikan kepada keluarga atau warga PPU yang membutuhkan informasi mengenai tunggakan dan layanan air bersih.

Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar berita biasa!

FAQ

Berapa besar tunggakan pelanggan AMDT PPU?

Tunggakan pelanggan Perumda AMDT PPU kini hampir mencapai Rp6 miliar.

Berapa pelanggan yang tercatat menunggak?

Perumda AMDT mencatat sekitar 2.600 hingga 2.700 pelanggan masuk kelompok penunggak.

Apakah tunggakan bisa dibayar dengan cara dicicil?

Ya. Perumda AMDT telah menyediakan opsi pembayaran tunggakan secara mencicil.

Mengapa pembayaran pelanggan penting bagi AMDT?

Pembayaran pelanggan menjadi salah satu sumber pendapatan yang menopang operasional perusahaan dan mendukung pengembangan jaringan pelayanan.

Apakah pemerintah daerah masih mendukung AMDT?

Pemkab PPU tetap mendukung pembangunan jaringan perpipaan melalui APBD, dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Untuk penyertaan modal, pemerintah masih melihat kondisi fiskal.

Sumber Informasi

Informasi utama artikel ini telah tayang sebelumnya di YouTube Balikpapantv_Official dengan judul “BUPATI MINTA PELANGGAN BISA CICIL TUNGGAKAN AIR”.

Keterangan tambahan mengenai nilai tunggakan, jumlah pelanggan penunggak, opsi cicilan, serta kondisi pembiayaan Perumda AMDT diperoleh dari pemberitaan media lokal pada September 2026.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Perumda AMDT air bersih Mudyat Noor ppu