Krisis Air Mengancam Semangka PPU, 35 Hektare Disuplai 45 Ribu Liter Sehari

Ahla Najwa • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 11:08 WIB
Wadah penampungan air disiapkan untuk membantu irigasi lahan semangka terdampak kekeringan. (DOK. AHMAD/KP)
Wadah penampungan air disiapkan untuk membantu irigasi lahan semangka terdampak kekeringan. (DOK. AHMAD/KP)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Kekeringan membuat air saluran Babulu Darat payau, sehingga irigasi 35 hektare semangka PPU dialihkan memakai air bersih.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kekeringan mengganggu pengairan 35 hektare lahan semangka di Babulu Darat, Penajam Paser Utara, sehingga Distan PPU dan BWS IV Samarinda menyalurkan air bersih.

Bukan sekadar soal tanaman yang membutuhkan air. Bagi petani, keterlambatan penyiraman pada fase pertumbuhan bisa berujung pada turunnya produksi dan pendapatan. Ces!

Mengapa lahan semangka di Babulu Darat membutuhkan pasokan air darurat?

Masalah bermula ketika air baku pada saluran sekunder di wilayah Babulu Darat mengering. Air yang masih tersisa kemudian berubah menjadi payau sehingga tidak layak digunakan untuk menyiram tanaman semangka.

Kondisi tersebut berdampak pada lahan yang dikelola Kelompok Tani Setia Abadi dan Kelompok Tani Makmur Raya. Total lahan yang menjadi sasaran pasokan air mencapai 35 hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, mengatakan tanaman semangka di lokasi tersebut berusia sekitar 21 hingga 45 hari setelah tanam.

Usia tanaman menjadi bagian penting dalam penanganan ini karena kebutuhan air harus tetap dipenuhi ketika sumber irigasi utama tidak dapat digunakan.

Berapa kebutuhan air untuk menyiram 35 hektare semangka?

Distan PPU menyebut kebutuhan air bersih di kawasan tersebut rata-rata mencapai sembilan tangki setiap hari. Setiap tangki memiliki kapasitas 5.000 liter.

Jika dihitung berdasarkan kapasitas tersebut, kebutuhan distribusi mencapai 45.000 liter atau 45 meter kubik air per hari.

Angka itu menunjukkan skala dukungan yang diperlukan untuk mempertahankan pengairan lahan selama sumber air utama belum dapat dimanfaatkan. Petani juga telah memiliki wadah penampungan serta selang atau pipa, sehingga air dari mobil tangki dapat dialirkan ke area tanaman.

Ketersediaan sarana pendukung di tingkat kelompok tani menjadi bagian penting dalam distribusi. Bantuan air tidak hanya bergantung pada jumlah air yang tersedia, tetapi juga pada kemampuan menyalurkannya ke lahan.

Baca Juga: Satlantas Polres PPU Borong Dua Juara di Lomba Polcil dan Mural Polda Kaltim

Seberapa besar risiko terhadap produksi semangka?

Dalam kondisi normal, potensi produksi semangka pada kelompok tani tersebut disebut mencapai sekitar 30 ton per hektare.

Dengan luas lahan 35 hektare, potensi produksi secara matematis berada di kisaran 1.050 ton apabila produktivitas normal tersebut tercapai di seluruh area.

Namun, angka itu bukan proyeksi hasil panen aktual. Distan PPU menemukan gejala cekaman air yang dinilai berpotensi menurunkan produksi.

Cekaman air membuat persoalan kekeringan menjadi lebih dari sekadar gangguan irigasi. Tanaman yang sedang tumbuh membutuhkan pasokan air yang memadai, sementara petani juga harus menjaga agar biaya dan tenaga tambahan untuk mendapatkan air tidak semakin membebani usaha tani.

Gunawan menyebut penyaluran air tersebut merupakan bagian dari langkah penanganan setelah PPU ditetapkan sebagai wilayah darurat bencana hidrometeorologi.

Apa yang dilakukan pemerintah untuk mencegah kerugian petani?

Distan PPU bekerja sama dengan BWS IV Samarinda untuk menyediakan air bersih yang digunakan khusus bagi kebutuhan irigasi dan penyiraman tanaman semangka.

Langkah ini diarahkan untuk mempertahankan produksi hortikultura sekaligus menekan potensi kerugian petani akibat kekeringan. Distan PPU juga tidak hanya memusatkan perhatian pada dua kelompok tani tersebut.

Investigasi lanjutan dilakukan terhadap laporan gangguan pada komoditas hortikultura di sejumlah kecamatan. Pemetaan mencakup kebutuhan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan, pipa, dan selang air.

Konteks infrastrukturnya juga penting. Pada 2024, pemerintah meresmikan bangunan penyedia air baku Bendung Babulu di Desa Gunung Intan, Kecamatan Babulu. Infrastruktur tersebut disebut diproyeksikan mendukung kebutuhan air masyarakat sekitar dan mengairi sekitar 328 hektare sawah.

Artinya, pengelolaan sumber air di kawasan Babulu memiliki fungsi yang lebih luas daripada satu komoditas. Ketika pasokan air terganggu pada musim kering, kebutuhan pertanian ikut bersinggungan dengan kapasitas infrastruktur air yang tersedia.

Baca Juga: Jadwal Dokter Spesialis RSUD RAPB PPU Terbaru, Catat Harinya

Poin Penting

Insight Redaksi

Krisis air di Babulu Darat memperlihatkan bagaimana kekeringan dapat bergerak dari persoalan sumber daya menjadi risiko ekonomi bagi petani. Semangka memiliki siklus produksi yang membutuhkan pengelolaan air secara konsisten. Ketika sumber irigasi berubah payau, pemerintah harus mengalihkan pola distribusi melalui mobil tangki dan sarana penampungan petani. Dalam jangka lebih panjang, pemetaan sumber air, jaringan perpipaan, akses distribusi, serta kesiapan menghadapi musim kering menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan hortikultura PPU.

Pasokan air darurat perlu berjalan bersama pemetaan kebutuhan setiap kelompok tani. Data luas lahan, usia tanaman, kebutuhan harian, akses jalan, kapasitas penampungan, dan sumber air alternatif dapat menjadi dasar penanganan yang lebih terukur ketika kekeringan kembali terjadi.

Jika informasi ini terasa berguna, bagikan artikel ini agar informasi tentang kondisi pertanian dan kebutuhan air di PPU menjangkau lebih banyak pembaca. Pantau terus kabar terbaru Kalimantan Timur bersama BalikpapanTV.id, teman update setia yang hadir bukan sekadar membawa berita biasa.

FAQ

1. Mengapa tanaman semangka di Babulu Darat membutuhkan air bersih?

Karena air baku pada saluran sekunder mengering, sementara air yang tersisa berubah payau dan tidak layak digunakan untuk penyiraman tanaman.

2. Berapa luas lahan semangka yang mendapat bantuan?

Total lahan yang menjadi sasaran bantuan mencapai 35 hektare, dikelola Kelompok Tani Setia Abadi dan Kelompok Tani Makmur Raya.

3. Berapa kebutuhan air per hari?

Kebutuhan rata-rata mencapai sembilan tangki berkapasitas 5.000 liter, atau sekitar 45.000 liter air per hari.

4. Berapa potensi produksi semangka dalam kondisi normal?

Distan PPU menyebut potensi produksi sekitar 30 ton per hektare dalam kondisi normal. Angka tersebut bukan hasil panen aktual karena cekaman air berpotensi menurunkan produksi.

5. Apakah komoditas lain ikut diperiksa?

Ya. Distan PPU memproses investigasi lanjutan terhadap laporan gangguan pada komoditas hortikultura di sejumlah kecamatan.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Air Berubah Payau, Distan PPU dan BWS IV Samarinda Bantu Irigasi Lahan Semangka”, oleh Ahmad Maki. Di-update kembali dengan angle, konteks, dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
semangka Babulu Darat kekeringan ppu