Satlantas Polres PPU Borong Dua Juara di Lomba Polcil dan Mural Polda Kaltim

Ahla Najwa • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 19:18 WIB
Kasatlantas Polres PPU AKP Dedik Indria Prasetyo menerima penghargaan lomba HUT ke-71 Satlantas 2026 dari Kapolda Kaltim. (Dok.Humas Polres PPU)
Kasatlantas Polres PPU AKP Dedik Indria Prasetyo menerima penghargaan lomba HUT ke-71 Satlantas 2026 dari Kapolda Kaltim. (Dok.Humas Polres PPU)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Satlantas Polres PPU meraih juara pertama Polcil dan mural tingkat Polda Kaltim dalam rangkaian HUT Lalu Lintas ke-71.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Satlantas Polres Penajam Paser Utara meraih dua juara pertama dalam lomba Polisi Cilik dan mural tingkat Polda Kaltim pada rangkaian HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.

Dua capaian itu datang dari bidang yang berbeda, tetapi membawa pesan serupa: edukasi keselamatan lalu lintas bisa disampaikan melalui kedisiplinan anak dan karya kreatif. Ces!

Dua kategori lomba, dua juara pertama untuk PPU

Polres PPU menjadi juara pertama Lomba Polisi Cilik tingkat Polda Kaltim. Posisi berikutnya ditempati Polres Bontang sebagai juara kedua dan Polresta Samarinda sebagai juara ketiga.

Pada kategori mural, Polres PPU kembali berada di posisi pertama. Polres Paser meraih juara kedua, sedangkan Polresta Samarinda menempati juara ketiga.

Pengumuman tersebut berlangsung dalam rangkaian peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di lingkungan Polda Kaltim, Selasa (22/9/2026).

Dua penghargaan tersebut membuat nama PPU menonjol dalam kegiatan yang tidak hanya menilai keterampilan teknis, tetapi juga cara pesan keselamatan berlalu lintas dikemas untuk masyarakat.

Apa yang membuat lomba Polisi Cilik penting bagi pelajar?

Lomba Polisi Cilik bukan sekadar pertunjukan baris-berbaris. Kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak sejak usia sekolah dasar.

Sebelumnya, Satlantas Polres PPU menggelar lomba Polisi Cilik tingkat kabupaten di Gedung Graha Pemuda PPU, Kamis (17/9/2026). Sebanyak 17 SD ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Dalam perlombaan tingkat kabupaten itu, SDN 013 Penajam keluar sebagai juara pertama dan selanjutnya menjadi wakil PPU untuk kompetisi tingkat provinsi. SDN 009 Penajam meraih juara kedua, sedangkan SDN 016 Penajam berada di posisi ketiga.

Bagi anak-anak peserta, latihan tidak berhenti pada kemampuan mengikuti gerakan. Mereka juga diperkenalkan pada budaya tertib berlalu lintas yang diharapkan dapat terbawa ke lingkungan sekolah, keluarga, dan ruang publik.

Dari sekolah menuju budaya keselamatan di jalan

Program Polisi Cilik memiliki kaitan langsung dengan upaya membangun kebiasaan berlalu lintas sejak usia dini.

Satlantas Polres PPU sebelumnya juga menggandeng sekolah dasar melalui kegiatan peningkatan mutu kepala satuan pendidikan. Program yang dibahas mencakup sosialisasi keselamatan berlalu lintas, penguatan Polisi Cilik, hingga pengembangan Patroli Keamanan Sekolah atau PKS.

Pendekatan seperti ini menempatkan sekolah sebagai ruang awal pembentukan perilaku tertib di jalan. Anak tidak hanya menjadi penerima sosialisasi, tetapi dapat ikut membawa pesan keselamatan kepada teman sebaya dan lingkungan sekolah.

Kasat Lantas Polres PPU AKP Dedik I. Prasetyo sebelumnya menyampaikan bahwa peserta Polisi Cilik juga diharapkan memahami penggunaan helm standar dan memiliki kesadaran untuk menjaga keselamatan dirinya sendiri.

Baca Juga: Kasus ISPA di PPU Tembus 2.364, Pemantauan Kualitas Udara Diperketat

Mengapa penghargaan mural ikut menjadi perhatian?

Berbeda dengan Polisi Cilik yang melibatkan keterampilan kelompok pelajar, lomba mural memberi ruang bagi pesan keselamatan lalu lintas disampaikan melalui karya visual.

Polda Kaltim menetapkan Polres PPU sebagai juara pertama kategori mural. Polres Paser berada di posisi kedua dan Polresta Samarinda di posisi ketiga.

Karya visual memiliki ruang komunikasi yang berbeda. Pesan mengenai keselamatan jalan dapat hadir melalui gambar dan simbol yang lebih mudah ditemui masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Karena itu, kemenangan pada kategori mural melengkapi pendekatan edukasi lalu lintas yang dilakukan melalui Polisi Cilik. Satu menggunakan kegiatan langsung bersama pelajar, sementara lainnya mengandalkan medium visual.

Dua penghargaan ini membawa pesan apa untuk PPU?

Capaian ganda tersebut memperlihatkan bahwa edukasi lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan penindakan terhadap pelanggaran.

Dalam peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 di Polda Kaltim, Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro menekankan pentingnya menempatkan masyarakat sebagai mitra dalam menciptakan keselamatan jalan.

Pendekatan itu juga menempatkan dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat luas sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan.

Untuk PPU, keberhasilan Polisi Cilik dan mural memberi dua pintu masuk yang berbeda. Anak-anak belajar melalui latihan dan kedisiplinan, sedangkan masyarakat dapat menerima pesan keselamatan melalui karya kreatif.

Pada akhirnya, penghargaan bukan hanya soal posisi juara. Nilai yang lebih panjang berada pada bagaimana kegiatan tersebut terus digunakan untuk membangun kebiasaan tertib di jalan.

Baca Juga: Paser Pacu Investasi, Tata Ruang dan Perizinan Jadi Kunci Pembuka Peluang Usaha

Poin Penting:

Insight Redaksi

Dua penghargaan PPU menunjukkan bahwa pesan keselamatan lalu lintas dapat dibangun melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Polisi Cilik menyentuh dunia pendidikan dan pembentukan kebiasaan anak, sedangkan mural memanfaatkan kekuatan komunikasi visual. Jika diteruskan secara konsisten melalui sekolah dan ruang publik, kegiatan seperti ini dapat menjadi bagian dari budaya keselamatan lalu lintas di PPU, bukan hanya agenda perlombaan tahunan.

Penghargaan boleh menjadi kabar baik hari ini. Tetapi pesan keselamatan akan terasa lebih berarti ketika kebiasaan tertib ikut tumbuh di jalan-jalan PPU. Bagikan artikel ini kepada keluarga, guru, atau komunitas agar informasi keselamatan lalu lintas terus bergerak bersama masyarakat.

FAQ

1. Siapa yang meraih juara pertama Lomba Polisi Cilik tingkat Polda Kaltim?

Polres Penajam Paser Utara menjadi juara pertama, disusul Polres Bontang dan Polresta Samarinda.

2. Siapa yang menjadi juara pertama lomba mural?

Polres Penajam Paser Utara meraih juara pertama kategori mural, diikuti Polres Paser dan Polresta Samarinda.

3. Berapa sekolah yang mengikuti Lomba Polisi Cilik di PPU?

Sebanyak 17 sekolah dasar se-Kabupaten PPU mengikuti Lomba Polisi Cilik tingkat kabupaten pada 17 September 2026.

4. Apa tujuan utama program Polisi Cilik?

Program tersebut menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan disiplin, kepatuhan terhadap aturan, dan keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

5. Kapan peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 berlangsung?

Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun 2026 berlangsung dalam rangkaian kegiatan Polda Kaltim pada September 2026.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Sat Lantas Polres PPU Borong Penghargaan Lomba Polcil dan Mural se-Polda Kaltim”. Di-update kembali dengan angle, konteks lokal, dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Polisi Cilik keselamatan lalu lintas polda kaltim polres ppu