17 SD Adu Kekompakan di Lomba Pocil PPU, Juara 1 Siap Wakili Kaltim

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 17:45 WIB
Sebanyak 17 SD di PPU mengikuti Lomba Polisi Cilik untuk melatih disiplin, kekompakan, dan tertib berlalu lintas sejak dini. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)
Sebanyak 17 SD di PPU mengikuti Lomba Polisi Cilik untuk melatih disiplin, kekompakan, dan tertib berlalu lintas sejak dini. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Sebanyak 17 SD di PPU mengikuti lomba Polisi Cilik untuk melatih disiplin, kekompakan, dan tertib berlalu lintas sejak dini.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Derap langkah dan gerakan baris-berbaris menjadi perhatian di Gedung Graha Pemuda Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kamis 17 September 2026. Sebanyak 17 sekolah dasar mengirimkan peserta dalam Lomba Polisi Cilik (Pocil) yang digelar Satlantas Polres PPU untuk memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71.

Bagi anak-anak yang ikut, lapangan lomba bukan sekadar tempat menunjukkan gerakan paling kompak. Mereka juga berlatih mengikuti instruksi, menjaga formasi, menyesuaikan gerakan dengan kelompok, sekaligus belajar disiplin dalam sebuah tim.

17 SD, Satu Lapangan, Adu Kekompakan

Lomba Pocil tingkat Kabupaten PPU diikuti 17 SD negeri maupun swasta. Peserta diuji melalui sejumlah materi yang berkaitan dengan kemampuan baris-berbaris dan kerja sama kelompok.

Kasat Lantas Polres PPU AKP Dedik I. Prasetyo mengatakan aspek penilaian mencakup kekompakan, kedisiplinan, keseragaman, formasi hingga busana yang digunakan peserta.

Juri juga disebut telah mengucapkan sumpah untuk menjaga netralitas dalam proses penilaian. Dengan begitu, setiap sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan pasukannya di hadapan dewan juri.

Bukan hanya gerakan yang harus tepat. Anak-anak juga dituntut menjaga keseragaman dan mengikuti instruksi secara bersama-sama. Di sinilah latihan baris-berbaris bertemu dengan pembelajaran kerja sama yang sederhana, tetapi nyata.

Bukan Sekadar Lomba Baris-Berbaris

Polres PPU menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mengenalkan nilai disiplin dan budaya tertib berlalu lintas sejak usia sekolah dasar.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara menyebut kegiatan Polisi Cilik menjadi ruang bagi anak-anak untuk memperoleh pengalaman positif melalui disiplin, kerja sama dan kekompakan. Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kedekatan antara polisi dan pelajar.

Pendekatan seperti ini membuat lomba memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar mencari kelompok dengan gerakan terbaik. Anak-anak diperkenalkan pada aturan melalui kegiatan yang mereka jalani sendiri.

Untuk pembaca di PPU, pesan sederhananya adalah budaya tertib lalu lintas tidak hanya dimulai ketika seseorang sudah menjadi pengendara. Pengenalan tentang disiplin dan kepatuhan aturan juga dapat dibangun sejak masih berada di bangku sekolah.

Juara Pertama Bawa Nama PPU ke Tingkat Kaltim

Persaingan di tingkat kabupaten menjadi tahap awal sebelum peserta terbaik melanjutkan perjalanan ke kompetisi yang lebih tinggi.

AKP Dedik menjelaskan hanya juara pertama yang akan menjadi perwakilan PPU pada lomba tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Jika kembali menjadi juara pertama di tingkat provinsi, wakil tersebut berpeluang melanjutkan kompetisi hingga tingkat nasional.

Hasil perlombaan tingkat Kabupaten PPU kemudian menetapkan SDN 013 Penajam sebagai juara pertama. Sekolah tersebut berhak membawa nama PPU dalam kompetisi Polisi Cilik tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Artinya, bagi peserta, lomba yang berlangsung sehari itu menjadi bagian dari proses yang lebih panjang. Setelah bersaing dengan 16 sekolah lainnya, juara pertama masih harus menghadapi perwakilan dari kabupaten dan kota lain di Kaltim.

Baca Juga: Paser Pacu Investasi, Tata Ruang dan Perizinan Jadi Kunci Pembuka Peluang Usaha

Dari Formasi di Lapangan ke Kebiasaan Sehari-hari

Nilai yang dibangun melalui Polisi Cilik sebenarnya cukup dekat dengan kehidupan siswa. Mengikuti aba-aba, datang sesuai jadwal latihan, menjaga kekompakan dan mematuhi aturan merupakan kebiasaan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Satlantas Polres PPU juga menjalankan pengembangan Patroli Keamanan Sekolah (PKS) sebagai bagian dari upaya membangun kader pelajar yang membantu menjaga ketertiban dan keselamatan lalu lintas di lingkungan sekolah. Program tersebut direncanakan berjalan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Karena itu, lomba Pocil tidak berdiri sendiri. Kegiatan semacam ini menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan keselamatan lalu lintas kepada anak dengan cara yang lebih dekat dengan aktivitas mereka.

Bagi 17 sekolah yang ikut, pengalaman paling penting bukan hanya soal siapa yang membawa pulang piala. Mereka mendapatkan pengalaman bekerja sebagai satu kelompok, mengikuti aturan dan tampil bertanggung jawab di depan orang lain.

Poin Penting

Insight Redaksi

Lomba Pocil menunjukkan bahwa pendidikan tertib lalu lintas bisa dimulai dari pengalaman yang sederhana: mengikuti aba-aba, menghargai aturan, dan bergerak sebagai tim. Di PPU, kegiatan ini menarik karena disiplin tidak hanya disampaikan sebagai teori, tetapi dilatih langsung oleh anak-anak. Tantangannya kini adalah menjaga nilai tersebut tetap hidup setelah perlombaan selesai.

Dari lapangan lomba ke jalan sekolah, kebiasaan kecil justru bisa menjadi bekal penting.

Untuk sekolah dan orang tua di PPU, latihan disiplin akan lebih bermakna jika kebiasaan tertib yang dibangun saat lomba terus dibawa ke aktivitas sehari-hari.

Bagikan artikel ini kepada keluarga atau teman yang ingin melihat bagaimana edukasi keselamatan lalu lintas dikenalkan kepada pelajar PPU.

Ikuti terus kabar pendidikan dan kehidupan masyarakat PPU bersama Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Lomba Polisi Cilik di PPU?

Lomba Polisi Cilik merupakan kompetisi pelajar SD yang menguji kemampuan baris-berbaris sekaligus menjadi sarana mengenalkan disiplin, kerja sama dan budaya tertib berlalu lintas.

2. Berapa sekolah yang mengikuti lomba?

Sebanyak 17 SD negeri dan swasta se-Kabupaten Penajam Paser Utara mengikuti perlombaan tersebut.

3. Apa saja yang dinilai dalam lomba?

Penilaian mencakup formasi, kekompakan, kedisiplinan, keseragaman dan busana peserta.

4. Siapa yang mewakili PPU ke tingkat Provinsi Kaltim?

SDN 013 Penajam menjadi juara pertama dan berhak mewakili PPU pada kompetisi tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

5. Apa tujuan utama kegiatan Polisi Cilik?

Selain kompetisi, kegiatan ini diarahkan untuk menanamkan disiplin, kerja sama, kekompakan serta budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Polisi Cilik ppu lalu lintas pendidikan