Paser Pacu Investasi, Tata Ruang dan Perizinan Jadi Kunci Pembuka Peluang Usaha

Ahla Najwa • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 07:21 WIB
Asisten Perekonomian Paser Adi Maulana mendorong penguatan tata ruang dan perizinan untuk menarik investasi. (DOK. NAJIB/KP)
Asisten Perekonomian Paser Adi Maulana mendorong penguatan tata ruang dan perizinan untuk menarik investasi. (DOK. NAJIB/KP)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Paser mendorong investasi dengan memperkuat tata ruang dan perizinan, sekaligus menyiapkan proyek potensial untuk membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kabupaten Paser mendorong percepatan investasi melalui penguatan tata ruang, kemudahan perizinan, dan penyiapan proyek yang siap ditawarkan kepada investor.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah daerah memperkuat ekonomi dan menarik penanaman modal. Namun, kesiapan lahan, infrastruktur, serta kejelasan kewenangan perizinan masih menjadi pekerjaan penting.

 

Peluang investasi bukan hanya soal modal yang masuk, Ces! Ada lapangan kerja, aktivitas usaha, dan potensi ekonomi lokal yang ikut dipertaruhkan.

 

Mengapa Paser ingin mempercepat investasi?

Investasi menjadi salah satu instrumen untuk mendorong transformasi ekonomi Kabupaten Paser, meningkatkan daya saing, menciptakan lapangan kerja, serta memberi nilai tambah bagi sumber daya lokal.

Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Paser, Adi Maulana, saat menghadiri High Level Meeting Regional Investor Relations Unit (RIRU) Kalimantan Timur 2026 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda, Rabu, 16 September 2026.

Dalam forum tersebut, Pemkab Paser memaparkan kondisi investasi daerah sekaligus tantangan yang perlu ditangani agar peluang penanaman modal dapat berkembang.

Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi peluang strategis bagi Kalimantan Timur. Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mendorong pemerintah daerah memperkuat sinergi serta menyiapkan kebutuhan investasi, termasuk tata ruang, lahan, dan perizinan.

 

Berapa realisasi investasi Paser?

Realisasi investasi Kabupaten Paser pada 2025 tercatat sebesar Rp2,76 triliun dari target Rp5 triliun.

Pada semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp739,93 miliar, sedangkan target sepanjang tahun ditetapkan sebesar Rp5,4 triliun.

Angka tersebut menunjukkan jarak antara realisasi yang telah tercatat dan target investasi daerah. Namun, capaian semester pertama belum menggambarkan keseluruhan hasil investasi selama 2026.

Pemkab Paser juga menyampaikan bahwa terdapat investasi yang sudah berjalan, tetapi belum seluruhnya tercatat dalam data realisasi daerah. Salah satu faktor yang disebut adalah persoalan regulasi dan kewenangan perizinan.

Baca Juga: Bocah SD di PPU Tampil Berani Jadi Polisi Cilik, Ada Misi di Baliknya

 

Apa kendala yang dihadapi investor di Paser?

Salah satu persoalan yang disoroti adalah keterbatasan kewenangan pemerintah kabupaten dalam menerbitkan perizinan. Dalam sejumlah proses, pemerintah daerah hanya memiliki kewenangan memberikan rekomendasi.

Kondisi tersebut berpengaruh pada proses penanaman modal dan pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Akibatnya, aktivitas investasi yang telah berlangsung belum tentu seluruhnya tercermin dalam data resmi daerah.

Di luar perizinan, ketersediaan infrastruktur pendukung juga menjadi tantangan. Paser masih memerlukan dukungan kawasan industri, pelabuhan, dan akses transportasi untuk menunjang kegiatan usaha serta pergerakan barang.

Bagi pelaku usaha, kepastian proses perizinan dan dukungan infrastruktur merupakan bagian penting dalam mempertimbangkan pelaksanaan proyek.

 

Bagaimana tata ruang bisa membantu membuka peluang usaha?

Tata ruang membantu menentukan kesesuaian pemanfaatan lahan dengan rencana pembangunan dan kegiatan usaha. Kejelasan rencana ruang dapat menjadi salah satu landasan bagi pemerintah dan investor dalam menyiapkan proyek.

Paser tengah mendorong penyelesaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA), yaitu layanan perizinan berusaha berbasis risiko.

Integrasi tersebut menjadi salah satu hal yang diharapkan Pemkab Paser untuk mendukung proses perizinan. Pemerintah daerah juga meminta harmonisasi kewenangan antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat.

Sebelumnya, pada 2 September 2026, Pemkab Paser menggelar konsultasi publik pertama revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Pembahasan itu diarahkan untuk mengoptimalkan posisi Paser sebagai mitra strategis IKN sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Proyek apa saja yang berpotensi menarik investor?

Paser memiliki sejumlah potensi investasi yang tengah didorong untuk dikembangkan. Salah satunya pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF), yaitu bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan industri semen.

Potensi lainnya berada pada sektor perkebunan kelapa sawit serta proyek-proyek yang sedang disiapkan melalui skema Investment Project Ready to Offer (IPRO).

IPRO merupakan penyiapan proyek investasi agar dapat ditawarkan secara lebih konkret kepada calon investor. Kesiapan proyek menjadi bagian penting karena investor memerlukan gambaran mengenai peluang, lokasi, serta kebutuhan pelaksanaan usaha.

Pemkab Paser juga membangun komunikasi dengan kalangan dunia usaha, termasuk Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), untuk mendorong masuknya investasi dan pengembangan sektor riil.

Baca Juga: Data Mikro Kampung KB PPU Jadi Kunci, Website Masih Hadapi Tantangan Operasional

 

Apa dukungan yang diminta dari pemerintah pusat dan provinsi?

Pemkab Paser berharap dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam beberapa hal, terutama percepatan kawasan industri, penyelesaian RDTR yang terintegrasi dengan OSS-RBA, serta harmonisasi kewenangan perizinan.

Dukungan tersebut berkaitan dengan kebutuhan daerah untuk menyiapkan proyek dan memperkuat iklim usaha. Ketersediaan infrastruktur dan kepastian proses juga menjadi bagian dari kesiapan investasi.

Dalam forum RIRU Kaltim 2026, pemerintah provinsi turut menekankan pentingnya penyelesaian RTRW dan RDTR serta penguatan proyek IPRO agar potensi daerah dapat ditawarkan kepada investor secara lebih konkret.

Pertemuan tersebut ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama implementasi Road Map Investasi RIRU Kaltim 2026.

 

Apa arti percepatan investasi bagi masyarakat Paser?

Investasi daerah berkaitan dengan peluang kerja, kebutuhan tenaga kerja, serta aktivitas pelaku usaha yang mendukung operasional proyek. Dampaknya bergantung pada jenis investasi, kesiapan pelaksanaan, dan keterlibatan sumber daya lokal.

Karena itu, pembenahan tata ruang dan perizinan perlu berjalan bersama kesiapan infrastruktur serta proyek yang jelas. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya agar peluang penanaman modal dapat diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi nyata.

Bagi masyarakat, perkembangan investasi Paser layak dicermati bukan hanya melalui nilai rupiah yang diumumkan, tetapi juga melalui realisasi proyek, kesempatan kerja, dan keterlibatan usaha lokal.

Poin Penting

Insight Redaksi

Percepatan investasi tidak berhenti pada upaya menarik minat investor. Ukuran penting berikutnya adalah kesiapan proyek, kepastian proses perizinan, dan kemampuan menghubungkan kegiatan usaha dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi Paser, pembenahan tata ruang, dukungan infrastruktur, serta koordinasi antarpemerintahan menjadi bagian yang saling berkaitan. Dampak ekonomi akan lebih mudah dirasakan ketika proyek benar-benar berjalan dan membuka ruang bagi tenaga kerja maupun pelaku usaha lokal.

Ces, perkembangan investasi Paser menarik untuk terus diikuti, terutama bagaimana rencana dan komitmen tersebut berkembang menjadi proyek nyata yang memberi manfaat bagi daerah.

Bagikan artikel ini kepada teman atau keluarga yang ingin mengikuti perkembangan ekonomi dan peluang usaha di Kalimantan Timur.

Balikpapan TV hadir menemani dengan informasi daerah yang dekat, mudah dipahami, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

FAQ

1. Berapa realisasi investasi Kabupaten Paser pada 2025?

Realisasi investasi Paser pada 2025 mencapai Rp2,76 triliun dari target Rp5 triliun

2. Berapa realisasi investasi Paser pada semester I 2026?

Nilainya tercatat Rp739,93 miliar dari target investasi 2026 sebesar Rp5,4 triliun.

3. Apa kendala investasi di Kabupaten Paser?

Kendala yang disampaikan pemerintah daerah meliputi keterbatasan kewenangan perizinan serta infrastruktur pendukung, seperti kawasan industri, pelabuhan, dan akses transportasi.

4. Apa potensi investasi yang dimiliki Paser?

Potensi yang disebutkan antara lain pengolahan sampah menjadi RDF, perkebunan kelapa sawit, dan proyek investasi yang disiapkan melalui IPRO.

 

5. Apa yang diharapkan Pemkab Paser dari pemerintah pusat dan provinsi?

Pemkab Paser berharap percepatan kawasan industri, penyelesaian RDTR yang terintegrasi dengan OSS-RBA, serta harmonisasi kewenangan perizinan.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Paser Percepat Investasi melalui Penguatan Tata Ruang dan Perizinan”, Oleh M. Najib. di-update kembali dengan angle dan style BalikpapanTV.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kabupaten Paser Tata Ruang Ekonomi Kaltim investasi