Bocah SD di PPU Tampil Berani Jadi Polisi Cilik, Ada Misi di Baliknya

Ahla Najwa • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 11:58 WIB
LOMBA POLISI CILIK: Ratusan siswa SD mengikuti launching PKS dalam rangka HUT Polisi Lalu Lintas ke-71. (DOK. AHMAD MAKI/KP)
LOMBA POLISI CILIK: Ratusan siswa SD mengikuti launching PKS dalam rangka HUT Polisi Lalu Lintas ke-71. (DOK. AHMAD MAKI/KP)

Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: Polisi Cilik di PPU menjadi ruang belajar disiplin, kekompakan, keselamatan lalu lintas, sekaligus mendekatkan polisi dengan anak.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Ratusan siswa SD di Penajam Paser Utara (PPU) mengikuti Lomba Polisi Cilik yang digelar Satlantas Polres PPU di Graha Pemuda Penajam, Kamis (17/9/2026), sekaligus menjadi bagian peringatan HUT Polisi Lalu Lintas ke-71.

Bagi sebagian anak, sosok polisi mungkin masih identik dengan seragam dan aturan. Namun, lewat Polisi Cilik atau Pocil, jarak itu coba dibuat lebih dekat. Anak-anak tidak hanya belajar tampil kompak, tetapi juga mengenal disiplin dan keselamatan lalu lintas dengan cara yang lebih menyenangkan, Ces!

Dari Seragam Polisi Cilik, Anak Belajar Lebih dari Sekadar Baris-Berbaris

Lomba Pocil tingkat SD se-PPU tahun ini diikuti 17 sekolah. Peserta mengikuti lomba baris-berbaris dan kreativitas formasi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Satlantas Polres PPU.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menanamkan disiplin, kerja sama dan kekompakan kepada anak-anak.

"Tujuan kami adalah untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan pada anak-anak melalui penanaman disiplin, kerja sama, kekompakan, dan tentunya yang terakhir adalah untuk mendekatkan diri polisi dengan anak-anak," ujar Andreas.

Jumlah peserta tahun ini juga disebut meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Setiap sekolah rata-rata mengirim sekitar 25 siswa yang direkrut berdasarkan minat melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Artinya, kegiatan Pocil tidak berhenti pada penampilan lomba. Anak-anak mendapatkan pengalaman bekerja dalam kelompok, mengikuti instruksi dan menjalankan tugas bersama.

Kenapa Polisi Cilik Dibentuk di Sekolah?

Ada persoalan lain yang ingin dijawab melalui kegiatan tersebut, yakni bagaimana membuat anak lebih dekat dengan sosok polisi.

Andreas menyebut masih ada anak-anak yang merasa takut terhadap polisi. Karena itu, kegiatan Pocil diarahkan untuk mengubah cara pandang tersebut sehingga polisi dapat dikenal sebagai sahabat sekaligus pihak yang memberikan edukasi keselamatan.

Pendekatan serupa juga menjadi bagian dari program edukasi lalu lintas Polri secara lebih luas. Korlantas Polri menyebut Polisi Cilik sebagai salah satu sarana mengenalkan budaya keselamatan lalu lintas sejak usia dini.

Di PPU sendiri, Satlantas sebelumnya telah menggandeng sekolah dasar untuk memperkuat edukasi keselamatan lalu lintas, termasuk penguatan program Pocil dan pembentukan Patroli Keamanan Sekolah (PKS).

Jadi, seragam Pocil yang dikenakan anak-anak bukan sekadar atribut lomba. Ada pesan pendidikan lalu lintas dan pembentukan karakter yang dibawa bersamaan.

PKS PPU Jadi Langkah Berikutnya Setelah Polisi Cilik

Momentum lomba tahun ini juga dirangkai dengan peresmian Patroli Keamanan Sekolah atau PKS tingkat SD.

Program tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten PPU melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Para siswa yang tergabung dalam PKS nantinya membantu pengaturan lalu lintas di lingkungan sekolah masing-masing dengan pendampingan langsung dari Satlantas Polres PPU.

Kasat Lantas Polres PPU AKP Dedik menjelaskan setiap sekolah direncanakan memiliki satu peleton PKS. Anggotanya akan menjalankan tugas secara bergantian.

Konsep ini membuat edukasi keselamatan lalu lintas lebih dekat dengan aktivitas harian siswa. Lingkungan sekolah menjadi tempat pertama bagi anak untuk belajar mengenali aturan, menjaga keselamatan dan memahami peran orang lain di jalan.

Baca Juga: Data Mikro Kampung KB PPU Jadi Kunci, Website Masih Hadapi Tantangan Operasional

Bukan Menggantikan Polisi, tetapi Mengenalkan Keselamatan

Peran siswa dalam PKS perlu dipahami sebagai bagian dari edukasi dan pendampingan di lingkungan sekolah, bukan menggantikan kewenangan petugas lalu lintas.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kaltim Kompol Ropiyani menjelaskan pembentukan Pocil dan PKS merupakan program berjenjang dari Korlantas Polri hingga jajaran polres. Fokus utamanya adalah edukasi keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

Pola tersebut sejalan dengan pendekatan Korlantas yang menempatkan anak sebagai kelompok yang perlu mendapatkan pembelajaran keselamatan sesuai usianya. Edukasi sejak dini diharapkan membantu membentuk kebiasaan tertib sebelum anak tumbuh menjadi pengguna jalan yang lebih aktif.

Bagi PPU, kehadiran Pocil dan PKS sekaligus mempertemukan tiga ruang pendidikan anak: sekolah, keluarga dan lingkungan lalu lintas.

Dari Panggung Lomba ke Kebiasaan Sehari-hari

Atraksi baris-berbaris memang menjadi bagian yang paling mudah terlihat. Gerakan serempak, formasi dan kekompakan membuat anak-anak tampil percaya diri di hadapan dewan juri.

Namun, nilai yang dibawa pulang jauh lebih panjang daripada durasi perlombaan.

Disiplin mengikuti instruksi, bekerja bersama teman, mengenali aturan dan memahami keselamatan merupakan kebiasaan yang dapat diterapkan di luar arena lomba. Korlantas juga menempatkan pembinaan Pocil sebagai bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Di titik ini, Polisi Cilik bukan hanya soal anak memakai seragam polisi. Program tersebut menjadi cara sederhana memperkenalkan aturan kepada anak melalui pengalaman yang dekat dengan dunia mereka.

Baca Juga: 17 SD PPU Adu Disiplin di Lomba Polisi Cilik, PKS Jadi Kelanjutan

Poin Penting:

Insight Redaksi

Anak-anak yang berdiri dalam barisan Pocil sedang belajar sesuatu yang lebih besar daripada sekadar gerakan serempak. Mereka diperkenalkan pada disiplin, kerja sama dan keselamatan melalui pengalaman yang sesuai dengan dunia sekolah. Di PPU, kehadiran PKS memperluas pembelajaran itu ke lingkungan sekolah sehari-hari. Ketika polisi hadir sebagai pendamping dan edukator, ruang perjumpaan anak dengan aturan lalu lintas pun bisa terasa lebih dekat dan mudah dipahami.

Kalau informasi tentang kegiatan anak, sekolah, dan keselamatan lalu lintas di PPU terasa berguna, bagikan artikel ini agar semakin banyak keluarga mengetahui program tersebut. Ces, cerita berikutnya bisa jadi datang dari lingkungan sekolah yang paling dekat.

FAQ

1. Apa itu Polisi Cilik?

Polisi Cilik atau Pocil merupakan program pembinaan anak yang antara lain mengenalkan disiplin, kekompakan dan keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

2. Berapa sekolah yang mengikuti Lomba Polisi Cilik di PPU?

Sebanyak 17 sekolah tingkat SD berpartisipasi dalam Lomba Polisi Cilik yang digelar Satlantas Polres PPU pada 17 September 2026.

3. Apa itu Patroli Keamanan Sekolah?

Patroli Keamanan Sekolah atau PKS merupakan program yang melibatkan siswa untuk membantu pengaturan lalu lintas di lingkungan sekolah dengan pendampingan Satlantas.

4. Apakah Pocil hanya belajar baris-berbaris?

Tidak. Program Pocil juga berkaitan dengan penanaman disiplin, kerja sama, kekompakan dan edukasi keselamatan berlalu lintas.

5. Mengapa edukasi lalu lintas diberikan sejak usia SD?

Karena budaya keselamatan lalu lintas perlu dibentuk sejak dini melalui kebiasaan dan pemahaman yang sesuai dengan usia anak.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Tak Lagi Takut Sosok Polisi, Aksi Keren Bocah SD di PPU Bikin Kagum Dewan Juri”, oleh Ahmad Maki, dipublikasikan 17 September 2026. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Polisi Cilik Patroli Keamanan Sekolah keselamatan lalu lintas ppu