17 SD PPU Adu Disiplin di Lomba Polisi Cilik, PKS Jadi Kelanjutan

Ahla Najwa • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 07:36 WIB
Peserta Lomba Polisi Cilik antar-SD se-PPU berfoto bersama usai mengikuti kegiatan. (DOK. HUMAS POLRES PPU)
Peserta Lomba Polisi Cilik antar-SD se-PPU berfoto bersama usai mengikuti kegiatan. (DOK. HUMAS POLRES PPU)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Sebanyak 17 SD di PPU mengikuti Lomba Polisi Cilik sebagai ruang belajar disiplin, kekompakan, dan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Sebanyak 17 sekolah dasar di Penajam Paser Utara mengikuti Lomba Polisi Cilik Polres PPU, Kamis (17/9/2026), dalam rangka HUT Lalu Lintas ke-71.

Bukan cuma soal siapa yang paling kompak saat baris-berbaris. Di balik lomba ini, ada upaya membiasakan anak mengenal disiplin, kerja sama, dan keselamatan berlalu lintas sejak sekolah, Ces!

Apa yang membuat 17 SD ikut turun dalam lomba Polisi Cilik?

Polres Penajam Paser Utara menggelar Lomba Polisi Cilik atau Pocil dengan melibatkan 17 sekolah dasar di Kabupaten PPU.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Lalu Lintas ke-71. Para peserta mengikuti sejumlah materi yang menguji kemampuan baris-berbaris, formasi, kekompakan, kedisiplinan, keseragaman, hingga semangat juang.

Bagi siswa, perlombaan menjadi ruang untuk mempraktikkan kebiasaan yang selama ini dibentuk melalui latihan. Instruksi harus diikuti bersama, gerakan perlu seragam, dan setiap anggota tim memiliki peran dalam satu formasi.

Karena itu, nilai yang dibawa dari kegiatan tersebut tidak berhenti ketika perlombaan selesai. Kebiasaan mengikuti aturan dan bekerja sebagai satu tim dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa.

Mengapa disiplin lalu lintas dikenalkan sejak sekolah dasar?

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara mengatakan kegiatan Polisi Cilik menjadi salah satu cara kepolisian memberikan pengalaman positif kepada anak sekaligus membangun kedekatan dengan pelajar.

“Tujuan kami adalah menanamkan nilai kebaikan kepada anak-anak melalui pengalaman disiplin, kerja sama dan kekompakan. Tentunya juga untuk mendekatkan polisi dengan anak-anak,” kata Andreas.

Pendekatan tersebut membuat edukasi lalu lintas tidak hanya berbentuk penyampaian aturan. Anak-anak belajar melalui kegiatan yang membutuhkan ketepatan, kepatuhan terhadap instruksi, serta kemampuan bekerja bersama.

Polres PPU sebelumnya juga menempatkan sekolah sebagai salah satu ruang penting untuk membangun budaya tertib lalu lintas. Program yang disiapkan bersama sekolah mencakup edukasi keselamatan, penguatan Polisi Cilik, hingga pengembangan Patroli Keamanan Sekolah atau PKS.

Setelah lomba, ke mana pembinaan siswa diarahkan?

Polisi Cilik menjadi salah satu bagian dari pembinaan. Polres PPU juga memperkenalkan dan mengembangkan Patroli Keamanan Sekolah untuk memperluas peran pelajar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang tertib.

Kasat Lantas Polres PPU AKP Dedik I. Prasetyo menjelaskan, pembinaan PKS dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler. Siswa yang berminat akan mendapatkan pelatihan sebelum menjalankan tugas di lingkungan sekolah masing-masing.

Dalam pelaksanaannya, para siswa tetap mendapat pendampingan dan pemantauan dari personel Satlantas Polres PPU.

Rencana berikutnya adalah membentuk satu peleton PKS yang dapat bertugas secara bergantian di lingkungan sekolah. Dengan pola ini, pendidikan keselamatan lalu lintas tidak hanya berlangsung saat ada lomba.

Baca Juga: Perceraian Penajam Tembus 677 Perkara, Gugatan Istri Mendominasi

Apa hubungan Polisi Cilik dengan keselamatan di jalan?

Keselamatan lalu lintas membutuhkan kebiasaan yang dibangun berulang. Sekolah menjadi salah satu tempat yang memungkinkan kebiasaan tersebut dikenalkan secara konsisten kepada anak.

Melalui Pocil, siswa diperkenalkan dengan kedisiplinan dan kerja sama. Melalui PKS, pembinaan diarahkan agar siswa ikut mengenali ketertiban dan keselamatan di lingkungan sekolah.

Program tersebut sejalan dengan agenda Satlantas Polres PPU yang sebelumnya menyampaikan bahwa budaya tertib berlalu lintas perlu dibangun melalui pembinaan berkelanjutan sejak usia sekolah.

Dalam konteks PPU, pendekatan ini juga mempertemukan tiga lingkungan yang dekat dengan kehidupan anak: sekolah, keluarga, dan kepolisian. Pesan keselamatan tidak hanya disampaikan oleh petugas, tetapi dapat diperkuat melalui kebiasaan yang terlihat setiap hari di lingkungan pendidikan.

Apa yang didapat peserta selain pengalaman berlomba?

Para peserta memiliki kesempatan mengembangkan disiplin, kekompakan, keberanian tampil, dan kemampuan bekerja dalam kelompok.

Para pemenang tingkat Kabupaten PPU juga berkesempatan melanjutkan kompetisi ke tingkat Provinsi Kalimantan Timur hingga tingkat nasional.

Namun, nilai kegiatan tidak hanya berada pada hasil akhir perlombaan. Proses latihan dan pembinaan menjadi bagian penting karena siswa belajar mengikuti aturan sekaligus menjaga peran masing-masing dalam kelompok.

Harapannya, pengalaman tersebut terbawa ke kehidupan sehari-hari. Mulai dari memahami pentingnya keselamatan hingga menjadi contoh bagi teman sebaya di sekolah dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: PA Penajam Perketat Dispensasi Nikah, Anak Masih Ingin Sekolah Bisa Ditolak

Poin Penting:

Insight Redaksi

Lomba Pocil di PPU menarik bukan hanya karena 17 SD ikut bertanding. Ada pola pembinaan yang lebih panjang: anak dikenalkan disiplin melalui latihan, lalu diberi ruang menerapkannya lewat PKS. Kalau kebiasaan ini konsisten di sekolah dan didukung keluarga, budaya tertib lalu lintas bisa tumbuh dari hal sederhana. Kada harus menunggu dewasa dulu, Ces!

Mulai dari hal kecil di sekolah, disiplin lalu lintas bisa jadi kebiasaan yang terbawa sampai anak tumbuh besar, pang.

Kalau menurut ikam informasi ini bermanfaat, bagikan ke kawalan atau orang tua yang punya anak usia sekolah.

Jangan lewatkan kabar lokal dan cerita penting dari Kalimantan Timur bersama Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa sekolah yang mengikuti Lomba Polisi Cilik di PPU?

Sebanyak 17 sekolah dasar di Kabupaten Penajam Paser Utara mengikuti Lomba Polisi Cilik yang digelar Polres PPU.

2. Kapan Lomba Polisi Cilik PPU digelar?

Lomba berlangsung pada Kamis, 17 September 2026, sebagai bagian dari peringatan HUT Lalu Lintas ke-71.

3. Apa saja kemampuan yang dilombakan?

Materi meliputi baris-berbaris, formasi, kekompakan, kedisiplinan, keseragaman, dan semangat juang.

4. Apa itu Patroli Keamanan Sekolah?

Patroli Keamanan Sekolah atau PKS merupakan kegiatan pembinaan pelajar untuk membantu membangun ketertiban dan keselamatan lalu lintas di lingkungan sekolah.

5. Apakah peserta Pocil bisa mengikuti kompetisi lanjutan?

Pemenang tingkat Kabupaten PPU mendapat kesempatan melanjutkan kompetisi ke tingkat Provinsi Kalimantan Timur hingga tingkat nasional.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Tanamkan Disiplin Sejak Dini, 17 SD Bertarung di Lomba Polisi Cilik Polres PPU”, 17 September 2026, editor Mulia. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Polisi Cilik ppu lalu lintas pendidikan