Sekolah Rakyat PPU Siapkan 6,7 Hektare di Lawe-Lawe, Tahap Fisik Menunggu AMDAL

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 16:44 WIB
PPU menyiapkan lahan 6,7 hektare untuk Sekolah Rakyat di Lawe-Lawe, sementara AMDAL dan desain teknis masih dituntaskan. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)
PPU menyiapkan lahan 6,7 hektare untuk Sekolah Rakyat di Lawe-Lawe, sementara AMDAL dan desain teknis masih dituntaskan. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)

Durasi Baca: 3 menit

Ikhtisar: Pemkab PPU menyiapkan lahan 6,7 hektare untuk Sekolah Rakyat, sementara AMDAL dan desain teknis masih dituntaskan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Rencana Sekolah Rakyat di Kelurahan Lawe-Lawe, Penajam, PPU terus dimatangkan untuk membuka akses pendidikan berasrama bagi keluarga kurang mampu.

Lahannya sudah tersedia, tetapi pembangunan fisik belum bisa langsung dimulai. Ada dua pekerjaan penting yang masih ditunggu sebelum proyek bergerak ke tahap berikutnya.

Lahan 6,7 Hektare Sudah Disiapkan

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyiapkan lahan sekitar 6,7 hektare di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam sebagai lokasi Sekolah Rakyat permanen.

Lokasi tersebut diusulkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat Tahap 3. Pada Agustus 2026, Kementerian Pekerjaan Umum menyebut sebagian besar persyaratan dasar telah dipenuhi Pemkab PPU, sementara dokumen pendukung dan perencanaan teknis masih diselesaikan.

Lahan itu bukan sekadar disiapkan untuk ruang kelas. Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama yang melayani pendidikan dari jenjang SD hingga SMA.

Program ini memang diarahkan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Pemerintah pusat menyebut Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Kenapa Bangunannya Belum Bisa Dikerjakan?

Perkembangan terbaru menunjukkan pekerjaan administratif belum sepenuhnya selesai.

Kepala Dinas Sosial PPU Ainie menyampaikan pada 11 September 2026 bahwa dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau Amdal masih dalam proses penyusunan oleh Dinas Lingkungan Hidup PPU. Sertifikat lahan seluas 6,7 hektare disebut sudah diselesaikan.

Pemkab PPU juga masih menunggu dokumen perencanaan teknis dari Kementerian PU. Perencanaan tersebut diperlukan agar penataan bangunan dapat disesuaikan dengan kondisi lokasi.

Artinya, lahan memang sudah tersedia, tetapi tahap fisik belum dapat berjalan sebelum dokumen lingkungan dan rancangan teknis tersebut tuntas. Pemkab berharap pembangunan dapat direalisasikan Kementerian PU pada tahun anggaran 2026 atau 2027.

Kondisi Tanah Ikut Menentukan Desain Sekolah

Kondisi lahan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan desain.

Aini sebelumnya menjelaskan bahwa titik dan batas lahan telah diukur oleh Kementerian PU. Luas yang diukur mencapai 6,7 hektare.

"Dari Kementerian PU menentukan titik batas-batas tanah, kemarin sudah diukur juga 6,7 hektar. Kita sesuaikan dulu, nanti bangunannya yang menyesuaikan dengan kondisi tanah di lapangan karena tanahnya naik-turun dan miring."

Kondisi tersebut membuat pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan lahan. Tata letak bangunan harus mengikuti karakter medan agar pekerjaan fisik dapat dirancang secara tepat.

Baca Juga: Pama Site Kideco Perkuat Kesiapsiagaan 47 MPA Hadapi Karhutla

Sekolah Rakyat Bukan Sekadar Sekolah Gratis

Sekolah Rakyat menggunakan konsep pendidikan berasrama. Pemerintah pusat menanggung kebutuhan pendidikan dan fasilitas pendukung bagi peserta didik yang menjadi sasaran program.

Dalam pelaksanaannya, sasaran peserta didik berasal dari keluarga pada kelompok sosial ekonomi terbawah. Pada 2026, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sebagai basis penentuan calon peserta didik dari Desil 1 dan Desil 2.

Bagi PPU, kehadiran sekolah permanen nantinya bukan hanya soal membangun gedung baru. Ada harapan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang lebih layak tanpa harus terbebani biaya sekolah dan tempat tinggal.

Karena itu, tahap persiapan menjadi bagian penting. Ketika bangunan mulai dikerjakan, sekolah diharapkan sudah memiliki rancangan yang sesuai kebutuhan pendidikan sekaligus kondisi lahannya.

Poin Penting

Insight Redaksi

PPU sudah melewati persoalan paling mendasar: menyediakan lahan. Sekarang kualitas perencanaan menjadi kunci agar 6,7 hektare itu benar-benar berubah menjadi ruang pendidikan yang siap dihuni dan digunakan. Jangan buru-buru bangun, yang penting desainnya matang dan pas dengan kondisi Benuo Taka.

Yang perlu ditunggu warga berikutnya bukan lagi kepastian lahannya, melainkan kapan Amdal dan desain teknis selesai sehingga pembangunan fisik benar-benar bisa dimulai.

Kalau informasi ini terasa penting buat keluarga atau warga PPU, bagikan juga biar kabarnya tidak berhenti di layar HP saja.

Mau tahu kapan Sekolah Rakyat PPU benar-benar mulai dibangun dan bagaimana progresnya? Tetap update hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana Sekolah Rakyat PPU akan dibangun?

Sekolah Rakyat permanen direncanakan berada di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.

2. Berapa luas lahan yang disiapkan?

Pemkab PPU menyiapkan lahan sekitar 6,7 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

3. Apakah pembangunan fisik sudah dimulai?

Belum. Per September 2026, dokumen Amdal masih disusun dan Pemkab PPU masih menunggu perencanaan teknis dari Kementerian PU.

4. Siapa yang menangani pembangunan fisiknya?

Pembangunan fisik Sekolah Rakyat permanen di PPU ditangani Kementerian PU, sementara pemerintah daerah menyiapkan kebutuhan lahan dan persyaratan pendukung.

5. Siapa sasaran Sekolah Rakyat?

Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Dalam pelaksanaan 2026, sasaran peserta didik menggunakan basis Desil 1 dan Desil 2 DTSEN.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Lawe-Lawe Sekolah Rakyat penajam paser utara pendidikan