PPU Usulkan 9 Titik Blank Spot ke Komdigi, Komdigi Siapkan Survei Infrastruktur

Arya Kusuma • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:12 WIB
Ilustrasi jaringan telekomunikasi dan BTS di wilayah blank spot Kabupaten Penajam Paser Utara.
Ilustrasi jaringan telekomunikasi dan BTS di wilayah blank spot Kabupaten Penajam Paser Utara.

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Pemkab PPU mengusulkan 9 titik blank spot kepada Komdigi. Tim BAKTI akan turun mengecek kondisi lapangan sebelum menentukan infrastruktur yang dibutuhkan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Buat warga yang tinggal di wilayah dengan sinyal lemah, urusan jaringan bukan sekadar soal susah membuka media sosial. Telepon bisa terganggu, akses informasi tersendat, hingga aktivitas pendidikan, layanan kesehatan, usaha digital, dan pelayanan pemerintahan ikut terdampak.

Kondisi seperti itu masih ditemukan di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.

Pemkab PPU mengusulkan 9 titik blank spot kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mendapatkan dukungan infrastruktur telekomunikasi.

Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan usulan tersebut disampaikan setelah dirinya bertemu Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria. Komdigi kemudian dijadwalkan menurunkan tim ke lapangan untuk melihat kondisi setiap lokasi.

“Tim dari Komdigi akan menentukan teknisnya setelah pengecekan lapangan," kata Mudyat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab PPU mengejar pemerataan akses komunikasi di wilayah yang masih mengalami blank spot maupun sinyal lemah.

Warga di sembilan wilayah masih menunggu koneksi yang memadai

Akses komunikasi kini sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Urusan sekolah, layanan kesehatan, transaksi digital sampai pelayanan pemerintahan membutuhkan jaringan yang bisa diandalkan.

Kondisi itu masih menjadi pekerjaan rumah di Penajam Paser Utara (PPU).

Pemkab PPU mengusulkan sembilan titik blank spot untuk mendapat dukungan pembangunan maupun penguatan infrastruktur telekomunikasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Usulan tersebut disampaikan Bupati PPU Mudyat Noor setelah bertemu Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria.

Mudyat mengatakan Komdigi menyambut positif usulan tersebut. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) kemudian dijadwalkan melakukan pengecekan langsung untuk menentukan kebutuhan infrastruktur di lapangan.

Artinya, bentuk penanganannya belum langsung diputuskan. Hasil survei teknis akan menentukan apakah suatu lokasi membutuhkan BTS baru atau penguatan jaringan yang sudah ada. Pola tersebut juga disampaikan Kemkomdigi dalam pemberitaan sebelumnya mengenai dukungan infrastruktur internet untuk PPU.

Baca Juga: Dua Kampung Nelayan Merah Putih di PPU Dapat Hibah Rp16 Miliar dari Pemerintah Pusat

Tiga kecamatan masuk daftar prioritas

Sembilan titik yang diusulkan Pemkab PPU tersebar di tiga kecamatan.

Di Kecamatan Babulu, wilayah yang masuk daftar adalah:

Kemudian Kecamatan Penajam mencakup:

Sementara di Kecamatan Sepaku, yang sebagian wilayahnya berada dalam kawasan IKN, terdapat:

Daftar sembilan lokasi tersebut juga tercatat dalam pemberitaan mengenai usulan Pemkab PPU kepada Komdigi.

Bagi wilayah Sepaku, persoalan konektivitas memiliki konteks tersendiri. Kawasan ini berada dalam lingkup pembangunan IKN, sehingga kebutuhan jaringan tidak hanya berkaitan dengan komunikasi warga, tetapi juga aktivitas ekonomi dan pelayanan publik yang berkembang di sekitar kawasan tersebut.

BTS BAKTI terdekat disebut masih berada di Paser

Mudyat menyebut salah satu persoalan yang dihadapi adalah belum tersedianya BTS BAKTI di PPU. Infrastruktur BAKTI yang disebut berada paling dekat saat ini terdapat di Kabupaten Paser.

“Kami bertemu dengan Pak Nezar Patria terkait penetapan daerah blank spot maupun sinyal lemah agar dilakukan penguatan. Alhamdulillah disambut baik. Insyaallah nanti akan didirikan BTS di PPU, karena BTS BAKTI terdekat saat ini ada di Paser,” kata Mudyat, Selasa, 8 September 2026.

Rencana pembangunan BTS tersebut masih menunggu hasil pengecekan lapangan. Jadi, belum semua sembilan lokasi otomatis akan mendapatkan menara baru. Kebutuhan teknis setiap titik akan ditentukan berdasarkan kondisi jaringan dan hasil survei.

Hal ini penting karena istilah blank spot di lapangan tidak selalu berarti seluruh wilayah administrasi sebuah desa sama sekali kehilangan sinyal. Catatan ANTARA pada 2022 juga menunjukkan adanya kawasan yang sebagian memiliki jaringan, tetapi kualitasnya belum maksimal di titik lain.

Baca Juga: Data Desil Warga PPU Tak Sesuai Kondisi Ekonomi, Bupati Minta Verifikasi Ulang

Persoalan ini ternyata sudah berlangsung beberapa tahun

Daftar sembilan titik terbaru menunjukkan persoalan konektivitas PPU bukan perkara yang muncul tiba-tiba.

Pada 2023, Diskominfo PPU pernah mengusulkan pembangunan tujuh BTS untuk mengatasi blank spot. Saat itu lokasi yang disebut meliputi Bukit Subur, Sidorejo, Giripurwa, Rintik, Sumber Sari, Labangka Barat dan Bumi Harapan.

Daftar terbaru memiliki komposisi berbeda. Tiga lokasi di Sepaku, yakni Mentawir, Karang Jinawi dan Telemow, kini masuk dalam usulan sembilan titik yang disampaikan Pemkab.

Perubahan daftar tersebut menunjukkan kebutuhan jaringan di PPU ikut bergerak mengikuti perkembangan wilayah. Kawasan yang tumbuh sebagai penyangga IKN membutuhkan konektivitas yang mampu mengikuti aktivitas masyarakat, pemerintahan dan ekonomi.

Bukan sekadar soal bisa membuka internet

Bagi warga, jaringan telekomunikasi bukan hanya perkara membuka media sosial atau mengirim pesan.

Pemkab PPU mengaitkan pemerataan jaringan dengan ekonomi digital, pendidikan, layanan kesehatan dan tata kelola pemerintahan.

Ketika koneksi tidak tersedia atau kualitasnya lemah, aktivitas yang bergantung pada internet ikut menghadapi hambatan. Pelaku usaha kesulitan mengandalkan layanan digital, masyarakat dapat mengalami kendala ketika mengakses layanan daring, sementara sekolah dan fasilitas publik juga membutuhkan konektivitas untuk berbagai kebutuhan.

Karena itu, penyelesaian blank spot memiliki dampak yang jauh melampaui pembangunan sebuah menara.

Baca Juga: Kekeringan Meluas di PPU, Pemkab Perluas Bantuan Air Bersih ke Babulu

Langkah berikutnya menunggu survei Komdigi

Mudyat meyakini kedatangan tim Komdigi dapat membantu menemukan solusi untuk wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan komunikasi.

Namun, keputusan teknis masih berada setelah pengecekan lapangan.

“Tim dari Komdigi akan menentukan teknisnya setelah pengecekan lapangan,” tandas Mudyat.

Dengan demikian, tahap yang sedang ditunggu PPU bukan sekadar persetujuan usulan, tetapi hasil survei untuk menentukan bentuk intervensi yang paling sesuai di setiap lokasi.

BTV-EOS menempatkan fakta, evidence, konteks lokal, original value dan editorial value sebagai fondasi sebelum optimasi pencarian. Untuk NEWS TRANSFORMATION MODE, artikel sumber diperlakukan sebagai petunjuk berita yang harus dikembangkan melalui riset tambahan, verifikasi, konteks dan angle baru, bukan sekadar ditulis ulang.

Poin Penting

Insight Redaksi

Masalah blank spot PPU menunjukkan pembangunan konektivitas belum selesai hanya dengan hadirnya IKN. Justru wilayah penyangga perlu ikut terkoneksi agar manfaat digital tidak berhenti di kawasan utama. Sinyal stabil bukan kemewahan, tapi infrastruktur dasar.

Kalau survei Komdigi segera berjalan, Pemkab PPU perlu memastikan sembilan titik memiliki data kebutuhan yang jelas agar penanganannya tidak berhenti di tahap usulan.

Kalau menurutmu koneksi internet sudah jadi kebutuhan sehari-hari, bagikan artikel ini ke teman atau keluarga yang tinggal di wilayah PPU.

Mau tahu perkembangan konektivitas PPU dan kawasan IKN tanpa ketinggalan kabar penting? Tetap update hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa titik blank spot yang diusulkan Pemkab PPU?
Ada sembilan titik yang tersebar di Kecamatan Babulu, Penajam dan Sepaku.

2. Apakah seluruh titik akan langsung dibangun BTS?
Belum tentu. Komdigi melalui BAKTI akan melakukan pengecekan lapangan untuk menentukan kebutuhan teknis setiap lokasi.

3. Desa mana saja yang masuk daftar?
Rintik, Labangka Barat, Sumber Sari, Sidorejo, Giripurwa, Bukit Subur, Mentawir, Karang Jinawi dan Telemow.

4. Mengapa konektivitas penting bagi PPU?
Jaringan dibutuhkan untuk komunikasi, ekonomi digital, pendidikan, layanan kesehatan dan pelayanan pemerintahan.

5. Apakah masalah blank spot PPU baru muncul sekarang?
Tidak. PPU sudah mengusulkan pembangunan BTS untuk sejumlah titik blank spot sejak 2023. Daftar lokasi yang diusulkan pada periode terbaru memiliki komposisi berbeda.

Editor : Arya Kusuma
komdigi bts ppu blank spot