PPU Dapat Rp16 Miliar untuk Bangun Kampung Nelayan Merah Putih di Dua Lokasi

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:43 WIB
PPU mendapat bantuan Rp16 miliar untuk membangun Kampung Nelayan Merah Putih di Nenang dan Tanjung Tengah. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)
PPU mendapat bantuan Rp16 miliar untuk membangun Kampung Nelayan Merah Putih di Nenang dan Tanjung Tengah. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: PPU mendapat alokasi Rp16 miliar untuk membangun Kampung Nelayan Merah Putih di Nenang dan Tanjung Tengah tahun ini.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kabupaten Penajam Paser Utara mendapat bantuan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih senilai Rp16 miliar dari pemerintah pusat untuk dua kawasan pesisir.

Program tersebut akan menyasar Kelurahan Nenang dan Desa Tanjung Tengah. Bukan cuma bangunan, kawasan ini diarahkan untuk memperkuat aktivitas perikanan sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir, Ces!

Dua kawasan pesisir PPU mulai masuk tahap pembangunan

Kepastian pembangunan KNMP di PPU menjadi perkembangan baru setelah sebelumnya sejumlah wilayah pesisir diusulkan sebagai calon lokasi program tersebut.

Pada April 2026, tim Kementerian Kelautan dan Perikanan telah melakukan survei terhadap sejumlah lokasi di PPU. Kelurahan Nenang dan Tanjung Tengah termasuk wilayah yang masuk dalam peninjauan tersebut.

Kini, dua lokasi itu ditetapkan sebagai titik pembangunan. Pelaksana Tugas Kepala Bapelitbang PPU, A. Rianto, menyebut pembangunan tersebut telah memiliki dasar Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Pemerintah daerah berharap pembangunan dapat diselesaikan pada tahun ini sehingga fasilitas yang tersedia bisa segera digunakan masyarakat.

Mengapa Kampung Nelayan Merah Putih penting bagi nelayan?

KNMP dirancang bukan sekadar sebagai kawasan permukiman nelayan. Program Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut mengintegrasikan fasilitas produksi, pengolahan, penyimpanan hingga pemasaran hasil perikanan.

Dalam konsep nasionalnya, KNMP diarahkan untuk membangun ekosistem perikanan dari hulu hingga hilir. Fasilitas yang dapat tersedia mencakup dermaga, pabrik es, cold storage, sentra pengolahan atau pasar ikan, bengkel kapal, hingga SPBN nelayan.

Artinya, hasil tangkapan nelayan tidak berhenti pada proses pendaratan ikan. Infrastruktur pendukung di kawasan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kualitas hasil tangkapan dan memperkuat aktivitas ekonomi setelah ikan didaratkan.

Bagi PPU, pengembangan seperti ini relevan karena wilayah pesisirnya memiliki aktivitas perikanan yang cukup besar. Data yang dikutip Antara mencatat produksi ikan tangkap PPU mencapai 6.672 ton pada 2025, naik dari 6.606 ton pada 2024. Target produksi 2026 diperkirakan mencapai 6.740 ton.

Baca Juga: Krisis Air Sepaku Makin Terasa, PPU Tetapkan Status Siaga dan Perkuat Distribusi Air Bersih

Dari delapan usulan, dua lokasi akhirnya ditetapkan

Sebelum penetapan, Pemerintah Kabupaten PPU sempat mengusulkan sejumlah kawasan pesisir sebagai calon lokasi KNMP.

Lokasi yang pernah masuk dalam usulan antara lain Sesumpu, Kayu Api, Tanjung Tengah, Logpond CV Alas, Logpond SDR, Sesulu, Api-Api dan Babulu Laut. Pada April 2026, tiga lokasi kemudian disurvei KKP, yakni Nenang, Tanjung Tengah dan Api-Api.

Proses tersebut menunjukkan bahwa penetapan lokasi KNMP tidak langsung dilakukan. Kesiapan kawasan menjadi bagian penting sebelum pemerintah pusat menentukan titik pembangunan.

Untuk Tanjung Tengah, survei teknis juga dilakukan di kawasan Muara RT 07 pada April 2026 sebagai bagian dari verifikasi calon lokasi program.

Kini, Nenang dan Tanjung Tengah menjadi dua kawasan yang memperoleh pembangunan KNMP.

Apa dampaknya bagi ekonomi pesisir PPU?

Nilai pembangunan tidak hanya berada pada besarnya anggaran. Dampak yang lebih penting terletak pada bagaimana fasilitas tersebut nantinya digunakan oleh nelayan dan pelaku usaha perikanan.

Jika fasilitas produksi, penyimpanan dan pemasaran berjalan terintegrasi, nelayan memiliki lebih banyak dukungan untuk menjaga hasil tangkapan sebelum masuk ke pasar.

Program KNMP secara nasional memang dirancang untuk meningkatkan produktivitas, kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan sarana perikanan dari hulu sampai hilir. Pada tahap awal 2025, KKP menetapkan 65 lokasi pembangunan KNMP dengan anggaran Rp1,34 triliun.

Untuk PPU, pembangunan dua kawasan ini juga memiliki konteks yang lebih luas. Kabupaten tersebut berada dekat dengan Ibu Kota Nusantara sehingga penguatan produksi perikanan lokal berpotensi menjadi bagian dari rantai pasok pangan kawasan sekitar.

Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada pengelolaan fasilitas setelah pembangunan selesai. Infrastruktur perlu diikuti aktivitas nelayan, kelembagaan yang berjalan, serta akses pasar agar kawasan tidak berhenti sebagai proyek fisik.

Baca Juga: Dermaga Speedboat Penajam Rusak, Pemprov Kaltim Siapkan Rp400 Juta untuk Perbaikan

Pembangunan ditargetkan selesai tahun ini

Pelaksana Tugas Kepala Bapelitbang PPU A. Rianto menyebut kedua titik pembangunan KNMP segera dikerjakan setelah SK Menteri Kelautan dan Perikanan terbit.

Pemerintah daerah berharap pembangunan dapat rampung pada 2026 dan langsung difungsikan untuk mendukung masyarakat pesisir.

Program ini juga tidak diproyeksikan berhenti pada dua lokasi tersebut. Pemerintah Kabupaten PPU mulai memetakan peluang penambahan kawasan KNMP pada tahun berikutnya.

Sejumlah wilayah di Kecamatan Babulu dan kawasan Jenebora telah disebut sebagai calon lokasi pengembangan berikutnya. Kesiapan lahan menjadi salah satu faktor yang harus dipenuhi sebelum usulan diteruskan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dengan begitu, Nenang dan Tanjung Tengah dapat menjadi tahap awal pengembangan kawasan perikanan terpadu di PPU.

Poin Penting:

Insight Redaksi

Pembangunan KNMP di PPU menarik bukan hanya karena nilai anggarannya, tetapi karena menyentuh rantai ekonomi yang dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas benar-benar digunakan dan memberi nilai tambah bagi nelayan. Jika pengelolaannya berjalan baik, Nenang dan Tanjung Tengah berpotensi menjadi simpul baru ekonomi perikanan PPU, sekaligus memperkuat pasokan pangan kawasan sekitar IKN.

FAQ

 Apa itu Kampung Nelayan Merah Putih?
KNMP merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengembangkan kawasan pesisir dan kampung nelayan agar lebih produktif dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Di mana KNMP dibangun di PPU?
Pembangunan tahun 2026 ditetapkan di Kelurahan Nenang dan Desa Tanjung Tengah.

Berapa anggaran pembangunan KNMP di PPU?
Berdasarkan informasi terbaru yang disampaikan pemerintah daerah, alokasi pembangunan dua lokasi tersebut mencapai Rp16 miliar.

Kapan pembangunan KNMP PPU ditargetkan selesai?
Pemerintah daerah menargetkan pembangunan selesai pada 2026 dan dapat segera difungsikan.

Apa manfaat KNMP bagi nelayan?
Kawasan ini diarahkan untuk menyediakan fasilitas yang mendukung produksi, penyimpanan, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
ppu penajam paser utara Kampung Nelayan Merah Putih