Pemkab PPU Percepat Sertifikasi Lahan 50 Hektare di Babulu untuk Sekolah Nasional

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:10 WIB
Pemkab PPU mempercepat sertifikasi lahan 50 hektare di Babulu untuk mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)
Pemkab PPU mempercepat sertifikasi lahan 50 hektare di Babulu untuk mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)

Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: Pemkab PPU mempercepat sertifikasi lahan 50 hektare di Babulu untuk mendukung pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mempercepat sertifikasi lahan 50 hektare di Babulu untuk memastikan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi berjalan sesuai persyaratan.

Lahan ini tidak hanya disiapkan untuk sekolah, tetapi juga harus ditata sebagai aset daerah. Simak bagaimana pembagian lahannya dan perkembangan pembangunan SNT di PPU, Ces!

Mengapa sertifikat lahan menjadi perhatian Pemkab PPU?

Bagi pemerintah daerah, status hukum lahan menjadi salah satu bagian penting sebelum pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dapat berjalan.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPU Muhajir menjelaskan, lahan di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, memiliki luas keseluruhan sekitar 50 hektare dan merupakan aset pemerintah daerah.

Lahan tersebut direncanakan dibagi menjadi tiga bagian. Sebanyak 23 hektare disiapkan untuk pembangunan SNT, sekitar 10 hektare untuk SMK Negeri 3 Babulu, sedangkan bagian lainnya tetap menjadi aset Pemkab PPU.

Menurut Muhajir, proses sertifikasi sedang didorong melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kejelasan sertifikat dibutuhkan sebagai salah satu prasyarat pembangunan SNT.

Bagaimana pembagian lahan 50 hektare di Babulu?

Pembagian lahan menjadi penting karena kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan satu proyek pendidikan. Pemerintah daerah juga harus menjaga pencatatan dan kepastian aset yang tersisa.

Rinciannya sebagai berikut:

  1. 23 hektare untuk Sekolah Nasional Terintegrasi

    Area seluas 23 hektare disiapkan sebagai lokasi pembangunan SNT di Desa Babulu Darat. Lahan tersebut sebelumnya telah ditetapkan sebagai lokasi yang dibutuhkan untuk proyek pendidikan pemerintah pusat.

  2. 10 hektare untuk SMK Negeri 3 Babulu

    Sekitar 10 hektare dari kawasan tersebut dialokasikan untuk SMK Negeri 3 Babulu. Pembagian ini membuat pemanfaatan aset pemerintah daerah dapat diarahkan untuk kebutuhan pendidikan lainnya.

  3. Sisa lahan tetap menjadi aset Pemkab PPU

    Bagian lahan yang tidak dialokasikan untuk SNT maupun SMK Negeri 3 Babulu akan tetap dicatat sebagai aset Pemerintah Kabupaten PPU.

Pembagian tersebut membuat proses sertifikasi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sekolah, tetapi juga dengan penataan aset pemerintah daerah secara keseluruhan.

Baca Juga: Dua Warga Diamankan Usai Bakar Lahan Pertanian, Api Hanguskan 1 Hektare Lahan

Kapan SNT PPU ditargetkan mulai dibangun?

Perkembangan terbaru menunjukkan pembangunan SNT di PPU ditargetkan mulai pada November 2026.

Bupati PPU Mudyat Noor menyampaikan pada Agustus 2026 bahwa pemerintah daerah telah menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) lahan seluas 23 hektare bersama Kemendikdasmen. Namun, sertifikat tanah masih dalam proses di BPN.

Informasi tersebut membuat sertifikasi menjadi salah satu pekerjaan administratif yang masih dikawal Pemkab PPU sebelum tahapan pembangunan fisik berjalan.

Pada 13 Agustus 2026, RRI juga melaporkan pembangunan SNT PPU ditargetkan dimulai November 2026 dengan anggaran sekitar Rp250 miliar.

Seperti apa SNT yang akan dibangun di PPU?

SNT merupakan program pendidikan pemerintah pusat yang mengintegrasikan layanan pendidikan dalam satu kawasan. Di PPU, lokasi pembangunannya berada di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu.

Sebelumnya, Pemkab PPU menyiapkan lahan sekitar 23 hektare untuk proyek tersebut. Kawasan sekolah direncanakan memiliki fasilitas pendidikan dan sarana pendukung yang cukup luas.

Informasi sebelumnya menyebut kompleks SNT PPU akan mencakup jenjang pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Fasilitas pendukung yang direncanakan antara lain sarana olahraga serta ruang terbuka hijau.

Pemerintah pusat juga menanggung kebutuhan pembangunan SNT, sementara Pemkab PPU berperan menyiapkan lahan dan kelengkapan administrasinya.

Mengapa pembangunan SNT penting bagi Babulu dan PPU?

Lokasi SNT di Babulu membawa dampak yang lebih luas daripada sekadar penambahan satu kompleks sekolah.

Pemkab PPU sebelumnya menyebut pemilihan Babulu juga berkaitan dengan upaya mendorong pemerataan pembangunan di wilayah tersebut. Kehadiran fasilitas pendidikan berskala besar diharapkan memperkuat akses pendidikan di kawasan Babulu.

Bagi PPU, proyek ini juga berkaitan dengan kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah yang berada di sekitar Ibu Kota Nusantara.

Secara nasional, Kemendikdasmen menargetkan pembangunan SNT dilakukan secara bertahap. Pada 2026, sebanyak 20 lokasi ditargetkan masuk tahap pembangunan dan mulai menerima murid pada 2027, sementara pemerintah menargetkan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029.

Baca Juga: RSUD RAPB PPU Kini Punya CT Scan 64 Slice, Rujukan Stroke ke Luar Daerah Ditargetkan Berkurang

Apa yang masih harus diselesaikan Pemkab PPU?

Pekerjaan pemerintah daerah saat ini tidak berhenti pada penyediaan lahan. Kepastian dokumen aset dan sertifikat menjadi bagian penting agar tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai persyaratan.

Muhajir menyebut Pemkab PPU juga telah berkoordinasi dengan BPN untuk mempercepat proses sertifikasi. Bupati PPU sebelumnya turut menandatangani surat pernyataan terkait proses sertifikat yang masih berjalan.

Dengan target pembangunan fisik pada November 2026, penyelesaian administrasi lahan menjadi bagian yang perlu terus dikawal pemerintah daerah.

Bagi calon peserta didik dan keluarga di PPU, perkembangan ini menjadi tahap awal menuju hadirnya fasilitas pendidikan baru. Namun, jadwal pembangunan dan tahapan berikutnya tetap mengikuti kesiapan administrasi serta pelaksanaan pemerintah pusat.

Poin Penting:

Insight Redaksi

Pembangunan SNT di Babulu bukan hanya soal menghadirkan gedung sekolah baru. Kepastian aset, administrasi lahan, dan pembagian kawasan menjadi fondasi agar investasi pendidikan tersebut tidak menyisakan persoalan di kemudian hari. Dengan target pembangunan pada November 2026, perhatian berikutnya layak diarahkan pada penyelesaian sertifikat, kesiapan desain, serta tahapan pembangunan agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan pelajar PPU.

FAQ

1. Di mana lokasi SNT PPU?
SNT PPU direncanakan dibangun di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara.

2. Berapa luas lahan untuk SNT PPU?
Lahan yang dialokasikan untuk pembangunan SNT sekitar 23 hektare dari total aset pemerintah daerah seluas 50 hektare.

3. Kapan pembangunan SNT PPU ditargetkan dimulai?
Pembangunan fisik ditargetkan mulai November 2026 berdasarkan informasi pemerintah daerah pada Agustus 2026.

4. Siapa yang membiayai pembangunan SNT PPU?
Pembangunan SNT menggunakan anggaran pemerintah pusat, sedangkan Pemkab PPU menyiapkan lahan dan kelengkapan administrasi.

5. Apa yang masih diproses Pemkab PPU?
Salah satu proses yang masih dikawal adalah penerbitan sertifikat lahan melalui BPN.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Babulu Darat babulu ppu penajam paser utara