Durasi Baca: 3 menit
Ikhtisar: CT Scan 64 slice hadir di RSUD RAPB PPU, membantu pemeriksaan stroke sekaligus menekan kebutuhan rujukan keluar daerah.
Balikpapan TV - Hai Ces! RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU kini memiliki CT Scan 64 slice untuk memperkuat pemeriksaan pasien stroke yang sebelumnya kerap dirujuk keluar daerah.
Bagi pasien dan keluarga, fasilitas ini bukan sekadar tambahan alat medis. Pemeriksaan yang sebelumnya membutuhkan rujukan kini dapat dilakukan di rumah sakit daerah.
Stroke Jadi Penyumbang Rujukan Utama RSUD RAPB
Kasus stroke selama ini menjadi salah satu penyumbang rujukan terbesar di RSUD Ratu Aji Putri Botung.
Direktur RSUD RAPB PPU, Lukasiwan Eddy Saputro, menyebut stroke bahkan menjadi rujukan tertinggi terkait kebutuhan penegakan diagnosis menggunakan CT Scan.
“Urutan nomor satu rujukan kita adalah rujukan terkait dengan penanganan stroke,” ujar Lukasiwan.
Menurutnya, sebelum fasilitas CT Scan tersedia, pasien dengan dugaan stroke harus menjalani pemeriksaan di rumah sakit lain.
Kondisi tersebut membuat pasien membutuhkan proses rujukan sebelum penanganan dapat dilanjutkan di RSUD RAPB.
Kenapa CT Scan Penting untuk Pasien Stroke?
CT Scan membantu tenaga medis melihat kondisi bagian dalam tubuh secara lebih detail melalui pencitraan.
Dalam penanganan stroke, pemeriksaan pencitraan dibutuhkan untuk membantu memastikan kondisi pasien dan menentukan penanganan yang sesuai.
Kementerian Kesehatan juga telah menerbitkan Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Stroke melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/304/2026. Pedoman tersebut menjadi acuan standardisasi diagnosis dan pengobatan stroke di fasilitas kesehatan.
Karena itu, keberadaan CT Scan di rumah sakit daerah punya arti penting ketika pasien membutuhkan pemeriksaan dalam situasi medis yang membutuhkan respons cepat.
Baca Juga: Lima Kursi Kepala OPD PPU Segera Terisi, 15 Kandidat Kini Tunggu Keputusan Bupati
CT Scan 64 Slice Kini Hadir di RSUD RAPB
CT Scan yang tersedia di RSUD RAPB merupakan fasilitas 64 slice bantuan Kementerian Kesehatan.
Fasilitas tersebut diperkenalkan pada akhir Agustus 2026 dan disiapkan untuk memperkuat kemampuan pelayanan diagnostik rumah sakit.
Sebelumnya, Pemkab PPU memang telah memperoleh dukungan pemerintah pusat untuk penguatan layanan kesehatan, termasuk pengadaan CT Scan dan fasilitas Cathlab di RSUD RAPB.
Lukasiwan mengatakan tenaga pendukung juga telah dipersiapkan untuk mengoperasikan serta menjaga fasilitas tersebut.
Pelatihan disebut telah diberikan kepada dokter spesialis radiologi, radiografer, hingga teknisi Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit.
Rujukan Keluar Daerah Diharapkan Berkurang
Kehadiran CT Scan diharapkan membuat pasien tidak lagi harus keluar daerah hanya untuk menjalani pemeriksaan pencitraan.
Dari sisi pasien, perubahan ini berarti proses pemeriksaan dapat dilakukan lebih dekat dengan tempat mereka mendapatkan pelayanan awal.
“Dengan adanya CT Scan ini kita tidak perlu lagi merujuk ke rumah sakit lain hanya untuk pemeriksaan,” kata Lukasiwan.
Meski begitu, pengurangan rujukan tidak berarti seluruh kasus akan otomatis dapat ditangani di RSUD RAPB.
Lukasiwan menjelaskan fasilitas yang tersedia saat ini masih menggunakan CT Scan 64 slice, sementara kebutuhan pemeriksaan tertentu dapat membutuhkan kapasitas berbeda.
Ia menyebut kemungkinan penggunaan CT Scan 128 slice pada kebutuhan tertentu tetap dapat membuat pasien harus dirujuk.
Baca Juga: Perusahaan Perkebunan PPU Diminta Siapkan Sarana Kebakaran, Monitoring Segera Dilakukan
Pelayanan BPJS Masih Menunggu Proses Administrasi
Ada satu hal yang juga perlu diperhatikan masyarakat setelah fasilitas CT Scan tersedia.
Pelayanan CT Scan untuk pasien peserta BPJS Kesehatan masih menunggu proses administrasi pembukaan layanan baru.
Pihak RSUD RAPB telah mengajukan permohonan kepada kantor cabang BPJS Kesehatan dan masih menunggu izin pelayanan tersebut.
Artinya, kehadiran alat sudah menjadi langkah penting, tetapi kesiapan layanan juga bergantung pada proses administrasi dan operasional.
Bagi masyarakat PPU, kelengkapan fasilitas dan kesiapan sistem tersebut sama-sama penting agar manfaat CT Scan benar-benar terasa dalam pelayanan sehari-hari.
Poin Penting
- Stroke menjadi salah satu penyumbang rujukan tertinggi di RSUD RAPB PPU.
- RSUD RAPB kini memiliki CT Scan berkapasitas 64 slice.
- Fasilitas tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan.
- CT Scan membantu pemeriksaan pasien, termasuk kasus yang berkaitan dengan stroke.
- Rujukan keluar daerah diharapkan berkurang setelah fasilitas tersedia.
- Pelayanan CT Scan bagi peserta BPJS masih menunggu proses administrasi.
Insight Redaksi
Kehadiran CT Scan mengubah persoalan rujukan menjadi soal kesiapan layanan, bukan sekadar kepemilikan alat. PPU kini punya modal diagnostik yang penting. Tantangannya memastikan SDM, administrasi BPJS, pemeliharaan, dan kapasitas layanan berjalan seirama. Kalau semuanya nyambung, warga Benuo Taka tidak perlu jauh-jauh untuk pemeriksaan dasar yang krusial.
Warga PPU yang membutuhkan pemeriksaan sebaiknya cek dulu status layanan dan prosedurnya sebelum datang ke rumah sakit.
Kalau informasi ini berguna, bagikan ke keluarga dan teman supaya makin banyak warga PPU tahu perkembangan layanan kesehatan daerah.
Mau terus update soal layanan kesehatan dan kabar penting dari Benuo Taka? Ikuti Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa fasilitas baru yang tersedia di RSUD RAPB PPU?
RSUD RAPB kini memiliki CT Scan 64 slice untuk mendukung pemeriksaan diagnostik pasien.
2. Mengapa CT Scan penting dalam penanganan stroke?
CT Scan membantu dokter memperoleh gambaran kondisi pasien sebagai bagian dari proses pemeriksaan dan penegakan diagnosis.
3. Apakah semua pasien stroke tidak perlu dirujuk lagi?
Belum tentu. Beberapa kebutuhan pemeriksaan tertentu masih dapat memerlukan fasilitas dengan kapasitas berbeda.
4. Apakah layanan CT Scan sudah dapat digunakan pasien BPJS?
Untuk pasien BPJS, layanan tersebut masih menunggu proses administrasi pembukaan pelayanan baru.
Editor : Redaksi BTV