Durasi Baca: 3 menit
Ikhtisar: RSUD RAPB PPU kini memiliki CT Scan 64 slice dan menyiapkan 12 operator untuk memperkuat layanan diagnosis pasien.
Balikpapan TV - Hai Ces! RSUD Ratu Aji Putri Botung kini memiliki fasilitas CT Scan 64 slice yang membantu mempercepat pemeriksaan pasien di PPU, terutama kasus stroke dan cedera kepala.
Kehadiran alat ini bukan cuma soal teknologi baru. Bagi pasien, pemeriksaan yang sebelumnya berpotensi membutuhkan rujukan keluar daerah kini bisa dilakukan di rumah sakit daerah.
CT Scan Baru Perkuat Layanan Medis di PPU
RSUD RAPB mendapatkan fasilitas CT Scan berkapasitas 64 slice dengan kemampuan pengembangan hingga 128 slice. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mendukung proses diagnosis secara cepat dan detail.
Kasus stroke menjadi salah satu perhatian utama karena membutuhkan pemeriksaan pencitraan untuk membantu dokter menentukan kondisi pasien. Trauma kepala juga termasuk pemeriksaan yang dapat ditunjang fasilitas tersebut.
Dokter Spesialis Radiologi RSUD RAPB, dr. Abdul Haris, menjelaskan kemampuan alat tersebut mendukung proses diagnosis. “Alat ini mempunyai tingkat sensitivitas, spesifisitas yang bagus untuk mendiagnosis khususnya kasus-kasus stroke,” ujarnya.
Mengapa 12 Operator Disiapkan?
Pengoperasian CT Scan tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkatnya. RSUD RAPB juga menyiapkan sekitar 12 operator yang bekerja secara bergantian sesuai jadwal pelayanan.
Sebagian tenaga tersebut masih mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mengoperasikan peralatan. Pelatihan dilakukan antara lain di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan dan rumah sakit lainnya.
Menurut Abdul Haris, peningkatan kompetensi diperlukan karena RSUD RAPB sebelumnya sudah lama tidak memiliki peralatan dengan kemampuan seperti CT Scan tersebut. Karena itu, tenaga yang terlibat perlu melakukan upgrade keilmuan sebelum layanan berjalan optimal.
Kapasitasnya Bisa Layani 10-20 Pasien Sehari
Dalam operasionalnya, CT Scan tersebut diperkirakan mampu melayani sekitar 10 hingga 20 pasien setiap hari, menyesuaikan kebutuhan dan jam pelayanan.
Kapasitas ini menjadi tambahan penting bagi pelayanan kesehatan PPU. Semakin siap tenaga operator dan sistem pelayanan, semakin besar pula manfaat fasilitas tersebut bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan cepat.
Kehadiran CT Scan juga membuka peluang rumah sakit menangani pemeriksaan tertentu tanpa selalu bergantung pada fasilitas kesehatan di luar PPU.
Baca Juga: Lima Kursi Kepala OPD PPU Segera Terisi, 15 Kandidat Kini Tunggu Keputusan Bupati
Pasien PPU Berpeluang Kurangi Rujukan Keluar Daerah
Sebelum fasilitas ini tersedia, pasien yang membutuhkan pemeriksaan CT Scan harus dirujuk ke rumah sakit lain. Kondisi tersebut membuat pasien harus menempuh perjalanan tambahan sebelum memperoleh pemeriksaan yang dibutuhkan.
Direktur RSUD RAPB Lukasiwan ES menyebut keberadaan CT Scan diharapkan mengurangi rujukan hanya untuk kebutuhan pemeriksaan. Dengan begitu, pasien dapat menjalani pemeriksaan di rumah sakit daerah sebelum mendapatkan penanganan lanjutan.
Bagi pasien dalam kondisi yang membutuhkan pemeriksaan cepat, tersedianya fasilitas diagnostik di daerah menjadi bagian penting dari rantai pelayanan. Jarak bukan lagi satu-satunya pilihan ketika pemeriksaan CT Scan dibutuhkan.
Layanan BPJS Masih Menunggu Proses Administrasi
Ada satu hal yang masih perlu diperhatikan masyarakat. Pelayanan CT Scan bagi peserta BPJS Kesehatan disebut masih menunggu proses administrasi pembukaan layanan baru.
Manajemen RSUD RAPB telah mengajukan permohonan kepada BPJS Kesehatan dan masih menunggu izin pelayanan tersebut.
Artinya, keberadaan alat sudah menjadi tambahan fasilitas rumah sakit, tetapi mekanisme pembiayaan bagi peserta BPJS masih membutuhkan proses sebelum layanan dapat dimanfaatkan secara luas.
Poin Penting
- RSUD RAPB PPU memiliki CT Scan berkapasitas 64 slice.
- Alat tersebut dapat dikembangkan hingga 128 slice.
- Sekitar 12 operator disiapkan untuk menjalankan layanan secara bergantian.
- Sebagian operator masih menjalani pelatihan peningkatan kompetensi.
- Kapasitas pelayanan diperkirakan sekitar 10-20 pasien per hari.
- CT Scan diprioritaskan untuk mendukung pemeriksaan seperti stroke dan trauma kepala.
- Layanan BPJS masih menunggu proses administrasi pembukaan pelayanan.
Insight Redaksi
Kehadiran CT Scan di PPU menunjukkan fasilitas kesehatan daerah mulai mengejar kebutuhan diagnosis yang selama ini mendorong rujukan. Tantangannya bukan cuma alat, tetapi memastikan SDM, jadwal layanan, dan pembiayaan ikut siap. Alat sudah datang, sekarang pelayanan harus benar-benar jalan. Bagi warga Benuo Taka, manfaat paling terasa adalah berkurangnya kebutuhan bepergian ketika pemeriksaan dapat dilakukan di daerah sendiri.
Yang penting sekarang, masyarakat perlu menunggu kepastian mekanisme BPJS sambil memastikan informasi jadwal dan jenis layanan langsung dari RSUD RAPB.
Kalau artikel ini berguna, bagikan ke keluarga atau teman yang mungkin membutuhkan informasi layanan kesehatan di PPU.
Mau terus update soal layanan publik dan kesehatan di Kalimantan Timur? Pantengin Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa kapasitas CT Scan RSUD RAPB PPU?
CT Scan yang tersedia memiliki kapasitas 64 slice dan dapat ditingkatkan hingga 128 slice.
2. Berapa operator yang disiapkan?
RSUD RAPB menyiapkan sekitar 12 operator yang bertugas secara bergantian.
3. Untuk pasien apa CT Scan ini penting?
Salah satu fokusnya adalah membantu pemeriksaan pasien stroke dan trauma kepala.
4. Apakah layanan CT Scan sudah bisa menggunakan BPJS?
Pembukaan layanan bagi peserta BPJS masih menunggu proses administrasi dari BPJS Kesehatan.
5. Berapa pasien yang dapat dilayani setiap hari?
Kapasitas layanan diperkirakan sekitar 10 hingga 20 pasien per hari, tergantung kebutuhan dan jam pelayanan.
Editor : Support