63 Karhutla di PPU Sudah Capai 56 Hektare, Pemadaman Terkendala Sumber Air

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 05:35 WIB
BPBD PPU menangani 63 karhutla seluas 56 hektare, sementara keterbatasan sumber air menghambat proses pemadaman. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)
BPBD PPU menangani 63 karhutla seluas 56 hektare, sementara keterbatasan sumber air menghambat proses pemadaman. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)

Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: Penanganan 63 karhutla di PPU terkendala sumber air, sementara kondisi kemarau Kaltim meningkatkan risiko perluasan kebakaran lahan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! BPBD Penajam Paser Utara menangani 63 kasus karhutla seluas 56 hektare, dengan keterbatasan sumber air menjadi kendala utama pemadaman di lapangan.

Masalahnya bukan sekadar api yang muncul, tetapi seberapa cepat air bisa tiba ketika kebakaran terjadi di lahan gambut. Simak kenapa kondisi ini menjadi perhatian, Ces!

Mengapa sumber air menjadi persoalan besar saat karhutla PPU?

Ketersediaan air menentukan kecepatan tim gabungan dalam menekan api di lokasi kebakaran.

BPBD PPU menyebut kondisi menjadi semakin sulit ketika titik kebakaran berada jauh dari sumber air.

Petugas akhirnya mengandalkan mobil tangki untuk memasok kebutuhan pemadaman.

Persoalannya, mobil tangki membutuhkan waktu untuk mengambil air, kembali ke lokasi, kemudian melakukan pengisian ulang.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman tidak bisa berlangsung secepat ketika sumber air tersedia di sekitar titik kebakaran.

Lahan gambut membuat api lebih sulit dikendalikan

Karhutla di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri karena api dapat menjalar dan membakar bagian lahan yang sulit terlihat.

Kepala BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara Nurlaila menjelaskan kondisi tersebut dapat memperbesar luasan kebakaran ketika pasokan air terlambat.

“Ya ada kendala, kendalanya itu jika memang yang terbakar itu cukup luas kemudian ataupun lahan gambut dan di situ tidak ada sumber air.”

Nurlaila menambahkan, kebutuhan mobil tangki membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih panjang.

“Kalau tidak ada sumber air, berarti kita membutuhkan support daya dukung mobil-mobil tangki yang itu membutuhkan pasti durasi waktu pulang pergi... durasi waktu pengisian air dan itu cukup lama.”

Menurutnya, waktu perjalanan kendaraan untuk mengambil air harus berhadapan dengan kondisi api yang masih aktif.

Situasi tersebut menjadi semakin serius ketika kebakaran berlangsung di lahan gambut karena api dapat terus memperluas area terdampak.

Baca Juga: Void Bekas Tambang di PPU Bakal Jadi Sumber Air? Kualitas dan Investasi Jadi Pertimbangan

63 kasus karhutla PPU menunjukkan tekanan pemadaman

BPBD PPU mencatat sekitar 63 kejadian karhutla dengan total luasan mencapai 56 hektare.

Sebagian besar kejadian tersebut dilaporkan terjadi di Kecamatan Penajam, sehingga wilayah ini menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran lahan.

Data itu memperlihatkan bahwa kebutuhan pemadaman bukan hanya soal jumlah personel.

Ketersediaan sarana pendukung, terutama pasokan air, ikut menentukan seberapa cepat api dapat dikendalikan.

Pada 19 Agustus 2026, BNPB juga mencatat karhutla di Desa Sepan, Kecamatan Penajam, dengan luas lahan terbakar mencapai 10,65 hektare.

Api pada kejadian tersebut berhasil dipadamkan pada hari yang sama oleh BPBD bersama personel gabungan.

Kondisi kemarau Kaltim membuat kewaspadaan perlu diperkuat

Persoalan air menjadi semakin relevan ketika Kaltim menghadapi periode kemarau dan kondisi kering.

BMKG pada 27 Agustus 2026 menyebut kondisi kering semakin meluas seiring periode puncak musim kemarau, sementara karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah.

Pada 25 Agustus, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Timur tercatat meningkat dari 30 menjadi 63 titik berdasarkan pemantauan Himawari-9.

BMKG Samarinda sebelumnya memprediksi puncak musim kemarau di Kaltim berlangsung pada Agustus 2026, dengan penurunan curah hujan menjadi salah satu risiko yang perlu diantisipasi.

Kondisi tersebut membuat kesiapan sumber air dan mobilisasi peralatan menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi karhutla.

Baca Juga: Karhutla PPU Capai 8 Titik Sehari, Bara Kayu Jadi Tantangan Pemadaman

Apa yang dapat dilakukan masyarakat untuk membantu mencegah karhutla?

BPBD PPU mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Langkah tersebut penting karena kebakaran yang ditangani sejak awal berpotensi lebih mudah dikendalikan dibandingkan api yang sudah meluas.

BPBD PPU juga terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat respons ketika kebakaran terjadi.

Bagi masyarakat, pencegahan tetap menjadi langkah paling sederhana untuk mengurangi tekanan terhadap petugas dan sumber daya pemadaman.

Poin Penting

Insight Redaksi

Kendala air menunjukkan karhutla bukan cuma soal seberapa banyak personel tersedia. Di PPU, jarak sumber air ikut menentukan kecepatan respons. Nah, ini penting jadi perhatian bubuhan terkait: kesiapan tangki, titik suplai air, dan akses menuju lokasi perlu dipikirkan sebelum api muncul. Jangan tunggu api membesar baru bergerak.

Langkah paling realistis ialah memperkuat titik suplai air strategis dekat kawasan rawan agar mobil tangki tidak terlalu lama bolak-balik.

Bagikan info ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang paham pentingnya mencegah karhutla sejak awal.

Kemarau masih jadi tantangan, tetapi kesiapan menghadapi api bisa dimulai dari sekarang. Ikuti terus info terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa kasus karhutla yang ditangani BPBD PPU?

BPBD PPU mencatat sekitar 63 kasus karhutla dengan total luasan mencapai 56 hektare.

2. Apa kendala utama pemadaman karhutla di PPU?

Ketiadaan sumber air di sekitar lokasi menjadi kendala utama, terutama ketika kebakaran terjadi pada area luas dan lahan gambut.

3. Wilayah mana yang paling banyak mengalami karhutla?

Kejadian karhutla disebut hampir seluruhnya didominasi wilayah Kecamatan Penajam.

4. Mengapa mobil tangki dibutuhkan dalam pemadaman?

Mobil tangki digunakan untuk memasok air ketika sumber air tidak tersedia di sekitar lokasi kebakaran.

5. Apa yang diminta BPBD kepada masyarakat?

Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Balikpapantv_Official, dengan judul “BPBD PPU AKUI KENDALA AIR JADI HAMBATAN PENANGANAN KARHUTLA”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Karhutla PPU Kecamatan Penajam BPBD PPU kebakaran lahan