Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: BPBD PPU menduga sekitar 90 persen karhutla berkaitan pembukaan lahan, saat kemarau meningkatkan risiko api dan asap di Kalimantan Timur.
Balikpapan TV - Hai Ces! Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara menduga mayoritas karhutla dipicu pembukaan lahan dengan cara dibakar. Kondisi ini menjadi perhatian saat musim kemarau meningkatkan kerawanan kebakaran di sejumlah wilayah PPU.
Api yang awalnya muncul di satu titik dapat meluas ketika lahan kering bertemu angin kencang. Lantas, seberapa besar ancamannya bagi wilayah sekitar PPU?
Dugaan pembakaran menjadi perhatian BPBD PPU
BPBD PPU memperkirakan sekitar 90 persen kejadian karhutla berkaitan dengan pembakaran untuk membuka lahan. Namun, angka tersebut merupakan dugaan berdasarkan pengamatan lapangan, bukan hasil penetapan penyebab secara hukum.
Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila menjelaskan kondisi lapangan menjadi salah satu pertimbangan dalam melihat dugaan penyebab kebakaran.
“Tapi sebagian besar 90 persenan itu rata-rata kebakaran pasti disengaja,” ujar Nurlaila.
Ia juga menyebut puntung rokok dapat menjadi pemicu titik api ketika material di sekitar lokasi dalam kondisi kering.
Pernyataan tersebut penting dibaca secara proporsional. BPBD menangani kebencanaan, sedangkan pembuktian apakah kebakaran sengaja dilakukan membutuhkan proses dan kewenangan penegakan hukum.
Karhutla PPU sudah terjadi berulang sepanjang 2026
Ancaman tersebut bukan sekadar kemungkinan. Tim gabungan telah melakukan 17 operasi pemadaman karhutla di PPU sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Pada periode tersebut, luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 9,99 hektare dan tersebar di Kecamatan Penajam, Babulu, serta Sepaku.
Memasuki Agustus, kebakaran kembali terjadi. Tim gabungan menangani karhutla seluas 10,65 hektare di Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, setelah api kembali muncul sehari setelah sempat dinyatakan padam.
Data tersebut menunjukkan persoalan karhutla PPU berlangsung berulang. Tantangannya bukan hanya memadamkan api, tetapi mencegah titik kebakaran muncul kembali.
Baca Juga: Void Bekas Tambang di PPU Bakal Jadi Sumber Air? Kualitas dan Investasi Jadi Pertimbangan
Mengapa musim kemarau membuat api cepat berkembang?
Musim kemarau membuat vegetasi dan material kering lebih mudah terbakar. Kondisi angin kemudian dapat membantu api menyebar dari titik awal menuju area sekitarnya.
BMKG pada 27 Agustus 2026 menyebut kondisi kering semakin meluas seiring puncak musim kemarau. Pada 25 Agustus, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Timur tercatat meningkat dari 30 menjadi 63 titik.
BMKG juga mencatat sedikitnya 15 laporan kejadian karhutla pada 25–27 Agustus di delapan provinsi, termasuk Kutai Barat di Kalimantan Timur.
Kondisi cuaca tersebut membuat aktivitas pembakaran terbuka memiliki risiko yang semakin besar. Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan dapat berkembang ketika lingkungan sekitarnya kering.
Risiko karhutla tidak berhenti di lokasi kebakaran
Dampak karhutla dapat meluas melalui asap dan penyebaran api. Karena itu, penanganannya membutuhkan kerja bersama antara pemerintah daerah, petugas pemadam, aparat, masyarakat, dan pihak terkait.
Pada 25 Agustus 2026, BMKG bersama OIKN, TNI AU, BNPB, dan Pemerintah Kaltim melaksanakan operasi modifikasi cuaca di IKN dan Kaltim untuk mengantisipasi kekeringan serta karhutla.
BMKG menyebut sebaran asap karhutla umumnya bergerak mengikuti pola angin, sehingga dapat melintasi batas administratif. Kondisi ini membuat pencegahan di titik awal menjadi penting.
Bagi PPU, persoalan tersebut juga memiliki konteks khusus karena sebagian wilayah kabupaten berdekatan dengan kawasan IKN. Karhutla di sekitar wilayah IKN sebelumnya dilaporkan terjadi di Desa Bumi Harapan dan Bukit Raya, meski saat itu belum ada dampak asap langsung dari PPU atau Sepaku terhadap kawasan inti IKN.
Pembukaan lahan tanpa bakar menjadi langkah penting
Pembukaan lahan dengan pembakaran memiliki risiko yang sulit dikendalikan ketika kondisi lingkungan kering. Karena itu, masyarakat diimbau memilih metode pembukaan lahan tanpa membakar.
Regulasi lingkungan juga mengenal konsep Pembukaan Lahan Tanpa Bakar atau PLTB sebagai metode penyiapan lahan tanpa melakukan pembakaran.
Pencegahan menjadi semakin penting karena PPU sebelumnya mencatat 90 kasus karhutla sepanjang 2023–2025 dengan total lahan terbakar sekitar 208,35 hektare.
Artinya, persoalan karhutla bukan hanya kejadian musiman yang selesai setelah api padam. Pola kejadian berulang menunjukkan perlunya pengawasan dan perubahan cara membuka lahan.
BPBD PPU bersama lintas sektor juga terus melakukan patroli dan pemantauan di sejumlah titik rawan. Upaya tersebut penting untuk menemukan potensi kebakaran sebelum berkembang menjadi kejadian yang lebih luas.
Baca Juga: Karhutla PPU Capai 8 Titik Sehari, Bara Kayu Jadi Tantangan Pemadaman
Poin Penting:
-
BPBD PPU menduga sekitar 90 persen karhutla berkaitan dengan pembakaran untuk membuka lahan.
-
Dugaan penyebab tersebut belum menjadi penetapan hukum mengenai pelaku atau penyebab pasti kebakaran.
-
Sebanyak 17 operasi pemadaman karhutla dilakukan di PPU sepanjang Januari–Juli 2026.
-
Luas lahan terbakar pada Januari–Juli mencapai sekitar 9,99 hektare.
-
BMKG mencatat titik panas Kaltim dengan tingkat kepercayaan tinggi meningkat menjadi 63 titik pada 25 Agustus 2026.
-
Patroli dan pemantauan diperlukan untuk mencegah api berkembang di tengah kondisi kemarau.
Insight Redaksi
Karhutla PPU memperlihatkan satu hal penting: api bukan cuma urusan petugas pemadam. Ketika lahan dibakar, risikonya ikut berpindah ke lingkungan sekitar. Bubuhan di Kaltim perlu melihat pembukaan lahan tanpa bakar sebagai pilihan yang lebih aman, bukan sekadar imbauan. Kadang yang tampak praktis justru bisa jadi sumber masalah panjang.
Masyarakat dan pemilik lahan dapat mulai mengurangi risiko dengan tidak menggunakan api untuk membersihkan lahan, terutama ketika kondisi kering dan angin menguat.
Bagikan informasi ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham bahwa mencegah api jauh lebih aman daripada mengejar api setelah membesar.
Kemarau masih berlangsung, ancaman karhutla belum selesai. Pantau informasi daerah dan ikuti kabar terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Benarkah 90 persen karhutla PPU dipastikan akibat pembakaran?
BPBD PPU menyebut sekitar 90 persen sebagai dugaan berdasarkan pengamatan. Penentuan penyebab dan pembuktian hukum berada pada kewenangan yang berbeda.
2. Berapa karhutla yang ditangani PPU sepanjang 2026?
Tim gabungan telah melakukan 17 operasi pemadaman sepanjang Januari hingga Juli 2026.
3. Mengapa musim kemarau meningkatkan risiko karhutla?
Material vegetasi menjadi lebih kering sehingga mudah terbakar. Angin juga dapat membantu api menyebar ke area lain.
4. Apa yang dilakukan untuk mencegah karhutla?
BPBD PPU bersama lintas sektor meningkatkan patroli, pemantauan titik rawan, serta mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Balikpapantv_Official, dengan judul "90 PERSEN KARHUTLA DI PPU DIDUGA DARI PEMBUKAAN LAHAN". Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel balikpapantv.id.
Editor : Support