Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Pemerintah Desa Girimukti menyalurkan bantuan beras kepada lansia dan guru mengaji, sekaligus menggelar pemeriksaan kesehatan gratis serta skrining TBC.
Balikpapan TV - Hai Ces! Desa Girimukti di Penajam Paser Utara menyalurkan bantuan pangan kepada 340 lansia dan 68 guru mengaji sebagai program prioritas desa untuk membantu warga rentan.
Bantuan ini bukan sekadar soal beras. Ada layanan kesehatan yang ikut mendampingi penerima, termasuk pemeriksaan TBC yang menyasar warga di setiap RT, Ces!
Bantuan Pangan Menjangkau 17 RT di Girimukti
Program tersebut menyasar lansia berusia 60 tahun ke atas yang tersebar pada 17 RT Desa Girimukti. Setiap penerima memperoleh bantuan beras sebanyak 5 kilogram.
Sebanyak 68 guru mengaji juga masuk dalam daftar penerima. Kelompok ini dinilai memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan agama kepada anak usia dini.
Penyaluran direncanakan berlangsung empat kali dalam setahun. Dengan pola tersebut, bantuan pangan diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima secara berkala.
Mengapa Lansia dan Guru Mengaji Menjadi Sasaran?
Pemerintah Desa Girimukti menempatkan bantuan tersebut sebagai program prioritas yang menggunakan Alokasi Dana Desa untuk mendukung pengentasan kemiskinan.
Pendataan penerima dilakukan melalui 17 RT dengan sasaran warga berusia 60 tahun ke atas. Pola tersebut membuat distribusi bantuan disesuaikan dengan data warga masing-masing lingkungan.
Kepala Desa Girimukti Hendro Jatmiko Sormin menjelaskan tujuan program tersebut secara langsung.
“Ini merupakan program prioritas dari ADD untuk penuntasan kemiskinan, membantu masyarakat miskin dan lansia. Jadi pembagian beras ini dibagikan ke 17 RT, masing-masing RT mendata warganya yang berumur 60 tahun ke atas.”
Program pangan menjadi semakin relevan ketika kebutuhan dasar bertemu dengan persoalan kesehatan kelompok lanjut usia. Dua kebutuhan tersebut kemudian ditangani dalam satu kegiatan.
Baca Juga: Void Bekas Tambang di PPU Bakal Jadi Sumber Air? Kualitas dan Investasi Jadi Pertimbangan
Bantuan Beras Disandingkan dengan Cek Kesehatan Gratis
Penyaluran bantuan di Girimukti dirangkai dengan Cek Kesehatan Gratis atau CKG bersama Puskesmas Petung.
Pemeriksaan kesehatan ditujukan kepada masyarakat, dengan perhatian khusus kepada lansia yang menerima bantuan pangan. Pemeriksaan dilakukan ketika penerima berkumpul di lokasi kegiatan.
Selain pemeriksaan kesehatan umum, kegiatan tersebut juga berkaitan dengan skrining tuberkulosis atau TBC. Pemeriksaan mengambil sampel dari warga pada setiap RT untuk mendukung deteksi penyakit tersebut.
Hendro menjelaskan kegiatan kesehatan dan penyaluran bantuan sengaja dipadukan agar warga dapat memperoleh layanan dalam satu kesempatan.
“Ada tiga kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini, ada untuk pembagian berasnya dan ada juga untuk cek kesehatan masyarakat. Sebenarnya untuk semua masyarakat, tapi dalam hal ini kita fokuskan kepada lansia penerima manfaat. Kita cek dulu para lansianya, kalau TBC itu kita ambil sampel per RT supaya kita bisa tahu nanti seperti apa.”
Girimukti Jadi Lokasi Skrining TBC Berbasis RT
Skrining TBC di Girimukti berlangsung pada 27–28 Agustus 2026 bersama Puskesmas Petung. Kegiatan tersebut menyasar warga dari setiap RT dan menggunakan pengambilan sampel dahak.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 12 warga dari setiap RT masuk sasaran skrining TBC. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari langkah deteksi dini penyakit di tingkat desa.
Hendro menyebut Girimukti ditetapkan sebagai lokasi pilot project penanganan TBC. Karena itu, pengambilan sampel dilakukan dari sejumlah warga setiap RT untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Bagi masyarakat, penggabungan bantuan pangan dan layanan kesehatan memiliki manfaat praktis. Warga rentan dapat menerima dukungan kebutuhan dasar sekaligus memperoleh akses pemeriksaan dalam kegiatan yang sama.
Poin Penting
-
Bantuan pangan menyasar 340 lansia berusia 60 tahun ke atas.
-
Sebanyak 68 guru mengaji turut menerima bantuan.
-
Penerima tersebar di 17 RT Desa Girimukti.
-
Bantuan berupa beras 5 kilogram dan direncanakan diberikan empat kali setahun.
-
Penyaluran dipadukan dengan Cek Kesehatan Gratis bersama Puskesmas Petung.
-
Skrining TBC dilakukan dengan pengambilan sampel warga dari setiap RT.
-
Girimukti ditetapkan sebagai pilot project penanganan TBC.
Insight Redaksi
Bantuan pangan penting, tetapi penggabungan dengan layanan kesehatan membuat program ini punya dampak yang lebih luas. Di PPU, pendekatan seperti ini patut diperkuat karena kebutuhan warga rentan bukan cuma soal pangan. Kada cukup hanya menyalurkan bantuan; akses pemeriksaan juga harus dekat, mudah, dan rutin.
Kegiatan desa sebaiknya terus menghubungkan bantuan sosial dengan layanan kesehatan dasar agar manfaatnya terasa langsung di warga.
Bagikan info ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang tahu program sosial dan kesehatan di PPU.
Pantau terus informasi daerah dan cerita warga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Siapa penerima bantuan pangan di Desa Girimukti?
Penerima terdiri dari 340 lansia berusia 60 tahun ke atas dan 68 guru mengaji.
2. Berapa bantuan beras yang diterima?
Setiap penerima memperoleh beras sebanyak 5 kilogram dalam satu penyaluran.
3. Berapa kali bantuan diberikan dalam setahun?
Penyaluran bantuan direncanakan berlangsung empat kali dalam setahun.
4. Apa saja layanan kesehatan yang dilakukan?
Kegiatan mencakup pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining TBC melalui pengambilan sampel warga.
5. Mengapa skrining TBC dilakukan di Girimukti?
Girimukti ditetapkan sebagai lokasi pilot project penanganan TBC sehingga pemeriksaan dilakukan pada warga dari setiap RT.
Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Balikpapantv_Official, dengan judul “PEMDES GIRIMUKTI SALURKAN BANTUAN PANGAN UNTUK LANSIA DAN GURU MENGAJI”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma