Dana Desa Girimukti PPU Dipangkas 70 Persen, Pembangunan Bergeser ke Stunting dan Bantuan Warga

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 09:47 WIB
Dana Desa Girimukti dipangkas sekitar 70 persen, prioritas dialihkan ke stunting, posyandu, dan BLT warga. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)
Hendro menyebut pemangkasan Dana Desa berdampak pada pembangunan, sehingga anggaran disesuaikan dengan kebutuhan prioritas warga. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)

Durasi Baca: 4 Menit

Ikhtisar: Dana Desa Girimukti dipangkas sekitar 70 persen, sehingga pemerintah desa memprioritaskan penanganan stunting, kader posyandu, dan Bantuan Langsung Tunai masyarakat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Desa Girimukti, Kabupaten Penajam Paser Utara, menyesuaikan program pembangunan setelah Dana Desa dipangkas sekitar 70 persen dengan memprioritaskan penanganan stunting dan Bantuan Langsung Tunai.

Pengurangan anggaran membuat sejumlah rencana pembangunan harus disesuaikan. Lalu, bagaimana Pemerintah Desa Girimukti menjaga kebutuhan warga tetap terlayani di tengah dana yang makin terbatas?

Pemangkasan Dana Desa Mengubah Prioritas Pembangunan

Keterbatasan anggaran membuat Pemerintah Desa Girimukti harus menghitung kembali program yang dapat dijalankan.

Sebelumnya, Dana Desa juga digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan serta kebutuhan pembangunan lainnya. Setelah anggaran berkurang, ruang pembiayaan untuk berbagai program ikut menyempit.

Kepala Desa Girimukti, Hendro Jatmiko, menyebut pengurangan anggaran yang diterima desanya mencapai sekitar 70 persen. Kondisi tersebut tentu berpengaruh terhadap kegiatan pembangunan yang sebelumnya telah direncanakan.

Meski demikian, pemerintah desa memilih menyesuaikan program berdasarkan kebutuhan yang masih dapat dicover melalui anggaran tersedia.

Stunting dan Posyandu Masuk Prioritas Utama

Di tengah keterbatasan Dana Desa, penanganan stunting menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Desa Girimukti.

Anggaran yang tersedia diarahkan untuk mendukung kegiatan penanganan stunting, termasuk kebutuhan kader posyandu. Program tersebut dinilai tetap penting karena berkaitan langsung dengan pelayanan dan kondisi tumbuh kembang anak.

Hendro mengatakan pemerintah desa memahami dampak pemangkasan anggaran terhadap pembangunan. Namun, penyesuaian tetap dilakukan agar kegiatan yang menjadi prioritas masyarakat tidak berhenti.

"Ya enggak ada masalah sih, kan itu untuk kemajuan desanya juga gitu. Tapi ya iya pasti pengaruh lah, karena biasanya ada yang dibangun, dipotong... Jadi ya sudah, tinggal ngikutin aja."

Ia menjelaskan dana yang tersedia kini perlu dicukupkan untuk program yang masih memungkinkan dijalankan sesuai kebutuhan desa.

Baca Juga: Terumbu Karang Pulau Gusung Jadi Sorotan, Pemkab PPU Ajak Perusahaan Turun Lewat CSR

Infrastruktur Tetap Terdampak Keterbatasan Anggaran

Pengurangan Dana Desa turut memengaruhi kemampuan pemerintah desa dalam membiayai pembangunan infrastruktur.

Program yang sebelumnya dapat menggunakan Dana Desa harus disesuaikan dengan kondisi anggaran terbaru. Pemerintah Desa Girimukti kemudian mempertimbangkan sumber pembiayaan lain untuk kegiatan yang tidak dapat dicover melalui Dana Desa.

Hendro menyebut Alokasi Dana Desa atau ADD dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembiayaan, sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

"Kalau sekarang dicukupkan yang mana yang bisa dicover. Sebagai DD ya enggak bisa, ya pakai ADD."

Situasi tersebut membuat pemerintah desa perlu menentukan urutan kebutuhan secara lebih selektif agar pelayanan dasar dan program prioritas tetap berjalan.

BLT Diarahkan agar Manfaatnya Langsung Dirasakan Warga

Selain penanganan stunting, Bantuan Langsung Tunai atau BLT juga menjadi bagian dari prioritas penggunaan anggaran di Desa Girimukti.

Fokus tersebut diarahkan agar dana yang tersedia dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pemerintah desa berharap penyaluran bantuan dan program prioritas tetap dapat berjalan meski kemampuan anggaran mengalami pengurangan signifikan.

Penyesuaian ini sekaligus menunjukkan bahwa pemangkasan anggaran tidak hanya berdampak pada pembangunan fisik. Pemerintah desa juga harus menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan program sosial dan pelayanan masyarakat.

Tantangan Desa Menentukan Program yang Paling Mendesak

Pemangkasan sekitar 70 persen membuat Pemerintah Desa Girimukti berada pada situasi yang menuntut penentuan prioritas secara lebih ketat.

Pembangunan jalan dan kebutuhan fisik lainnya tetap penting bagi masyarakat. Namun, penanganan stunting, kegiatan posyandu, serta bantuan langsung juga membutuhkan dukungan anggaran.

Karena itu, penggunaan anggaran kini difokuskan pada program yang dianggap paling mendesak dan dapat dijalankan sesuai kemampuan keuangan desa.

Bagi warga, perubahan prioritas tersebut berarti sebagian pembangunan mungkin harus menunggu. Di sisi lain, pemerintah desa berupaya memastikan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat tetap memperoleh perhatian.

Baca Juga: Kekeringan Mulai Melanda Sepaku, PDAM PPU Diminta Siapkan Air Bersih untuk Warga

Poin Penting

Insight Redaksi

Pemangkasan Dana Desa membuat Pemerintah Desa Girimukti harus memilih kebutuhan yang paling mendesak. Infrastruktur memang penting, tetapi penanganan stunting dan bantuan masyarakat juga tidak bisa dikesampingkan. Di sinilah kualitas perencanaan diuji. Anggaran terbatas harus menghasilkan manfaat nyata. Kada cukup hanya membagi dana, prioritas harus benar-benar tepat sasaran.

Pemdes perlu menjaga keterbukaan program agar warga tahu pembangunan mana yang ditunda dan kebutuhan mana yang lebih dahulu dibiayai.

Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam supaya semakin paham dampak perubahan Dana Desa di tingkat masyarakat.

Perubahan anggaran bisa menggeser banyak rencana, tapi kebutuhan warga tetap harus jadi perhatian. Pantau terus perkembangan daerah hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa besar pengurangan Dana Desa di Girimukti?

Menurut Kepala Desa Girimukti Hendro Jatmiko, pengurangan anggaran yang diterima desanya mencapai sekitar 70 persen.

2. Program apa yang menjadi prioritas setelah Dana Desa dipangkas?

Pemerintah Desa Girimukti memprioritaskan penanganan stunting, kegiatan kader posyandu, dan Bantuan Langsung Tunai atau BLT.

3. Bagaimana pembangunan yang tidak dapat dibiayai Dana Desa?

Pemerintah desa dapat menyesuaikan program berdasarkan kemampuan anggaran dan menggunakan ADD untuk kebutuhan yang memungkinkan dicover.

Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media YouTube @Balikpapantv_Official, dengan judul “DANA DESA DIPANGKAS, PEMDES GIRIMUKTI PRIORITASKAN STUNTING”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
stunting penajam paser utara Desa Girimukti dana desa