Terumbu Karang Pulau Gusung Jadi Sorotan, Pemkab PPU Ajak Perusahaan Turun Lewat CSR

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:54 WIB
Pemkab PPU mendorong CSR perusahaan mendukung konservasi terumbu karang Pulau Gusung dan masyarakat pesisir. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)
Pemkab PPU mendorong CSR perusahaan mendukung konservasi terumbu karang Pulau Gusung dan masyarakat pesisir. (Sumber: YouTube Balikpapan TV)

Durasi Baca: 4 Menit

Ikhtisar: Pemkab PPU mendorong CSR perusahaan untuk memperkuat konservasi terumbu karang Pulau Gusung sekaligus menjaga manfaatnya bagi masyarakat pesisir.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mendorong perusahaan memperluas dukungan CSR untuk pelestarian terumbu karang di Pulau Gusung karena ekosistem pesisir penting bagi masyarakat.

Langkah ini membuka peluang konservasi tidak hanya bergantung pada pemerintah dan komunitas. Lantas, seperti apa kolaborasi yang sedang dibangun dan mengapa Pulau Gusung perlu dijaga bersama?

Pulau Gusung Jadi Titik Penting Konservasi Pesisir PPU

Pulau Gusung merupakan salah satu kawasan wisata alam di Kecamatan Penajam yang dikelilingi area terumbu karang. Dokumen pemerintah daerah juga mencatat Pulau Gusung sebagai salah satu kawasan peruntukan pariwisata alam PPU.

Potensi tersebut membuat keberadaan ekosistem laut di kawasan ini memiliki nilai lebih dari sekadar daya tarik wisata. Terumbu karang berkaitan dengan keberlanjutan lingkungan pesisir dan aktivitas masyarakat yang memanfaatkan sumber daya laut.

Dalam beberapa bulan terakhir, upaya pemulihan terumbu karang Pulau Gusung juga melibatkan masyarakat pesisir, komunitas, relawan, serta unsur pemerintah. Kegiatan restorasi dilakukan melalui penanaman atau transplantasi terumbu karang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa konservasi Pulau Gusung mulai bergerak menjadi kerja bersama. Namun, keberlanjutannya membutuhkan dukungan yang tidak berhenti pada kegiatan penanaman.

Mengapa Pemkab PPU Mengajak Perusahaan Terlibat?

Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten PPU, Niko Herlambang, menilai pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah tidak ingin seluruh kebutuhan konservasi hanya bertumpu pada anggaran pemerintah.

Menurut Niko, Pemkab PPU tengah membuka peluang agar program pelestarian lingkungan dapat dikaitkan dengan CSR perusahaan yang memiliki kesesuaian dengan kebutuhan di lapangan.

Ia juga mengapresiasi kontribusi Kompak Nusa Bahari yang selama ini terlibat dalam kegiatan lingkungan di PPU. Dukungan komunitas tersebut dinilai dapat menjadi contoh bahwa inisiatif masyarakat mampu berjalan berdampingan dengan pemerintah.

Dalam keterangannya, Niko menyebut pemerintah juga telah berdiskusi dengan pihak Yayasan STT Migas yang menunjukkan ketertarikan membantu pelestarian terumbu karang.

"Dari Yayasan STT Migas kita coba gali bantuan-bantuan dari pihak lainnya. Secara bertahap ini dikerjakan, nanti kita melihat progresnya seperti apa dan kebutuhan apa nanti pasti kita akan carikan," kata Niko.

Baca Juga: Jalan Menuju Pantai Tanjung Jumlai Rusak, Anggaran Terbatas Bikin Perbaikan Bertahap

Restorasi Terumbu Karang Sudah Melibatkan Masyarakat

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya menjaga Pulau Gusung. Sebelum aktivitas wisata berkembang, masyarakat pesisir dan nelayan PPU telah menunjukkan perhatian terhadap kondisi kawasan tersebut.

Kompak Nusa Bahari sebelumnya melakukan restorasi secara swadaya karena Pulau Gusung dinilai masih memiliki potensi terumbu karang yang perlu dijaga. Gerakan itu kemudian berkembang melalui kegiatan konservasi dan edukasi lingkungan.

Pada 4 Juli 2026, kegiatan konservasi dan restorasi di Pulau Gusung melibatkan masyarakat pesisir, komunitas, relawan, serta sejumlah unsur pemerintah dan instansi terkait.

Kolaborasi seperti ini penting karena pemulihan ekosistem membutuhkan proses yang berkelanjutan. Penanaman karang saja belum cukup apabila kawasan yang dipulihkan tidak mendapatkan pemantauan dan perlindungan setelahnya.

Wisata Bahari Juga Membutuhkan Pengawasan

Pengembangan wisata Pulau Gusung membawa peluang ekonomi sekaligus tantangan baru. Meningkatnya aktivitas kunjungan perlu berjalan beriringan dengan pemahaman mengenai cara berwisata yang tidak merusak ekosistem laut.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PPU sebelumnya menyoroti aktivitas open trip di Pulau Gusung yang perlu dibarengi edukasi konservasi kepada pengunjung. Pengelolaan wisata tidak cukup hanya mengejar jumlah kunjungan.

Kekhawatiran tersebut relevan karena kawasan terumbu karang memiliki karakter ekosistem yang rentan terhadap gangguan aktivitas manusia. Karena itu, konservasi dan pariwisata seharusnya dirancang sebagai dua kegiatan yang saling mendukung.

Pulau Gusung bahkan disebut sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi pengembangan wisata bila dikelola secara profesional. Akses menuju kawasan tersebut juga melibatkan transportasi masyarakat dari Pantai Tanjung Jumlai.

CSR Bisa Menjadi Penguat Program Konservasi

Dorongan Pemkab PPU membuka ruang bagi perusahaan untuk mengambil peran yang lebih terarah. Dukungan CSR dapat disesuaikan dengan kebutuhan konservasi, mulai dari penyediaan sarana restorasi hingga kegiatan edukasi dan pemantauan.

Model seperti ini membuat CSR tidak sekadar hadir sebagai bantuan sesaat. Program perusahaan dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan yang memiliki manfaat lingkungan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat pesisir.

Peluang kolaborasi tersebut juga bukan sesuatu yang sepenuhnya baru di PPU. Pada Juli 2026, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur menerima penghargaan dari Pemkab PPU atas kontribusi melalui program pengembangan dan pelibatan masyarakat, termasuk program yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.

Artinya, ruang kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha sebenarnya sudah tersedia. Tantangannya adalah memastikan program yang masuk benar-benar sesuai kebutuhan lapangan dan dapat dipantau hasilnya.

Baca Juga: Akses Bendungan Sepaku Semoi IKN Diblokir, Tunggakan Proyek Capai Rp16 Miliar

Konservasi Harus Berjalan Setelah Karang Ditanam

Pelestarian terumbu karang membutuhkan kesinambungan. Setelah proses restorasi dilakukan, kondisi karang perlu dipantau agar pemerintah dan masyarakat mengetahui perkembangan serta kebutuhan berikutnya.

Karena itu, dukungan CSR idealnya tidak hanya diarahkan untuk kegiatan awal. Pemantauan, edukasi wisatawan, penguatan kelompok masyarakat, dan perawatan kawasan juga dapat menjadi bagian dari dukungan apabila sesuai kebutuhan program.

Bagi masyarakat PPU, keberhasilan konservasi Pulau Gusung memiliki arti yang lebih luas. Kawasan yang terjaga dapat mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus menjaga potensi wisata bahari dan aktivitas masyarakat pesisir.

Kolaborasi akhirnya menjadi kunci. Pemerintah menyediakan arah kebijakan, masyarakat menjaga kawasan dari lapangan, sementara perusahaan dapat memperkuat dukungan melalui program sosial dan lingkungan yang terukur.

Poin Penting

Insight Redaksi

Pelestarian Pulau Gusung menunjukkan bahwa konservasi tak cukup mengandalkan satu pihak. Pemkab PPU sudah membuka pintu kolaborasi, tinggal memastikan CSR benar-benar menjawab kebutuhan lapangan. Kalau karangnya dijaga, manfaat ekonominya bisa ikut panjang. Ini bukan sekadar urusan lingkungan, tapi masa depan pesisir PPU.

Perusahaan sebaiknya menggandeng komunitas sejak awal supaya program CSR kada berhenti sebagai seremoni tahunan.

Bagikan info ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang paham pentingnya menjaga terumbu karang PPU.

Mau tahu perkembangan lingkungan dan potensi wisata Kalimantan Timur lainnya? Selalu update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana lokasi terumbu karang yang menjadi perhatian Pemkab PPU?

Pelestarian yang dibahas berada di Pulau Gusung, Kabupaten Penajam Paser Utara.

2. Siapa yang didorong untuk ikut mendukung konservasi?

Pemkab PPU mendorong perusahaan melalui program CSR, selain pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pihak lainnya.

3. Mengapa CSR perusahaan dibutuhkan?

Dukungan perusahaan dapat membantu memperluas dan memperkuat kegiatan pelestarian lingkungan yang tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah.

4. Apakah Pulau Gusung juga memiliki potensi wisata?

Ya. Pulau Gusung tercatat sebagai kawasan peruntukan pariwisata alam PPU dan memiliki potensi wisata bahari.

Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Balikpapantv_Official, dengan judul "PEMKAB PPU AJAK PERUSAHAAN GENCARKAN CSR UNTUK PELESTARIAN TERUMBU KARANG". Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
CSR perusahaan Terumbu Karang penajam paser utara Pulau Gusung