Blank Spot dan Rumah Adat: Dua Agenda Besar PPU Sambut IKN

Arya Kusuma • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:46 WIB
Transformasi digital dan budaya jadi strategi utama menghadapi Nusantara.
Transformasi digital dan budaya jadi strategi utama menghadapi Nusantara.

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) gencar dorong penguatan konektivitas digital dan pelestarian kebudayaan lokal sebagai strategi menghadapi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan komitmennya memperkuat infrastruktur komunikasi digital demi pemerataan layanan publik dan kesiapan daerah sebagai pintu gerbang IKN.

Dalam audiensi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Bupati PPU Mudyat Noor menyampaikan masih terdapat sembilan desa blank spot dengan kualitas sinyal lemah, termasuk Kelurahan Mentawir yang strategis karena berbatasan dengan Balikpapan.

“Penguatan konektivitas digital bukan hanya soal komunikasi, tapi juga pendidikan, kesehatan, pemerintahan, ekonomi, hingga mendukung perkembangan kawasan IKN,” ujar Mudyat.

Konektivitas Digital: Menyongsong Era IKN

Dalam audiensi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Bupati PPU Mudyat Noor menekankan pentingnya pemerataan akses internet. Saat ini, terdapat sembilan desa blank spot, termasuk Kelurahan Mentawir yang strategis karena berbatasan dengan Balikpapan.

“Penguatan konektivitas digital bukan hanya soal komunikasi, tapi juga pendidikan, kesehatan, pemerintahan, ekonomi, hingga mendukung perkembangan kawasan IKN,” ujar Mudyat.

Rencana Penguatan Jaringan

Komdigi menegaskan, lokasi yang layak secara komersial akan ditangani operator, sementara wilayah non-komersial dapat memperoleh dukungan melalui program BAKTI.

Sinergi Digital dan Kebudayaan, PPU Mantapkan Peran di Era IKN
Sinergi Digital dan Kebudayaan, PPU Mantapkan Peran di Era IKN

Baca Juga: Dari TPA hingga Mangrove, Ini Strategi PPU Menyambut Pertumbuhan IKN

Kebudayaan Paser: Identitas Lokal di Tengah Modernisasi

Sehari sebelumnya, Pemkab PPU juga melakukan audiensi dengan Kementerian Kebudayaan RI membahas pembangunan Rumah Adat Kuta Adat Paser.

Bangunan sepanjang 117 meter baru terealisasi 28 meter, dengan kebutuhan anggaran tambahan Rp21 miliar. Rumah adat ini diharapkan menjadi pusat kegiatan adat, pendidikan, ruang publik, dan destinasi wisata.

Kementerian Kebudayaan menawarkan konsep site museum, living museum, atau eco museum untuk menghidupkan nilai budaya tanpa mengubah fungsi utama rumah adat.

Potensi Budaya PPU

Program dukungan yang dibuka antara lain Dana Abadi Kebudayaan, festival seni, sertifikasi pelaku budaya, hingga pengusulan Warisan Budaya Takbenda.

Baca Juga: Dari Digitalisasi hingga Budaya, Road Show Pemkab PPU Hasilkan Prioritas Pembangunan 2027

Poin Penting

 

Insight Redaksi

Langkah Pemkab PPU menunjukkan strategi dua jalur: memperkuat infrastruktur digital sekaligus menjaga identitas budaya lokal. Ini penting agar PPU tidak sekadar jadi “wilayah penyangga” IKN, tapi juga pusat peradaban baru yang modern tanpa kehilangan akar tradisi.

Konektivitas digital akan membuka akses ekonomi dan layanan publik, sementara kebudayaan Paser menjadi fondasi keharmonisan sosial. Sinergi keduanya bisa menjadikan PPU bukan hanya gerbang IKN, tapi juga etalase Indonesia yang berakar kuat dan berwajah modern.

FAQ – PPU Dorong Konektivitas Digital & Pelestarian Budaya

Berikut adalah rangkaian pertanyaan yang sering muncul terkait langkah Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) dalam memperkuat infrastruktur digital dan pelestarian budaya lokal sesuai standar BTV-EOS v2.0 – News Transformation Mode:

1. Apa alasan utama Pemkab PPU mendorong penguatan konektivitas digital? Karena PPU adalah gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), pemerataan akses internet menjadi kebutuhan vital untuk mendukung pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan aktivitas ekonomi.

2. Berapa banyak desa di PPU yang masih mengalami blank spot? Ada sembilan desa/lokasi yang dilaporkan mengalami blank spot atau kualitas sinyal sangat lemah.

3. Mengapa Kelurahan Mentawir mendapat perhatian khusus? Mentawir dinilai strategis karena berbatasan langsung dengan Balikpapan dan memiliki potensi pengembangan ekonomi.

4. Apa solusi yang ditawarkan Komdigi untuk mengatasi blank spot?

5. Apakah masyarakat akan mendapat akses Wi-Fi publik? Ya, Pemkab PPU mengusulkan pembangunan sekitar 200 titik Wi-Fi publik untuk mendukung akses internet masyarakat.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
konektivitas digital Wi-Fi publik ppu IKN blank spot