Efisiensi Anggaran Tak Hambat Pembangunan, Hasil Mudyatnomics PPU Kantongi Dukungan Tiga Kementerian

Arya Kusuma • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 12:14 WIB
Mudyat Noor (Bupati PPU) dan Abdul Waris Muin (Wakil Bupati PPU) serta Fitriani (Kepala Bidang Aplikasi,Informatika,dan Persandian / AIP Kominfo PPU) bersama Nezar Patria (Wakil Menteri Komdigi Republik Indonesia),Wayan Toni Supriyanto (Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi)
Mudyat Noor (Bupati PPU) dan Abdul Waris Muin (Wakil Bupati PPU) serta Fitriani (Kepala Bidang Aplikasi,Informatika,dan Persandian / AIP Kominfo PPU) bersama Nezar Patria (Wakil Menteri Komdigi Republik Indonesia),Wayan Toni Supriyanto (Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi)

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Strategi Mudyatnomics mendorong Pemkab PPU memperluas sinergi dengan kementerian untuk menjaga percepatan pembangunan di tengah efisiensi anggaran dan memastikan program prioritas daerah tetap berjalan pada 2027.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengintensifkan diplomasi pembangunan melalui kunjungan kerja ke tiga kementerian di Jakarta. Langkah yang dipimpin Bupati PPU Mudyat Noor dan Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin itu bertujuan memastikan program strategis daerah tetap mendapatkan dukungan pemerintah pusat pada 2027.

Efisiensi anggaran menjadi tantangan yang dihadapi banyak daerah. Karena itu, pendekatan yang ditempuh Pemkab PPU menarik untuk dicermati. Apa saja hasil yang dibawa dari rangkaian road show tersebut? Simak pembahasannya.

Mudyatnomics Menjadi Strategi Menjaga Akselerasi Pembangunan Daerah

Kondisi efisiensi anggaran menuntut pemerintah daerah mencari pendekatan baru agar program pembangunan tidak mengalami perlambatan.

Melalui konsep yang dikenal sebagai Mudyatnomics, Pemkab PPU memilih memperkuat diplomasi pembangunan dengan membangun komunikasi langsung bersama kementerian.

Strategi tersebut tidak hanya berorientasi pada dukungan pendanaan. Pemkab PPU juga berupaya menyelaraskan program daerah dengan agenda pembangunan nasional.

Pendekatan ini dinilai penting mengingat PPU memiliki posisi strategis sebagai wilayah penyangga utama kawasan Ibu Kota Nusantara.

Baca Juga: Pengembangan Kebudayaan PPU di Tengah IKN, Menjaga Identitas Lokal Agar Tetap Hidup

Kementerian Kebudayaan Menjadi Tujuan Awal Road Show Pemkab PPU

Rangkaian kunjungan dimulai di Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Rombongan Pemkab PPU diterima langsung oleh Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Mahendra didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Judi Wahjudin.

Pembahasan difokuskan pada penguatan sektor kebudayaan, termasuk pengembangan dan pemeliharaan cagar budaya daerah.

Bagi PPU, sektor kebudayaan memiliki nilai strategis. Kehadiran IKN membawa perubahan besar yang membuat identitas lokal perlu diperkuat melalui program yang berkelanjutan.

Mudyat Noor (Bupati PPU) dan Abdul Waris Muin (Wakil Bupati PPU) serta Safwana (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PPU) bersama Ahmad Mahendra (Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan) dan Judi Wahjudin (Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan)
Mudyat Noor (Bupati PPU) dan Abdul Waris Muin (Wakil Bupati PPU) serta Safwana (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PPU) bersama Ahmad Mahendra (Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan) dan Judi Wahjudin (Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan)

Pengelolaan Lingkungan Menjadi Agenda Penting di Tengah Pertumbuhan Wilayah

Setelah menyelesaikan agenda di Kementerian Kebudayaan, rombongan melanjutkan audiensi dengan Kementerian Lingkungan Hidup.

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Mochammad Jumhur Hidayat, bersama jajaran kementerian.

Pembahasan difokuskan pada pengelolaan kebersihan dan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Isu lingkungan menjadi perhatian penting karena PPU sedang menghadapi peningkatan aktivitas pembangunan yang berpotensi memengaruhi keseimbangan ekosistem.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah daerah berharap program lingkungan dapat berjalan seiring dengan percepatan pembangunan.

Mudyat Noor (Bupati PPU) dan Abdul Waris Muin (Wakil Bupati PPU) serta Kuncoro (Kepala Dinas Lingkungan Hidup PPU) bersama Moch.Jumhur Hidayat (Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia)
Mudyat Noor (Bupati PPU) dan Abdul Waris Muin (Wakil Bupati PPU) serta Kuncoro (Kepala Dinas Lingkungan Hidup PPU) bersama Moch.Jumhur Hidayat (Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia)

Infrastruktur Digital Masuk dalam Daftar Prioritas Pembahasan

Road show kemudian berlanjut ke Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi).

Pemkab PPU diterima oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digitalisasi, Nezar Patria, bersama Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto.

Dalam audiensi itu, pembangunan dan pemerataan infrastruktur digital menjadi salah satu fokus utama.

Ketersediaan jaringan digital dinilai memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan publik, pendidikan, ekonomi, hingga pengembangan kawasan penyangga IKN.

Pemerataan akses digital juga menjadi kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan maupun kawasan yang masih berkembang.

Baca Juga: Wabup Paser Pastikan Upacara 17 Agustus Siap, Warga Dipersilakan Menonton

Seluruh Usulan Pemkab PPU Diterima untuk Menjadi Prioritas Tahun 2027

Hasil yang diperoleh dari rangkaian kunjungan tersebut dinilai cukup menggembirakan.

Seluruh usulan program pembangunan yang dibawa oleh Bupati Mudyat Noor dan Wakil Bupati Abdul Waris Muin diterima oleh ketiga kementerian untuk menjadi prioritas pelaksanaan pada 2027.

Sinergi lintas kementerian tersebut mencakup penguatan kebudayaan, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan infrastruktur digital.

Penerimaan seluruh usulan itu memberikan kepastian bahwa program prioritas daerah tetap memiliki peluang untuk direalisasikan meskipun pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran.

Cakra: Diplomasi Anggaran Menjadi Langkah Taktis Pemkab PPU

Tenaga Ahli Bapelitbang PPU, Cakra, menilai strategi yang dijalankan Pemkab PPU merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi fiskal yang sedang berlangsung.

"Strategi diplomasi anggaran dan diplomasi pembangunan yang diusung oleh Pak Bupati dan Pak Wakil Bupati berfokus pada pencarian jalur alternatif pendanaan melalui APBN. Melalui road show ke tiga kementerian ini, kami memastikan program-program prioritas PPU tidak terhenti meski berada dalam masa efisiensi anggaran," ujar Cakra.

Ia juga menyampaikan bahwa respons dari pemerintah pusat sangat positif terhadap berbagai usulan yang diajukan.

"Alhamdulillah, respons dari Bapak Menteri, Bapak Wakil Menteri, hingga para direktur jenderal sangat positif. Semua usulan strategis yang disampaikan Pemkab PPU telah diterima dan berkomitmen untuk menjadikannya sebagai prioritas pada 2027," tambahnya.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat masih menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan.

Baca Juga: Bantuan UEP PPU Sasar 100 Warga, Modal Usaha Disesuaikan Kebutuhan

Poin Penting

Insight Redaksi

Keberhasilan sebuah daerah pada masa efisiensi anggaran tidak hanya ditentukan oleh besarnya APBD. Kemampuan membangun jejaring dan menyelaraskan program dengan pemerintah pusat justru menjadi faktor yang semakin menentukan. PPU sedang menunjukkan pola baru. Diplomasi pembangunan ternyata bisa menjadi instrumen percepatan.

Program lintas kementerian seperti ini perlu terus dikawal. Kada cukup hanya memperoleh persetujuan. Implementasi di lapangan harus menjadi perhatian utama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak masyarakat memahami arah pembangunan PPU.

Perubahan besar di PPU terus bergerak. Ikuti perkembangan terbarunya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan Mudyatnomics?

Mudyatnomics merupakan pendekatan pembangunan yang menitikberatkan pada kolaborasi, diplomasi program, dan penguatan sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

2. Mengapa Pemkab PPU melakukan road show ke kementerian?

Road show dilakukan untuk memastikan program pembangunan daerah tetap memperoleh dukungan di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

3. Program apa saja yang menjadi fokus pembahasan?

Program yang dibahas meliputi penguatan kebudayaan, pengelolaan lingkungan hidup, serta pemerataan infrastruktur digital.

4. Kapan program tersebut mulai diprioritaskan?

Seluruh usulan yang dibawa Pemkab PPU direncanakan masuk dalam skala prioritas pelaksanaan pada 2027.

Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada informasi resmi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengenai rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah kementerian. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Road show Pemkab PPU Program pembangunan PPU 2027 Mudyat Noor Abdul Waris Muin