Durasi Baca: 4 Menit
Ikhtisar: RSUD RAPB PPU masih kekurangan dokter spesialis sehingga layanan KJSU dan KIA belum optimal bagi masyarakat.
Balikpapan TV - Hai Ces! Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung (RSUD RAPB) Penajam Paser Utara masih kekurangan dokter spesialis untuk mendukung layanan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU).
Kondisi ini membuat sejumlah pasien membutuhkan rujukan ke luar daerah ketika memerlukan penanganan dokter spesialis tertentu. Karena itu, pemenuhan tenaga medis menjadi bagian penting dalam pengembangan rumah sakit lima tahun ke depan.
Kebutuhan dokter spesialis menjadi salah satu pekerjaan yang masih harus diselesaikan RSUD RAPB PPU. Rumah sakit daerah tersebut belum memiliki seluruh tenaga spesialis yang dibutuhkan untuk menjalankan layanan prioritas KJSU dari pemerintah pusat.
Kondisi tersebut juga berkaitan dengan layanan kesehatan ibu dan anak. Manajemen rumah sakit menyebut beberapa bidang spesialis masih belum memiliki dokter yang dapat memenuhi kebutuhan pelayanan tersebut.
Mengapa Dokter Spesialis KJSU Sangat Dibutuhkan?
Bagi masyarakat PPU, ketersediaan dokter spesialis di rumah sakit daerah berkaitan langsung dengan akses terhadap penanganan penyakit yang membutuhkan keahlian khusus.
Ketika tenaga spesialis belum tersedia, pasien dengan kondisi tertentu masih harus mendapatkan rujukan ke rumah sakit di luar daerah.
Situasi tersebut membuat pemenuhan tenaga spesialis menjadi kebutuhan penting dalam pengembangan layanan kesehatan RSUD RAPB.
Layanan Kanker hingga Uronefrologi
Program KJSU mencakup layanan untuk penyakit kanker, jantung, stroke, serta uronefrologi. Selain bidang tersebut, RSUD RAPB juga masih membutuhkan tenaga spesialis untuk mendukung kesehatan ibu dan anak.
Direktur RSUD Ratu Aji Putri Botung PPU, Lukasiwan, mengatakan kebutuhan tersebut masih menjadi perhatian manajemen rumah sakit.
“Spesialis kita tentunya masih kurang, terutama khususnya untuk program KJSU dari pusat dan KJSUKIA. Jadi untuk kanker, kemudian urologi, kesehatan ibu dan anak, kita masih belum punya dokternya... Sehingga paling tidak dalam pentahapan pengembangan rumah sakit lima tahun ke depan itu harus terpenuhi.”
Rujukan ke Luar Daerah Masih Menjadi Tantangan
Keterbatasan dokter spesialis membuat layanan tertentu belum dapat diberikan secara penuh di RSUD RAPB. Pasien yang membutuhkan penanganan khusus akhirnya dapat memerlukan rujukan ke fasilitas kesehatan di luar PPU.
Bagi masyarakat, keberadaan dokter spesialis di daerah menjadi penting karena penanganan dapat dilakukan lebih dekat dengan tempat tinggal pasien.
Kebutuhan tersebut semakin terasa ketika pasien membutuhkan layanan medis yang masuk dalam bidang KJSU maupun kesehatan ibu dan anak.
Baca Juga: Retribusi Pasar Babulu Mulai Pakai QRIS, Transaksi Ditargetkan Lebih Tertib dan Transparan
Pemenuhan Dokter Ditargetkan Lima Tahun
Manajemen RSUD RAPB menargetkan kebutuhan dokter spesialis dapat dipenuhi secara bertahap melalui pengembangan rumah sakit dalam lima tahun ke depan.
Target tersebut mencakup dokter yang dibutuhkan untuk layanan KJSU dan KIA. Pemenuhan tenaga medis menjadi salah satu bagian yang harus berjalan bersama pengembangan fasilitas rumah sakit.
Artinya, penguatan pelayanan bukan hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga ketersediaan tenaga dokter dengan kompetensi spesialis yang sesuai.
Apa Dampaknya bagi Masyarakat PPU?
Ketersediaan dokter spesialis akan menentukan kemampuan RSUD RAPB dalam memberikan layanan untuk kebutuhan medis tertentu di daerah.
Jika kebutuhan tersebut terpenuhi secara bertahap, masyarakat memiliki akses terhadap layanan spesialis di rumah sakit daerah tanpa selalu bergantung pada rujukan keluar PPU.
Namun, berdasarkan informasi yang disampaikan manajemen rumah sakit, kebutuhan tenaga spesialis tersebut masih harus dipenuhi dalam tahapan pengembangan berikutnya.
Poin Penting
-
RSUD RAPB PPU masih mengalami kekurangan dokter spesialis.
-
Kekurangan tersebut berdampak pada kesiapan layanan KJSU.
-
Bidang yang disebut masih membutuhkan tenaga spesialis antara lain kanker, urologi, serta kesehatan ibu dan anak.
-
Pasien tertentu masih membutuhkan rujukan ke luar daerah.
-
Manajemen RSUD RAPB menargetkan kebutuhan dokter spesialis terpenuhi dalam pengembangan lima tahun ke depan.
Insight Redaksi
Ketersediaan fasilitas kesehatan harus berjalan bersama tenaga medis yang memadai. Bagi PPU, penguatan dokter spesialis bukan sekadar target rumah sakit, tetapi kebutuhan layanan warga. Lima tahun terdengar panjang, padahal kebutuhan pasien berjalan setiap hari. Ini yang perlu dikawal.
RSUD RAPB perlu memastikan tahapan pemenuhan spesialis berjalan jelas dan terukur, supaya pengembangan layanan benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat PPU.
Bagikan informasi ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang paham perkembangan layanan kesehatan di PPU.
Kebutuhan dokter spesialis bukan sekadar soal fasilitas rumah sakit, tetapi soal seberapa dekat warga mendapatkan pertolongan medis yang dibutuhkan. Ikuti terus update informasinya hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa yang masih menjadi kendala RSUD RAPB PPU?
Kendala yang disampaikan manajemen adalah masih kurangnya dokter spesialis untuk mendukung sejumlah layanan kesehatan.
2. Apa itu layanan KJSU?
KJSU merupakan layanan yang mencakup penanganan kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.
3. Bidang spesialis apa yang masih dibutuhkan?
Manajemen menyebut kebutuhan dokter untuk bidang kanker, urologi, serta kesehatan ibu dan anak.
4. Apa dampaknya bagi pasien?
Pasien yang membutuhkan layanan spesialis tertentu masih dapat dirujuk ke rumah sakit di luar daerah PPU.
5. Kapan kebutuhan dokter spesialis ditargetkan terpenuhi?
RSUD RAPB menargetkan kebutuhan tersebut dapat dipenuhi secara bertahap dalam pengembangan rumah sakit lima tahun ke depan.
Sumber Informasi: Informasi ini telah tayang sebelumnya di Media Youtube @Balikpapantv_Official, dengan judul “RSUD RAPB PPU AKUI MASIH BUTUH DOKTER SPESIALIS KJSU”. Di-publikasikan kembali dengan angle dan style artikel Balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma