Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Pariwisata Desa Luan melemah, sementara pemangkasan anggaran membatasi pembangunan dan mendorong desa mencari sumber ekonomi alternatif.
Balikpapan TV - Hai Ces! Aktivitas wisata di Desa Luan, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, ikut terdampak penurunan kunjungan dan keterbatasan anggaran desa pada 2026. Kondisi ini penting karena ekonomi warga ikut bergantung pada geliat wisata.
Persoalannya bukan sekadar wisatawan yang berkurang. Ketika pembangunan infrastruktur ikut tertahan, desa harus mencari cara lain agar roda ekonomi masyarakat tetap berjalan.
Gunung Boga Masih Jadi Potensi Wisata Desa Luan
Gunung Boga atau Gunung Embun merupakan destinasi alam di Desa Luan yang dikenal dengan panorama kabut seperti negeri di atas awan. Pemerintah Kabupaten Paser sebelumnya menempatkannya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan daerah.
Destinasi tersebut berada sekitar 40 kilometer dari Tanah Grogot. Kawasan wisata ini dilengkapi sejumlah fasilitas, seperti gazebo, kios UMKM, area parkir, toilet, musala, tempat swafoto, serta area berkemah.
Gunung Boga juga dikembangkan untuk mendukung sport tourism melalui aktivitas paralayang. Pada Juni 2026, Kabupaten Paser bahkan menjadi lokasi International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Paser Series 1.
Namun, kegiatan tersebut belum otomatis membuat aktivitas wisata di Desa Luan kembali stabil sepanjang waktu.
Mengapa Kunjungan Wisatawan Mulai Menurun?
Kepala Desa Luan Ridwan Suwidi menyebut penurunan kunjungan wisata dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya kenaikan harga bahan bakar minyak, kondisi infrastruktur yang belum memadai, serta kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
Kondisi akses memang menjadi salah satu tantangan kawasan Gunung Boga. Informasi resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyebut sejumlah rute menuju lokasi masih melewati jalan tanah berbatu, sementara pada rute lain terdapat bagian jalan berlubang dan tanah berbatu.
Bagi destinasi yang mengandalkan wisatawan perjalanan darat, kualitas akses memiliki pengaruh langsung terhadap kenyamanan perjalanan. Infrastruktur akhirnya bukan sekadar urusan pembangunan, tetapi bagian dari pengalaman wisata.
Baca Juga: Dermaga Speedboat Penajam Rusak, Dishub PPU Surati Pemprov Kaltim untuk Rehabilitasi
Pemangkasan Anggaran Desa Mencapai 60 hingga 70 Persen
Tekanan lain datang dari kondisi fiskal Pemerintah Desa Luan. Ridwan menyebut anggaran desa pada 2026 mengalami pemangkasan sekitar 60 hingga 70 persen.
"Untuk tahun 2026 ini pemotongan anggaran mencapai 60 sampai 70 persen. Sangat kami rasakan. Banyak masyarakat yang mengeluh terkait pembangunan di desa," kata Ridwan, Selasa (11/8/2026).
Menurut Ridwan, dampak pemangkasan paling terasa pada pembangunan infrastruktur. Jalan usaha tani dan jalan ekonomi menjadi beberapa pekerjaan yang ikut terhambat karena kebutuhan biaya pengerasan hingga semenisasi cukup besar.
Kondisi tersebut membuat ruang gerak pemerintah desa semakin terbatas. Padahal, infrastruktur menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat sekaligus akses menuju kawasan wisata.
Ekonomi Warga Ikut Terdampak Saat Wisata Melemah
Meski sektor pariwisata belum memberikan kontribusi langsung terhadap Pendapatan Asli Desa, keberadaan wisatawan tetap dinilai penting bagi aktivitas ekonomi warga.
Wisatawan yang datang dapat menggerakkan usaha masyarakat melalui berbagai kebutuhan selama perjalanan. Perputaran ekonomi tersebut menjadi manfaat tidak langsung dari keberadaan destinasi wisata.
Karena itu, penurunan kunjungan bukan hanya persoalan sektor pariwisata. Dampaknya dapat terasa pada masyarakat yang memperoleh penghasilan dari aktivitas ekonomi di sekitar destinasi.
Pemerintah Kabupaten Paser sendiri sebelumnya mengembangkan Gunung Boga dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk fasilitas UMKM dan sarana paralayang. Pengembangan tersebut diarahkan agar pariwisata turut memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Desa Luan Mencari Sumber Ekonomi Alternatif
Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa Luan mulai mengembangkan sektor ketahanan pangan. Salah satunya melalui peternakan ayam kampung dengan tahap awal sebanyak 200 ekor.
Desa juga mengembangkan ayam petelur sebagai bagian dari upaya memperkuat sumber ekonomi alternatif. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga aktivitas ekonomi masyarakat ketika sektor wisata belum mampu bergerak optimal.
Selain peternakan, Pemerintah Desa Luan menjajaki pemanfaatan sumber daya alam berupa batu gunung dan pasir melalui kerja sama dengan perusahaan. Namun, rencana tersebut masih menghadapi proses perizinan.
Strategi lain dilakukan melalui kebun desa yang memperoleh dukungan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Hasil kebun diupayakan membantu kebutuhan operasional pemerintahan desa.
Pemanfaatannya antara lain untuk kebutuhan alat tulis kantor, rapat mendesak, hingga santunan sosial. Artinya, desa mulai mengandalkan sumber pendapatan alternatif untuk menutup sebagian kebutuhan yang sebelumnya dapat ditopang anggaran.
Poin Penting
- Aktivitas wisata di Desa Luan mengalami penurunan kunjungan.
- Gunung Boga atau Gunung Embun merupakan destinasi wisata alam unggulan di Desa Luan.
- Faktor yang disebut memengaruhi penurunan kunjungan antara lain harga BBM, infrastruktur, dan efisiensi anggaran.
- Anggaran Desa Luan pada 2026 disebut dipangkas sekitar 60 hingga 70 persen.
- Pembangunan jalan usaha tani dan jalan ekonomi ikut terdampak.
- Desa mengembangkan peternakan ayam kampung dan ayam petelur.
- Pemanfaatan batu gunung dan pasir masih terkendala perizinan.
- Kebun desa dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan operasional pemerintahan.
Insight Redaksi
Gunung Boga punya modal wisata kuat, tetapi destinasi kada cukup hanya mengandalkan panorama. Akses, event, UMKM, dan ekonomi warga harus bergerak bareng. Ketika anggaran menyusut, kolaborasi pemerintah, desa, dan swasta menjadi makin penting. Jangan sampai potensi sudah besar, tapi roda ekonominya justru kada berputar.
Pemerintah daerah perlu menjaga akses menuju Gunung Boga sekaligus memperkuat promosi dan aktivitas wisata berbasis masyarakat.
Bubuhan ikam yang peduli wisata daerah, bagikan artikel ini supaya makin banyak yang paham kondisi Desa Luan.
Ingin tahu bagaimana nasib Gunung Boga dan ekonomi warga Desa Luan selanjutnya? Pantau terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Di mana lokasi Gunung Boga?
Gunung Boga berada di Desa Luan, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
2. Apa nama lain Gunung Boga?
Gunung Boga juga dikenal sebagai Gunung Embun atau Saing Boga karena panorama kabut paginya yang menyerupai negeri di atas awan.
3. Apa yang menyebabkan kunjungan wisata disebut menurun?
Menurut Kepala Desa Luan Ridwan Suwidi, faktor yang memengaruhi antara lain kenaikan BBM, infrastruktur yang belum memadai, dan efisiensi anggaran.
4. Berapa besar pemangkasan anggaran Desa Luan pada 2026?
Ridwan menyebut pemangkasan mencapai sekitar 60 hingga 70 persen.
5. Apa langkah Desa Luan menghadapi keterbatasan anggaran?
Desa mengembangkan peternakan ayam kampung dan ayam petelur, menjajaki pemanfaatan batu serta pasir, dan mengoptimalkan kebun desa.
Sumber Informasi: Media Kaltim Post, dengan judul "Wisata Gunung Boga Lesu, Anggaran Desa Luan Dipangkas hingga 70 Persen", oleh Muhammad Najib. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id. Konteks destinasi dan perkembangan pariwisata diverifikasi melalui sumber resmi Pemerintah Kabupaten Paser dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Editor : Arya Kusuma