Harga Cabai Rawit PPU Turun Rp40 Ribu, Panen Lokal Mulai Tambah Pasokan

Ahla Najwa • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:35 WIB
Ilustrasi cabai rawit di pasar PPU setelah panen lokal meningkatkan pasokan dan mendorong harga turun signifikan (BTV/AI)
Ilustrasi cabai rawit di pasar PPU setelah panen lokal meningkatkan pasokan dan mendorong harga turun signifikan (BTV/AI)

Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Harga cabai rawit PPU turun setelah panen lokal dan pasokan tambahan mulai masuk ke pasar daerah.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Harga cabai rawit di Penajam Paser Utara sempat mencapai Rp100 ribu per kilogram sebelum turun sekitar Rp60 ribu setelah pasokan lokal mulai bertambah.

Kenaikan ini berkaitan dengan cuaca di daerah penghasil dan ketergantungan pasokan dari luar PPU. Kondisi tersebut penting dicermati karena harga cabai cepat berubah.

Mengapa Harga Cabai Rawit PPU Sempat Melonjak?

Cabai rawit menjadi salah satu komoditas pangan yang sangat sensitif terhadap perubahan cuaca.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKM Perindag PPU Marlina menjelaskan, curah hujan tinggi dapat mengganggu tanaman cabai.

Kemarau juga memberi tekanan terhadap produksi. Karena itu, cabai membutuhkan kondisi cuaca yang relatif sedang untuk tumbuh optimal.

“Kemarin memang ada kenaikan dari segi cabai, bahkan sempat tembus Rp 100.000 per kilogram. Cabai ini paling sering mengalami kenaikan karena karakternya sensitif,” jelas Marlina, Selasa (11/8/2026).

Menurut Marlina, kondisi tersebut membuat pasokan cabai mudah berkurang ketika produksi di daerah penghasil mengalami gangguan.

Harga Cabai Rawit Kini Turun Menjadi Rp60 Ribu

Kabar baiknya, harga cabai rawit di pasar PPU kini mulai terkendali.

Harga yang sebelumnya mencapai Rp100 ribu per kilogram telah turun menjadi sekitar Rp60 ribu per kilogram.

Penurunan tersebut terjadi seiring mulai masuknya masa panen lokal dan tambahan pasokan dari wilayah distributor di luar PPU.

Pola tersebut menunjukkan pentingnya ketersediaan pasokan dari berbagai sumber ketika produksi salah satu wilayah mengalami kendala.

Secara nasional, Kementerian Pertanian juga mencatat perubahan cuaca ekstrem dapat mengganggu produksi cabai dan memengaruhi harga.

Baca Juga: Pemegang Kartu Kuning di PPU Bakal Dikonfirmasi, Status Kerja Dipantau Berkala

Panen Lokal Jadi Penyangga Pasokan Pangan

Dinas KUKM Perindag PPU mendorong peningkatan produksi pertanian lokal untuk memperkuat ketersediaan komoditas.

Pasokan dari petani daerah dapat menjadi salah satu penyangga ketika distribusi dari wilayah luar mengalami gangguan.

Ilustrasi produksi pertanian lokal PPU diperkuat untuk menjaga pasokan komoditas dan stabilitas harga pangan masyarakat (BTV/AI)
Ilustrasi produksi pertanian lokal PPU diperkuat untuk menjaga pasokan komoditas dan stabilitas harga pangan masyarakat (BTV/AI)

Strategi tersebut juga sejalan dengan pola pengendalian harga pangan yang menempatkan kelancaran produksi dan distribusi sebagai faktor penting.

Kementerian Pertanian pada 2026 beberapa kali melakukan intervensi pasokan cabai dari sentra produksi untuk menjaga stabilitas harga konsumen.

Bagi masyarakat PPU, semakin kuat produksi lokal, semakin banyak pilihan sumber pasokan ketika harga dari daerah luar mengalami tekanan.

Pasokan Ikan PPU Masih Aman Saat Gelombang Tinggi

Selain cabai, kondisi pangan lain di PPU juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Harga telur ayam disebut sudah mengalami penurunan sehingga kembali lebih terjangkau masyarakat.

Sementara pasokan ikan masih relatif aman meski kondisi laut pada Agustus dipengaruhi gelombang tinggi akibat angin selatan.

Marlina mengatakan masyarakat PPU memiliki sumber ikan alternatif melalui hasil empang dan budidaya.

“Pada kondisi bulan Agustus ini gelombang laut memang sangat tinggi akibat angin selatan. Namun masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada sumber ikan dari laut,” tuturnya.

Sumber alternatif tersebut antara lain ikan bandeng dan nila hasil budidaya masyarakat.

Budidaya Menjadi Penyangga Ketika Laut Terganggu

Keberadaan kolam dan empang membantu menjaga pasokan ikan ketika aktivitas nelayan tangkap menghadapi kondisi cuaca kurang mendukung.

Marlina juga mengapresiasi masyarakat yang mengembangkan budidaya ikan secara mandiri.

Menurutnya, aktivitas tersebut membantu menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap hasil tangkapan laut.

Baca Juga: Penghasilan hingga Rp11 Juta Masih Bisa Masuk MBR, Ini Penjelasan DPKPP Paser

Tips Membaca Perubahan Harga Pangan di PPU

Poin Penting

Insight Redaksi

Harga cabai menunjukkan satu hal penting: produksi lokal punya peran besar menjaga kestabilan pangan PPU. Ketika pasokan luar terganggu, panen daerah bisa menjadi penyangga. Pemerintah dan petani perlu memperkuat pola ini. Kada cukup hanya mengandalkan distribusi dari luar. Produksi lokal harus terus dijaga, supaya harga pangan kada gampang bergejolak.

Penguatan panen lokal, distribusi antardaerah, dan budidaya pangan perlu berjalan bareng agar tekanan harga tidak cepat terasa masyarakat.

Bubuhan pembaca, bagikan info ini supaya semakin banyak yang paham kenapa harga cabai bisa berubah cepat.

Harga cabai bisa turun hari ini, tetapi pasokan tetap jadi kunci. Selalu update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa harga cabai rawit di PPU sekarang?

Harga cabai rawit di pasar PPU disebut sekitar Rp60 ribu per kilogram setelah sebelumnya mencapai Rp100 ribu.

2. Apa penyebab harga cabai rawit naik?

Perubahan cuaca di daerah penghasil dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah menjadi salah satu pemicunya.

3. Mengapa harga cabai rawit kembali turun?

Harga mulai turun setelah panen lokal masuk dan pasokan tambahan dari distributor luar PPU bertambah.

4. Apakah pasokan ikan di PPU terganggu gelombang tinggi?

Pasokan masih relatif aman karena masyarakat memiliki sumber ikan alternatif melalui empang dan budidaya.

5. Ikan budidaya apa yang disebut tersedia di PPU?

Marlina menyebut ikan bandeng dan nila sebagai contoh hasil budidaya yang membantu menjaga pasokan.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Harga Cabai Rawit di PPU Sempat Rp 100 Ribu, Kini Turun Jadi Rp 60 Ribu per Kg”, oleh Ahmad Maki. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Marlina penajam paser utara cabai rawit