Durasi Baca: 5 Menit
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Karhutla, BPBD Penajam Paser Utara Imbau Warga Hentikan Pembukaan Lahan dengan Membakar
Ikhtisar: BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar di tengah cuaca ekstrem. Kondisi kering akibat El Niño dan angin selatan dinilai meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan serta membahayakan aktivitas pelayaran.
Balikpapan TV – Hai Ces! Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara mengimbau masyarakat menghentikan pembukaan lahan dengan cara dibakar menyusul meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca ekstrem yang dipengaruhi fenomena El Niño dan angin selatan. Imbauan ini disampaikan karena kondisi cuaca kering disertai angin kencang berisiko mempercepat penyebaran api.
Jangan anggap sepele kondisi cuaca saat ini. Sedikit kelalaian dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, Ces!
Mengapa BPBD PPU Mengeluarkan Imbauan Ini?
BPBD Penajam Paser Utara menyebut kondisi cuaca yang sedang berlangsung sangat mendukung munculnya titik panas (hotspot). Apabila masih terjadi pembukaan lahan dengan cara dibakar, risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat secara signifikan.
Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah hotspot terdeteksi di beberapa wilayah, di antaranya Gunung Steleng, Nipah-Nipah, Nenang, Babulu, hingga Maridan di Kecamatan Sepaku. Karena itu, masyarakat diminta menghentikan praktik pembukaan lahan menggunakan api sebagai langkah pencegahan.
Ground Check Temukan Bekas Pembakaran Lahan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila, mengatakan petugas telah melakukan pemeriksaan langsung (ground check) terhadap sejumlah titik panas yang muncul selama Juli.
"Ada beberapa kejadian hotspot yang terpantau di Kabupaten Penajam Paser Utara selama bulan Juli ini. Setelah kita lakukan ground check, memang di lapangan hasilnya ada pembakaran lahan warga karena ada bekas-bekas sisa material pembakaran."
Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan masih adanya aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar oleh masyarakat.
BPBD Ingatkan Bahaya Api Saat Angin Kencang
Nurlaila menjelaskan pembukaan lahan menggunakan api sangat berisiko ketika dilakukan pada musim kering, terutama saat angin bertiup cukup kencang.
"Berarti ada pembukaan lahan yang dilakukan dengan cara membakar. Kalau bisa, kita melakukan pengendalian pembukaan lahan dengan cara dibakar. Kalaupun memang itu harus perlu, dilakukan langkah-langkah antisipasinya. Karena mudah sekali memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Pada saat yang bersamaan, jika terjadi di siang atau sore hari dengan kondisi angin kencang, kadang-kadang kita tidak bisa mengendalikan. Potensi meluasnya karhutla itu sangat tinggi kalau dilakukan pada saat kondisi panas dengan angin yang cukup kencang."
BPBD berharap masyarakat lebih mengutamakan cara pembukaan lahan yang aman agar potensi kebakaran dapat ditekan selama musim kemarau.
Baca Juga: Bupati Paser Resmikan IPA Desa Segendang, Pasokan Air Bersih Mulai Menjangkau Ratusan Warga
Penyedia Transportasi Laut Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Selain ancaman karhutla, BPBD juga mengingatkan masyarakat mengenai dampak angin selatan yang berpotensi memicu gelombang tinggi di wilayah perairan.
Penyedia jasa transportasi laut diminta mengutamakan keselamatan selama beroperasi dengan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan pelayaran.
BPBD menegaskan bahwa kerja sama seluruh masyarakat menjadi kunci untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan maupun kecelakaan transportasi laut selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
Poin Penting
-
BPBD PPU mengimbau masyarakat menghentikan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
-
Cuaca ekstrem dipengaruhi fenomena El Niño dan angin selatan.
-
Hotspot terpantau di Gunung Steleng, Nipah-Nipah, Nenang, Babulu, dan Maridan.
-
Ground check menemukan bekas pembakaran lahan oleh warga.
-
Angin selatan juga meningkatkan potensi gelombang tinggi di perairan.
-
Penyedia transportasi laut diminta mengutamakan aspek keselamatan.
Insight Redaksi
Pencegahan jauh lebih efektif dibanding penanganan ketika api sudah meluas. Temuan bekas pembakaran lahan menunjukkan edukasi dan pengawasan masih perlu diperkuat agar risiko karhutla dapat ditekan sejak awal. Jangan tunggu api membesar baru bergerak, Ces. Saat cuaca ekstrem seperti sekarang, langkah sederhana menghindari pembakaran lahan dapat mengurangi potensi kerugian yang lebih besar.
Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya mencegah karhutla sejak dini.
Tetap ikuti perkembangan informasi cuaca, kebencanaan, dan berbagai kabar penting lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Mengapa BPBD melarang pembukaan lahan dengan cara dibakar?
Karena cuaca kering dan angin kencang membuat api sangat mudah menyebar hingga memicu kebakaran hutan dan lahan.
2. Wilayah mana saja yang ditemukan hotspot?
Gunung Steleng, Nipah-Nipah, Nenang, Babulu, dan Maridan di Kecamatan Sepaku.
3. Apa penyebab meningkatnya risiko karhutla?
Fenomena El Niño yang menyebabkan kondisi lebih kering serta paparan angin selatan.
4. Apa hasil pemeriksaan BPBD di lapangan?
Petugas menemukan bekas material pembakaran yang menunjukkan adanya pembukaan lahan dengan cara dibakar.
5. Selain karhutla, apa dampak cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai?
Angin selatan berpotensi memicu gelombang tinggi sehingga aktivitas transportasi laut harus lebih mengutamakan keselamatan.
Sumber Informasi
Informasi ini telah tayang sebelumnya di media YouTube Balikpapantv_Official dengan judul "CUACA EKSTREM, BPBD PPU IMBAU WARGA HENTIKAN PEMBUKAAN LAHAN". Artikel ini disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id berdasarkan transkrip yang diberikan pengguna.
Editor : Arya Kusuma