Durasi: 6 menit
Topik: Program rehabilitasi mangrove berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem pesisir Paser
Ikhtisar: Program CAMP yang dijalankan PT Cotrans Asia menunjukkan keberhasilan rehabilitasi mangrove melalui penanaman berkelanjutan, kolaborasi multipihak, dan komitmen jangka panjang menjaga kawasan pesisir.
Balikpapan TV - Hai Ces! PT Cotrans Asia kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui Cotrans Asia Mangrove Program (CAMP), program rehabilitasi mangrove yang telah berjalan konsisten selama empat tahun di wilayah pesisir Kabupaten Paser dan menjadi bagian dari dukungan terhadap target pembangunan berkelanjutan.
Menanam ribuan mangrove mungkin terdengar sederhana. Namun dampaknya bisa terasa hingga puluhan tahun ke depan. Simak kisahnya sampai tuntas, Ces!
Mengapa Program CAMP Menjadi Sorotan dalam Pelestarian Pesisir Paser?
Pelestarian mangrove menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi perubahan iklim dan menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Kawasan mangrove berfungsi melindungi garis pantai, menjadi habitat berbagai biota, sekaligus membantu menyerap emisi karbon.
Melalui CAMP, PT Cotrans Asia berupaya mengintegrasikan aktivitas industri dengan tanggung jawab lingkungan. Program ini telah berjalan sejak 2023 dan terus berlanjut hingga 2026.
Direktur Utama PT Cotrans Asia, Surya Aribowo, menjelaskan bahwa pelaksanaan program tidak hanya berfokus pada penanaman bibit.
“Program ini melibatkan proses pemantauan dan evaluasi yang ketat guna memastikan efektivitas pemulihan ekosistem di kawasan pesisir Kabupaten Paser,” terang Surya Aribowo, Senin (20/7).
Pendekatan tersebut membuat rehabilitasi yang dilakukan memiliki arah jangka panjang, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
Baca Juga: Nyawa Penumpang Taruhannya! Stok Pelampung di Pelabuhan PPU Lenyap Ratusan Unit
Bagaimana Perjalanan CAMP dari Tahun ke Tahun?
Ketua CAMP Ahmad Afandi menjelaskan program dimulai pada 2023 melalui penanaman 2.500 bibit mangrove di Desa Harapan Baru.
Pada tahap awal tersebut, tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 77,8 persen. Angka itu menjadi fondasi penting bagi pengembangan program pada periode berikutnya.
Tahun 2024 menjadi fase ekspansi dengan lokasi penanaman berpindah ke Desa Muara Adang. Sebanyak 10.860 bibit mangrove ditanam secara bertahap.
Namun perjalanan rehabilitasi tidak selalu berjalan mulus. Faktor alam menjadi tantangan terbesar.
“Kondisi alam yang ekstrem menyajikan tantangan berat. Faktor gelombang pasang, karakteristik lokasi tanam, serta kendala teknis di lapangan sempat menekan tingkat keberhasilan awal hingga menyentuh angka 9,36 persen,” ujar Ahmad.
Meski menghadapi kondisi sulit, perusahaan tetap melanjutkan program dan melakukan berbagai evaluasi terhadap metode penanaman yang digunakan.
Apa yang Membuat Tingkat Keberhasilan Tahun 2025 Melonjak Tajam?
Tahun 2025 menjadi titik balik bagi CAMP. PT Cotrans Asia kembali melakukan penanaman sebanyak 7.000 bibit mangrove dengan target keberhasilan di atas 75 persen.
Target tersebut akhirnya terlampaui secara signifikan.
Melalui penyempurnaan metode tanam, peningkatan pengawasan lapangan, serta kolaborasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan masyarakat sekitar, tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 95,90 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa rehabilitasi ekosistem memerlukan proses belajar yang berkelanjutan.
Keberhasilan tinggi pada tahun 2025 sekaligus menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis evaluasi dan kolaborasi mampu memberikan hasil yang lebih optimal dibanding sekadar menambah jumlah bibit.
Baca Juga: Kursi Panas Eselon II PPU Diperebutkan, 20 Pejabat Mulai Saling Sikut Jelang Deadline!
Langkah Strategis Apa yang Disiapkan untuk Tahun 2026 dan Seterusnya?
Memasuki 2026, PT Cotrans Asia kembali menanam 7.000 bibit mangrove di area tambak ramah lingkungan milik perusahaan.
Penanaman tersebut memperkuat komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung perlindungan kawasan pesisir.
Tidak berhenti pada kegiatan tahunan, perusahaan juga menyiapkan langkah yang lebih besar.
PT Cotrans Asia mengajukan permohonan perjanjian kerja sama pengelolaan kawasan mangrove seluas 35 hektare.
Kerja sama itu direncanakan berlangsung selama lima tahun, mulai 2027 hingga 2031.
Melalui skema tersebut, rehabilitasi, pemeliharaan, dan perlindungan mangrove diharapkan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Mengapa Kolaborasi Menjadi Kunci Keberhasilan Program Ini?
Keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dukungan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program.
Direksi PT Kideco Jaya Agung, Syamsu Tri Atmoko, menilai program tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan.
“Apa yang kita ambil dari alam, maka harus kita kembalikan lagi ke alam agar kelak dapat terus dirasakan manfaatnya oleh anak cucu kita. Kita tidak boleh serakah; ini menjadi komitmen pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” tegas Syamsu Tri Atmoko.
Apresiasi serupa datang dari Pemerintah Kabupaten Paser.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser, Achmad Safari, menyebut sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan desa memberikan dampak positif bagi ekologi maupun masyarakat pesisir.
“Sinergi berkelanjutan antara perusahaan, pemerintah, dan pihak desa merupakan bentuk kepedulian nyata yang membawa dampak positif masif, baik bagi stabilitas ekologi maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ungkap Achmad.
Sementara itu, Kepala Desa Muara Adang Kurniansyah menyampaikan bahwa program tersebut membantu memberikan harapan baru bagi wilayah yang pernah mengalami kerusakan akibat musibah alam.
“Kami sangat berterima kasih kepada PT Cotrans karena telah memilih desa kami dan berkontribusi besar untuk menghidupkan kembali Desa Muara Adang pasca-musibah,” ungkap Kurniansyah.
Dukungan juga datang dari Presiden Direktur Utama PT Interport Mandiri Utama, Adi Darma Shima, yang berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke wilayah pesisir lainnya.
Baca Juga: Waspada! Modus Penipuan Segitiga Marak di Paser, Korban Kehilangan Hingga Puluhan Juta
Poin Penting:
- CAMP telah berjalan konsisten selama empat tahun sejak 2023.
- Total ribuan bibit mangrove ditanam di Desa Harapan Baru dan Muara Adang.
- Tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 95,90 persen pada 2025.
- Tahun 2026 dilakukan penanaman tambahan sebanyak 7.000 bibit.
- PT Cotrans Asia mengajukan pengelolaan kawasan mangrove seluas 35 hektare.
- Program mendapat apresiasi dari pemerintah, masyarakat, dan mitra perusahaan.
Insight Redaksi: Program rehabilitasi mangrove sering dinilai dari jumlah bibit yang ditanam. Namun dalam kasus CAMP, yang menarik justru konsistensi dan kemampuan beradaptasi ketika menghadapi kegagalan. Dari tingkat keberhasilan yang sempat rendah pada 2024 hingga melonjak pada 2025, terlihat bahwa pelestarian lingkungan memerlukan komitmen jangka panjang. Bagi wilayah pesisir Kalimantan Timur, pendekatan seperti ini pang bisa menjadi contoh karena kada hanya fokus pada penanaman, tetapi juga pemeliharaan dan kolaborasi berkelanjutan, Ces.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang memahami pentingnya menjaga mangrove sebagai pelindung alami kawasan pesisir.
Penasaran bagaimana rehabilitasi mangrove bisa mengubah masa depan pesisir Kalimantan Timur? Ikuti terus informasi inspiratif dan edukatif hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa itu CAMP yang dijalankan PT Cotrans Asia?
CAMP adalah program rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan PT Cotrans Asia sejak 2023 di wilayah pesisir Kabupaten Paser.
2. Berapa tingkat keberhasilan penanaman mangrove pada 2025?
Tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 95,90 persen dari 7.000 bibit yang ditanam.
3. Di mana lokasi utama pelaksanaan program?
Program dilaksanakan di Desa Harapan Baru dan Desa Muara Adang, Kabupaten Paser.
4. Apa rencana jangka panjang yang disiapkan perusahaan?
Mengelola kawasan mangrove seluas 35 hektare melalui kerja sama selama lima tahun mulai 2027 hingga 2031.
5. Mengapa mangrove penting bagi lingkungan pesisir?
Mangrove membantu melindungi garis pantai, menjaga ekosistem pesisir, dan mendukung penyerapan karbon.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Konsistensi 4 Tahun PT Cotrans Asia Hijaukan Pesisir Paser lewat Program CAMP", oleh penulis Muhammad Najib. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.