Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

NEXA AI hingga Web-Games, Inovasi Pelajar Paser Warnai Duta Pelajar Sadar Hukum

AdminBTV • Rabu, 15 Juli 2026 | 08:22 WIB
Tim SMA Negeri 1 Tanah Grogot menerima penghargaan setelah meraih juara pertama DPSH Kabupaten Paser.
Tim SMA Negeri 1 Tanah Grogot menerima penghargaan setelah meraih juara pertama DPSH Kabupaten Paser.

Durasi Baca: 5 Menit

Topik: Inovasi karya tulis pelajar memperkuat budaya hukum melalui pemanfaatan teknologi digital

Ikhtisar: Ajang Duta Pelajar Sadar Hukum di Paser menghadirkan beragam inovasi digital karya pelajar untuk mendukung edukasi hukum, pencegahan narkotika, dan pemberantasan judi online di lingkungan sekolah.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! SMA Negeri 1 Tanah Grogot mendominasi ajang Duta Pelajar Sadar Hukum (DPSH) 2026 tingkat Kabupaten Paser setelah meraih juara pertama dan ketiga melalui karya tulis inovatif bertema edukasi hukum. Kompetisi yang digelar Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini menjadi ruang bagi pelajar mengembangkan solusi berbasis teknologi terhadap persoalan hukum yang dekat dengan kehidupan remaja.

Masih banyak ide menarik dari para peserta yang layak disimak. Penasaran bagaimana karya mereka bisa menjawab tantangan zaman? Simak terus sampai akhir, Ces!

Baca Juga: Bukan Sekadar Juara, Paser Futsal League Jadi Gerbang Atlet Menuju Porprov 2026

Mengapa ajang Duta Pelajar Sadar Hukum menjadi penting bagi pelajar?

Kesadaran hukum tidak lagi dipandang sebatas memahami aturan atau mengenal pasal-pasal. Kini, pelajar juga didorong mampu menerjemahkan persoalan sosial menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Melalui ajang Duta Pelajar Sadar Hukum (DPSH), peserta ditantang menyusun karya ilmiah inovatif yang mampu memberikan gagasan nyata dalam mendorong kepatuhan hukum sejak usia sekolah.

Program tersebut merupakan kolaborasi Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang digelar serentak di kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.

Kepala Kejaksaan Negeri Paser Deddy Herliyantho yang mewakili Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menjelaskan tujuan utama kegiatan ini ialah membentuk generasi muda yang memahami pentingnya hukum dalam kehidupan sehari-hari. "Diharapkan para pelajar dapat menularkan nilai-nilai positif dan meningkatkan kesadaran hukum di lingkungan sekitarnya sehingga ketertiban dan ketenteraman masyarakat dapat terus terjaga."

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa peserta tidak hanya berkompetisi mencari gelar juara. Mereka juga dipersiapkan menjadi penggerak edukasi hukum di sekolah maupun lingkungan tempat tinggalnya.

Pendekatan seperti ini dinilai relevan karena pelajar menjadi kelompok yang dekat dengan perkembangan teknologi sekaligus rentan terhadap berbagai persoalan digital, mulai dari penyalahgunaan narkotika hingga maraknya judi online.

Bagaimana karya juara pertama memanfaatkan game edukasi?

Prestasi tertinggi diraih pasangan Hafidz Rihardiansyah dan Melida Aura Putri dari SMA Negeri 1 Tanah Grogot.

Mereka mengembangkan karya berjudul "Gerakan Melawan Operasi Narkotika (GELORA): Pengembangan Media Edukasi Berbasis WEB-games dan Siniar dengan Metode Experiential Learning."

Ide tersebut menggabungkan permainan berbasis web dengan media siniar atau podcast sebagai sarana pembelajaran yang menarik bagi pelajar.

Pendekatan experiential learning atau pembelajaran melalui pengalaman dipilih agar materi mengenai bahaya narkotika tidak berhenti pada teori. Peserta didorong aktif berinteraksi dengan materi sehingga pesan edukasi menjadi lebih mudah dipahami.

Pemanfaatan media digital juga dinilai mampu menjangkau generasi muda yang sehari-harinya akrab dengan internet dan perangkat gawai.

Inovasi seperti ini memperlihatkan bahwa edukasi hukum dapat dikemas lebih kreatif tanpa mengurangi substansi materi yang ingin disampaikan.

Baca Juga: Desa Biu Jadi Lokasi TMMD Ke-129, Kodim 0904/Paser Perkuat Pembangunan Bersama Warga

NEXA AI hadir sebagai solusi melawan judi online

Persaingan menuju podium juga menghadirkan gagasan yang tak kalah menarik.

Juara kedua diraih Janeeta Hfiy Azalia Syifa dan Achmad Aril Nur Febriansyah dari SMA Negeri 2 Kuaro melalui karya bertajuk "Analisis Efektivitas Penggunaan Teknologi Next Generation Anti Gambling Assistant (NEXA) AI dalam Upaya Pencegahan Judi Online di Kalangan Pelajar SMA."

Melalui penelitian tersebut, keduanya mencoba menawarkan pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai media pendukung pencegahan praktik judi online yang belakangan menjadi perhatian banyak pihak.

Tema tersebut dipilih karena perkembangan teknologi digital juga membawa tantangan baru berupa semakin mudahnya akses terhadap aktivitas perjudian melalui internet.

Alih-alih hanya mengangkat persoalan, karya tersebut berupaya menghadirkan pendekatan preventif berbasis teknologi sehingga pelajar memiliki bekal mengenali sekaligus menghindari praktik perjudian digital.

Mengapa inovasi edukasi digital kembali masuk tiga besar?

Dominasi SMA Negeri 1 Tanah Grogot berlanjut di posisi ketiga. Pasangan Asyrifat Andhika Ahmad dan Diah Ayu Purbaningrum berhasil membawa sekolahnya kembali naik podium melalui karya berjudul "Pengembangan Media Edukasi Digital Interaktif Digensa untuk Meningkatkan Kesadaran Remaja terhadap Bahaya Narkotika."

Berbeda dengan karya juara pertama yang mengombinasikan permainan berbasis web dan siniar, Digensa dikembangkan sebagai media edukasi digital interaktif. Fokusnya tetap sama, yakni meningkatkan pemahaman remaja mengenai ancaman penyalahgunaan narkotika dengan pendekatan yang lebih menarik dibanding penyampaian materi secara konvensional.

Munculnya dua karya bertema pencegahan narkotika di jajaran tiga besar memperlihatkan bahwa persoalan tersebut masih menjadi perhatian serius di kalangan pelajar. Para peserta memilih menawarkan solusi melalui teknologi yang dekat dengan kehidupan generasi muda.

Di sisi lain, hadirnya tema mengenai kecerdasan buatan untuk mencegah judi online menunjukkan isu hukum yang diangkat peserta juga mengikuti perkembangan tantangan digital saat ini.

Baca Juga: Puskesmas Petung Jemput Bola: Warga Bisa Cek Jantung dan USG Gratis Tanpa Antre!

Apa yang diterima para pemenang DPSH Paser 2026?

Selain memperoleh apresiasi atas gagasan yang disusun, para pemenang juga menerima uang pembinaan, piagam penghargaan, dan plakat sebagai bentuk penghormatan terhadap karya mereka.

Rinciannya sebagai berikut:

Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk terus menghasilkan inovasi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.

Ajang ini juga menjadi bukti bahwa kompetisi ilmiah tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi turut mendorong lahirnya solusi terhadap persoalan nyata yang dihadapi generasi muda.

Siap mewakili Paser menuju tingkat provinsi

Setelah melalui proses penilaian di tingkat kabupaten, tiga tim terbaik akan melanjutkan perjuangan pada Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Kompetisi di tingkat provinsi menjadi kesempatan bagi para peserta memperkenalkan inovasi mereka kepada lingkup yang lebih luas sekaligus bersaing dengan perwakilan dari daerah lain.

Keberhasilan Kabupaten Paser menghadirkan karya bertema web-game edukasi, kecerdasan buatan, hingga media digital interaktif memperlihatkan potensi besar pelajar daerah dalam memanfaatkan teknologi untuk kepentingan sosial.

Lebih dari sekadar mengejar prestasi, gagasan-gagasan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan hukum dapat berkembang mengikuti perubahan zaman. Ketika teknologi dimanfaatkan untuk mengedukasi, manfaatnya tidak hanya dirasakan peserta lomba, tetapi juga berpeluang diterapkan di lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Baca Juga: Mengapa DPRD Paser Perbarui Aturan Tempat Hiburan dan Miras? Ini Penjelasannya

Poin Penting:

Insight Redaksi: Inovasi para pelajar Paser memperlihatkan edukasi hukum mulai bergerak mengikuti cara belajar generasi digital. Pendekatan berbasis permainan, kecerdasan buatan, hingga media interaktif berpotensi membuat materi hukum terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ini menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan. Tinggal bagaimana sekolah dan pemangku kepentingan mengembangkan gagasan tersebut agar Kada berhenti sebagai karya lomba semata. Potensinya layak dikawal bersama, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang mengetahui kreativitas pelajar Paser dalam menghadirkan inovasi edukasi hukum berbasis teknologi.

Ikuti terus perkembangan pendidikan, inovasi pelajar, dan kabar inspiratif lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa juara pertama Duta Pelajar Sadar Hukum 2026 tingkat Kabupaten Paser?
Pasangan Hafidz Rihardiansyah dan Melida Aura Putri dari SMA Negeri 1 Tanah Grogot.

2. Apa tema karya juara pertama?
Pengembangan media edukasi bahaya narkotika berbasis web-games dan siniar melalui program GELORA.

3. Apa itu NEXA AI dalam kompetisi ini?
NEXA AI merupakan konsep teknologi kecerdasan buatan yang diusulkan peserta untuk membantu pencegahan judi online di kalangan pelajar SMA.

4. Berapa hadiah yang diterima juara pertama?
Juara pertama memperoleh uang pembinaan sebesar Rp4,5 juta, disertai piagam penghargaan dan plakat.

5. Ke mana para pemenang melanjutkan kompetisi?
Tiga tim terbaik akan mewakili Kabupaten Paser pada Pemilihan Duta Pelajar Sadar Hukum tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Dari Game Edukasi hingga NEXA AI, Ini Inovasi Karya Tulis Duta Pelajar Sadar Hukum Paser", oleh penulis Bayu Rolles. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Deddy Herliyantho NEXA AI Kabupaten Paser