Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Revolusi itu di Jemput Bukan di Tunggu, Mudyat Minta OPD Lebih Gesit Bergerak untuk Pembangunan PPU

Arya Kusuma • Kamis, 9 Juli 2026 | 10:24 WIB
Bupati PPU Mudyat Noor menyampaikan arahan kepada kepala OPD mengenai inovasi, pelayanan publik, dan percepatan pembangunan daerah.
Bupati PPU Mudyat Noor menyampaikan arahan kepada kepala OPD mengenai inovasi, pelayanan publik, dan percepatan pembangunan daerah.

Durasi Baca: 7 Menit

Topik: Penguatan kinerja perangkat daerah melalui inovasi dan sinergi pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat

Ikhtisar: Bupati PPU menekankan seluruh OPD harus menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat, memperkuat inovasi, serta aktif mencari pendanaan pembangunan di luar APBD.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menegaskan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wajib menerjemahkan visi pemerintah menjadi program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Arahan tersebut dinilai penting agar pembangunan daerah memberi manfaat nyata sekaligus mempercepat kesejahteraan warga Benuo Taka.

Bukan sekadar soal administrasi, tetapi bagaimana setiap kebijakan benar-benar terasa manfaatnya di lapangan. Simak sampai selesai, banyak poin penting yang menarik dipahami, Ces!

Apa yang Diinginkan Bupati PPU dari Seluruh Kepala OPD?

Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, menegaskan kepala SKPD tidak cukup hanya menjalankan rutinitas birokrasi. Seluruh perangkat daerah harus memahami tujuan pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Menurutnya, setiap program yang disusun wajib lahir dari kebutuhan masyarakat sehingga anggaran yang digunakan benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan.

"Kepala SKPD harus memahami apa yang menjadi tujuan pemerintah daerah. Semua program harus lahir dari kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menjalankan rutinitas administrasi," tegas Mudyat Noor.

Pesan tersebut memperlihatkan perubahan orientasi birokrasi, dari yang hanya berfokus pada proses administrasi menjadi birokrasi yang berorientasi pada hasil.

Pendekatan seperti ini juga sejalan dengan prinsip reformasi birokrasi yang selama beberapa tahun terakhir terus didorong pemerintah pusat, yakni menghadirkan pelayanan publik yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Mengapa Keterbatasan APBD Tidak Boleh Menghambat Pembangunan?

Dalam arahannya, Mudyat Noor mengingatkan kemampuan fiskal daerah memang memiliki batas. Namun kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sebaliknya, keterbatasan anggaran justru harus mendorong setiap perangkat daerah melahirkan inovasi baru agar pembangunan tetap berjalan.

"Pemerintah harus membawa niat yang luhur untuk melayani masyarakat. Walaupun kemampuan fiskal daerah terbatas, kita tidak boleh berhenti mencari solusi demi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Pandangan tersebut memiliki alasan yang kuat. Pendanaan pembangunan daerah saat ini tidak hanya bersumber dari APBD, tetapi juga dapat berasal dari berbagai skema dukungan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui program strategis yang telah disiapkan.

Karena itu, kreativitas aparatur pemerintah menjadi faktor penting agar daerah mampu memperoleh peluang pendanaan yang tersedia.

Baca Juga: Jumlah Pemilih PPU Naik Jadi 145 Ribu, Generasi Z Jadi Penyumbang Terbesar

Bagaimana Strategi Jemput Bola yang Diminta Pemerintah Daerah?

Salah satu arahan yang paling ditekankan Bupati adalah mengubah pola kerja perangkat daerah dari menunggu menjadi aktif mencari peluang.

Seluruh OPD diminta memperkuat komunikasi dengan kementerian serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar berbagai program nasional maupun provinsi dapat masuk ke Kabupaten PPU.

Menurut Mudyat Noor, peluang tersebut akan terbuka apabila perangkat daerah mampu menyiapkan perencanaan yang matang disertai proposal yang berkualitas.

"Banyak peluang pendanaan yang bisa dimanfaatkan apabila daerah aktif membangun komunikasi dan menyiapkan proposal yang matang. Jangan hanya menunggu, tetapi kita harus menjemput peluang tersebut."

Strategi jemput bola tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik, memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD.

Selain mencari sumber pendanaan eksternal, setiap OPD juga didorong membangun sinergi lintas pemerintahan sehingga program daerah dapat selaras dengan prioritas pembangunan nasional maupun provinsi.

Mengapa Pesan Ini Selaras dengan Evaluasi Kinerja Pejabat Tahun 2025?

Arahan terbaru Mudyat Noor sebenarnya melanjutkan komitmen yang telah disampaikan pada pertengahan 2025 mengenai pembenahan birokrasi di Kabupaten PPU.

Saat itu, ia menyampaikan keinginannya agar birokrasi bergerak cepat, profesional, disiplin, dan mampu menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.

"Saya tidak butuh pejabat yang hanya duduk di belakang meja. Saya ingin ASN dan pejabat yang siap bekerja keras, punya inovasi, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat."

Sebagai tindak lanjut, seluruh pejabat struktural SKPD diwajibkan memenuhi target kerja yang terukur dalam waktu enam bulan sejak dilantik.

Evaluasi dilakukan terhadap kepala dinas, sekretaris, hingga pejabat eselon lainnya dengan mempertimbangkan capaian program, kedisiplinan, serta kontribusi terhadap percepatan pembangunan dan pelayanan publik.

Rotasi, mutasi, maupun promosi jabatan tetap melalui mekanisme yang berlaku, namun indikator utamanya adalah hasil kerja, etika, serta loyalitas terhadap pembangunan daerah.

Mudyat Noor juga menegaskan penyegaran jabatan bukan dimaksudkan sebagai hukuman, melainkan bagian dari upaya meningkatkan efektivitas birokrasi.

Lima Kriteria Aparatur yang Menjadi Prioritas

Untuk membangun birokrasi yang produktif, Pemerintah Kabupaten PPU menetapkan lima karakter utama yang diharapkan dimiliki pejabat dan aparatur.

1. Kompeten dan profesional
Menguasai bidang tugas, berintegritas, dan mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku.

2. Berorientasi pada kinerja
Siap menerima target kerja serta mampu menunjukkan hasil yang terukur.

3. Inovatif dan responsif
Mampu menghadirkan solusi dan melakukan terobosan sesuai kebutuhan masyarakat.

4. Disiplin dan taat aturan
Menjunjung etika birokrasi dalam setiap pelaksanaan tugas.

5. Komunikatif dan kolaboratif
Membangun kerja sama lintas sektor sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat.

Kelima prinsip tersebut menjadi fondasi agar birokrasi PPU berkembang sebagai organisasi pemerintahan yang tidak hanya menjalankan prosedur, tetapi juga mampu menghasilkan pelayanan publik yang semakin efektif.

Baca Juga: Rumah Layak Huni Jadi Kunci Lawan Stunting di PPU, Ini Standar yang Harus Dipenuhi

Poin Penting:

Insight Redaksi: PPU sedang mengarahkan birokrasi menuju pola kerja yang hasilnya benar-benar terasa oleh masyarakat. Fokusnya bukan sekadar menyerap anggaran, tetapi memastikan setiap program memberi manfaat nyata. Langkah mencari pendanaan di luar APBD juga membuka ruang percepatan pembangunan jika seluruh perangkat daerah mampu bergerak aktif. Kada cukup hanya bekerja sesuai rutinitas, inovasi pang yang akan menentukan seberapa cepat daerah berkembang, Ces.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak warga memahami arah pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten PPU.

Ikuti terus perkembangan pembangunan daerah dan berbagai kebijakan terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa arahan utama Bupati PPU kepada seluruh OPD?
Seluruh OPD diminta menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat dan mendukung visi pembangunan daerah.

2. Mengapa OPD diminta mencari pendanaan di luar APBD?
Karena terdapat peluang dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dapat mempercepat pembangunan.

3. Apa yang menjadi dasar evaluasi pejabat di lingkungan PPU?
Kinerja, capaian program, disiplin, etika kerja, inovasi, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah.

4. Apa tujuan strategi jemput bola yang disampaikan Bupati?
Agar PPU memperoleh lebih banyak dukungan program dan pendanaan melalui koordinasi aktif dengan pemerintah pusat maupun provinsi.

Sumber Informasi: Artikel ini mengacu pada informasi resmi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengenai penguatan kinerja OPD, arah pembangunan daerah, dan peningkatan kualitas birokrasi. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Organisasi Perangkat Daerah (OPD) #Mudyat Noor #Kabupaten Penajam Paser Utara