Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Rumah Layak Huni Jadi Kunci Lawan Stunting di PPU, Ini Standar yang Harus Dipenuhi

AdminBTV • Rabu, 8 Juli 2026 | 19:24 WIB
Perbaikan sanitasi dan rumah layak huni mendukung penanganan stunting melalui lingkungan sehat bagi keluarga di PPU. (BTV/AI)
Perbaikan sanitasi dan rumah layak huni mendukung penanganan stunting melalui lingkungan sehat bagi keluarga di PPU. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Standar rumah layak huni mendukung percepatan penanganan stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara

Ikhtisar: Program perbaikan rumah layak huni di Kabupaten PPU diarahkan untuk memperbaiki kualitas lingkungan tempat tinggal, memperkuat sanitasi, dan mendukung percepatan penanganan stunting melalui pemenuhan standar hunian.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Penyediaan rumah layak huni menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) karena dinilai berperan langsung dalam mendukung kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat penanganan stunting.

Masalah stunting ternyata bukan semata urusan makanan. Kondisi rumah ikut menentukan. Simak sampai akhir, pang banyak hal yang sering luput diperhatikan, Ces!

Baca Juga: Target PAD Rp8 Miliar Terancam, Aktivitas Batu Bara di Pelabuhan Buluminung Turun Drastis

Apa hubungan rumah layak huni dengan penanganan stunting?

Stunting selama ini identik dengan persoalan gizi. Namun, pemerintah juga menempatkan kualitas lingkungan tempat tinggal sebagai faktor penting yang memengaruhi tumbuh kembang anak.

Disperkimtan Kabupaten PPU menegaskan bahwa rumah yang memenuhi standar kelayakan huni mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat sehingga risiko penyakit infeksi pada anak dapat ditekan.

Anak yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk berisiko lebih sering mengalami gangguan kesehatan. Kondisi tersebut dapat menghambat penyerapan nutrisi meskipun kebutuhan pangan telah dipenuhi.

Karena itu, perbaikan rumah menjadi bagian dari strategi pembangunan kesehatan yang saling terhubung dengan berbagai program pemerintah dalam percepatan penurunan stunting.

Apa saja syarat sebuah rumah dinilai layak huni?

Disperkimtan PPU menggunakan sejumlah indikator teknis dalam menentukan apakah sebuah rumah masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau sudah memenuhi standar kelayakan.

Beberapa syarat utama yang menjadi acuan meliputi:

Seluruh komponen tersebut saling berkaitan. Rumah yang sempit, lembab, minim cahaya matahari, dan kekurangan ventilasi berpotensi menjadi tempat berkembangnya berbagai penyakit.

Selain kenyamanan, standar tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan tempat tinggal yang mendukung kesehatan keluarga dalam jangka panjang.

Baca Juga: Pemkab PPU Perketat Pengawasan Pertalite, Lonjakan Permintaan Diduga Dipicu Peralihan dari Pertamax

Mengapa sanitasi menjadi perhatian utama Disperkimtan PPU?

Kepala Bidang Perumahan Disperkimtan Kabupaten PPU, Khairil Ahmad, menjelaskan bahwa kualitas sanitasi menjadi salah satu faktor yang paling menentukan dalam menciptakan rumah sehat.

Rumah tanpa jamban sehat, saluran pembuangan yang memadai, maupun sumber air bersih berisiko meningkatkan paparan penyakit infeksi yang dapat memengaruhi pertumbuhan anak.

Karena itulah, program perbaikan RTLH di Kabupaten PPU tidak hanya memperbaiki bagian fisik bangunan, tetapi juga melengkapi fasilitas dasar penunjang kesehatan.

Fasilitas seperti septic tank, sumber air bersih, hingga ventilasi menjadi bagian penting dari proses peningkatan kualitas rumah.

Khairil Ahmad mengatakan:

"Terus juga kecukupan luas, nah itu termasuk kriteria-kriteria rumah layak huni. Nah, kalau rumah layak huni itu dia kan berdampak terhadap kesehatan juga, makanya terkait dengan stunting masuk juga dia. Nah, jadi kalau stunting itu kan terkait sanitasinya yang baik, terus penghawaan rumahnya, pencahayaan rumahnya, jadi dia harus memenuhi semua kriteria-kriteria standar teknis."

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penanganan stunting memerlukan pendekatan lintas sektor. Perbaikan gizi perlu berjalan bersamaan dengan peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, infeksi berulang akibat sanitasi yang kurang baik memang menjadi salah satu faktor yang dapat memperbesar risiko terjadinya stunting pada anak.

Bagaimana program perbaikan RTLH mendukung kualitas hidup masyarakat?

Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas permukiman.

Perbaikan yang dilakukan tidak berhenti pada penggantian bagian bangunan yang rusak. Pemerintah juga memastikan rumah memiliki unsur kesehatan dasar yang memenuhi standar teknis.

Dengan rumah yang sehat, keluarga memperoleh lingkungan yang lebih aman untuk beraktivitas setiap hari.

Dampaknya bukan hanya dirasakan anak-anak, tetapi juga seluruh anggota keluarga karena kualitas udara, kebersihan, dan sanitasi menjadi lebih baik.

Strategi tersebut juga selaras dengan arah pembangunan permukiman berkelanjutan yang mengutamakan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga: 12 Titik Jalan Nenang Mulai Diperbaiki, BBPJN Targetkan Pengaspalan Menyeluruh pada 2027

Tips sederhana menjaga rumah tetap sehat untuk keluarga

Selain dukungan program pemerintah, penghuni rumah juga memiliki peran menjaga kualitas lingkungan tempat tinggal.

1. Pastikan ventilasi rumah berfungsi agar pertukaran udara berlangsung baik.

2. Manfaatkan cahaya matahari masuk ke dalam rumah setiap hari.

3. Jaga kebersihan jamban dan saluran pembuangan secara rutin.

4. Gunakan sumber air bersih yang memenuhi syarat kesehatan.

5. Hindari penumpukan barang yang menghambat sirkulasi udara di dalam rumah.

Langkah sederhana tersebut membantu menjaga lingkungan tetap bersih sekaligus mendukung kesehatan seluruh anggota keluarga.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Penanganan stunting sering dipahami hanya melalui pemberian makanan bergizi. Padahal, fakta di PPU menunjukkan rumah sehat menjadi bagian penting yang kada bisa dipisahkan. Lingkungan tempat tinggal menentukan kualitas hidup keluarga setiap hari. Pendekatan lintas sektor seperti ini layak terus diperkuat agar hasilnya terasa sampai ke masyarakat. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami bahwa rumah sehat bukan sekadar tempat berteduh, tetapi investasi kesehatan keluarga, Ces.

FAQ

1. Apa syarat utama rumah layak huni menurut Disperkimtan PPU?
Memiliki luas minimal 7,2 meter persegi per penghuni, sanitasi baik, air bersih, ventilasi, pencahayaan cukup, dan struktur bangunan aman.

2. Mengapa rumah layak huni berkaitan dengan stunting?
Karena kondisi rumah yang sehat membantu mengurangi risiko penyakit infeksi yang dapat memengaruhi pertumbuhan anak.

3. Apa yang diperbaiki dalam program RTLH di PPU?
Selain bangunan, pemerintah juga meningkatkan fasilitas sanitasi, septic tank, ventilasi, dan akses air bersih.

4. Siapa yang menjelaskan standar rumah layak huni tersebut?
Kepala Bidang Perumahan Disperkimtan Kabupaten Penajam Paser Utara, Khairil Ahmad.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media YT:Balikpapantv_Official, dengan judul "Disperkimtan PPU Tegaskan Rumah Layak Huni Dukung Percepatan Penanganan Stunting", oleh penulis Amelia Rasdian. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Khairil Ahmad #Kabupaten Penajam Paser Utara #rumah layak huni