Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Pendidikan Karakter Jadi Sorotan DPRD PPU, Ishak: Roh Pancasila Harus Dihidupkan Lagi

AdminBTV • Rabu, 8 Juli 2026 | 09:30 WIB
Penguatan pendidikan karakter di Penajam Paser Utara menjadi langkah membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. (BTV/AI)
Penguatan pendidikan karakter di Penajam Paser Utara menjadi langkah membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Penguatan pendidikan karakter menjadi fokus pembangunan sumber daya manusia di Penajam Paser Utara

Ikhtisar: Pendidikan karakter dinilai harus berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas akademik agar lahir generasi berintegritas, beretika, dan siap menghadapi tantangan pembangunan daerah.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara menegaskan pendidikan karakter harus menjadi prioritas bersama peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penegasan ini disampaikan di PPU sebagai bagian dari perhatian terhadap masa depan generasi muda, terutama di tengah berbagai program pendidikan dan pembangunan daerah.

Bukan sekadar soal nilai rapor. Ada hal lain yang dinilai mulai memudar dan perlu dibangun kembali. Simak sampai akhir, Ces!

Baca Juga: Target PAD Rp8 Miliar Terancam, Aktivitas Batu Bara di Pelabuhan Buluminung Turun Drastis

Apa alasan DPRD PPU menempatkan pendidikan karakter sebagai prioritas?

Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik maupun program bantuan bagi peserta didik. DPRD PPU memandang pembentukan karakter memiliki posisi yang sama pentingnya agar hasil pendidikan melahirkan generasi yang berintegritas.

Di tengah pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk makan bergizi gratis, perhatian terhadap akhlak, etika, dan moral dinilai tidak boleh tersisih. Kedua aspek tersebut harus berkembang bersama sehingga siswa memiliki bekal pengetahuan sekaligus kepribadian yang kuat.

Pandangan itu juga dinilai relevan dengan perkembangan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai wilayah penyangga sekaligus bagian penting dalam kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kebutuhan akan sumber daya manusia berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik.

Karakter yang baik menjadi modal penting untuk menghadapi perubahan sosial, dunia kerja, hingga kehidupan bermasyarakat yang semakin dinamis.

Mengapa penyaluran bantuan pendidikan harus tepat sasaran?

Ishak mendorong bantuan pendidikan tepat sasaran serta penguatan pendidikan karakter berlandaskan nilai-nilai Pancasila di sekolah. (BTV/AI)
Ishak mendorong bantuan pendidikan tepat sasaran serta penguatan pendidikan karakter berlandaskan nilai-nilai Pancasila di sekolah. (BTV/AI)

Anggota DPRD Kabupaten PPU, Ishak, turut menyoroti efektivitas program bantuan pendidikan daerah, salah satunya Kartu Penajam Cerdas.

Menurutnya, bantuan pendidikan akan memberi manfaat maksimal apabila diprioritaskan kepada pelajar yang benar-benar berasal dari keluarga membutuhkan. Ketepatan sasaran juga dinilai mampu menghindari tumpang tindih penerima manfaat.

Pendekatan tersebut bukan hanya berkaitan dengan efisiensi anggaran daerah, tetapi juga mencerminkan prinsip keadilan dalam pelayanan publik.

Selain bantuan pendidikan, DPRD juga mendorong sekolah memperkuat pendidikan moral yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Nilai tersebut dipandang memiliki peran penting dalam membentuk disiplin, rasa tanggung jawab, toleransi, semangat kebangsaan, hingga sikap saling menghormati sejak usia sekolah.

Bagaimana DPRD melihat perubahan perilaku generasi muda?

Dalam pandangannya, Ishak menilai ada perubahan perilaku yang mulai terlihat pada sebagian generasi muda dibandingkan nilai-nilai yang dahulu diajarkan di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Ia mengatakan pembentukan karakter perlu mendapat perhatian khusus agar kebiasaan baik yang menjadi bagian budaya Indonesia dapat tumbuh kembali.

"Tinggal bagaimana sebenarnya pendidikan yang diperbaiki itu akhlak perilakunya, karakter. Pembentukan karakter lebih penting. Nah, kita lihatlah, mohon maaf ini hasil pendidikan hari ini, kalau dibilang 15 tahun terakhir ini, anak-anak itu sudah banyak yang meninggalkan adat ketimuran. Permisi gitu kan, ketemu guru membungkukkan badan, itu gak ketemu kita gitu. Jadi ini ada kesalahan gitu loh, jadi mesti dikembalikan."

Ishak, Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (Fraksi PDI Perjuangan)

Pernyataan tersebut menggambarkan kekhawatiran terhadap berkurangnya kebiasaan sederhana yang dahulu menjadi bagian dari pendidikan sopan santun di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Menurut DPRD, sekolah tetap memiliki ruang strategis untuk memperkuat kembali pembentukan karakter melalui proses pembelajaran sehari-hari.

Baca Juga: Pemkab PPU Perketat Pengawasan Pertalite, Lonjakan Permintaan Diduga Dipicu Peralihan dari Pertamax

Mengapa nilai Pancasila dinilai perlu diperkuat kembali?

Selain pendidikan karakter secara umum, Ishak juga menyoroti pentingnya menghadirkan kembali semangat Pendidikan Moral Pancasila dalam proses pendidikan.

Ia menilai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila semestinya tidak hanya dipahami sebagai materi pelajaran, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya enggak kepengin kita mundur dalam dunia pendidikan, tapi zaman saya dulu kan ada Pendidikan Moral Pancasila (PMP) tuh gitu. Di situ memang ditekankan bagaimana kita bermoral dan menjiwai Pancasila itu sendiri. Hari ini kita sudah mulai kehilangan kok dalam kehidupan sehari-hari itu roh Pancasila itu. Makanya kami dari Fraksi PDI Perjuangan selalu mendorong kegiatan-kegiatan itu, bagaimana masyarakat, anak-anak, generasi muda ini, Gen Z termasuk masih ada milenial, itu untuk masuk di penanaman Pancasila."

Ishak, Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (Fraksi PDI Perjuangan)

Pandangan tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, kreatif, mandiri, dan bertanggung jawab.

Dalam praktiknya, penguatan karakter juga menjadi bagian dari kebijakan pendidikan nasional melalui berbagai kegiatan pembelajaran, pembiasaan di sekolah, hingga kolaborasi bersama keluarga.

Apa harapan DPRD bagi generasi muda PPU menuju kawasan IKN?

Kabupaten Penajam Paser Utara kini menghadapi tantangan baru sebagai wilayah yang berkembang bersama pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Karena itu, DPRD berharap kualitas sumber daya manusia tidak hanya meningkat dari sisi kompetensi akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan semangat nasionalisme.

Generasi muda dinilai akan menjadi aktor penting dalam pembangunan daerah. Bekal karakter yang kuat diharapkan mampu membantu mereka menghadapi perubahan sosial, persaingan kerja, maupun perkembangan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan.

Penguatan pendidikan karakter pun dipandang bukan sekadar program sekolah, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

Baca Juga: 12 Titik Jalan Nenang Mulai Diperbaiki, BBPJN Targetkan Pengaspalan Menyeluruh pada 2027

Poin Penting:

Insight Redaksi: Pendidikan berkualitas kada cukup diukur dari angka akademik. PPU sedang menyiapkan generasi yang akan hidup berdampingan dengan perkembangan IKN sehingga karakter menjadi fondasi penting. Dorongan DPRD menunjukkan pembangunan manusia memerlukan keseimbangan antara kecerdasan dan integritas. Ini pang momentum memperkuat kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang memahami pentingnya pendidikan karakter, Ces. Ikuti terus perkembangan isu pendidikan dan pembangunan daerah hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa DPRD PPU menekankan pendidikan karakter?
Karena pembentukan akhlak, etika, dan moral dinilai harus berjalan bersama peningkatan kualitas akademik.

2. Apa yang disampaikan Ishak mengenai Kartu Penajam Cerdas?
Program tersebut didorong agar diprioritaskan kepada siswa dari keluarga yang benar-benar membutuhkan.

3. Nilai apa yang ingin diperkuat di sekolah?
DPRD mendorong penguatan pendidikan moral Pancasila untuk menanamkan disiplin, toleransi, nasionalisme, dan akhlak mulia.

4. Apa kaitan pendidikan karakter dengan IKN?
PPU membutuhkan sumber daya manusia yang cerdas sekaligus berintegritas untuk menghadapi perkembangan kawasan IKN.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media YT:Balikpapantv_Official, dengan judul "Pendidikan Karakter Jadi Sorotan DPRD PPU", oleh penulis Tim Balikpapan TV. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Ishak #Kabupaten Penajam Paser Utara #pendidikan karakter