Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Nestlé Tanam 60.000 Mangrove di Paser, Langkah Besar Jaga Pesisir Kalimantan Timur

AdminBTV • Rabu, 8 Juli 2026 | 09:52 WIB
Penanaman 60.000 pohon mangrove di Desa Modang, Kabupaten Paser, sebagai upaya memperkuat restorasi ekosistem pesisir.
Penanaman 60.000 pohon mangrove di Desa Modang, Kabupaten Paser, sebagai upaya memperkuat restorasi ekosistem pesisir.

 Baca: 6 menit

Topik: Restorasi ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove kolaboratif di Kabupaten Paser

Ikhtisar: Program penanaman 60.000 mangrove di Kabupaten Paser memperkuat perlindungan pesisir, mendukung penyerapan karbon, serta memperlihatkan pentingnya kolaborasi pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Nestlé Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Paser dan Yayasan Hutan Tropis menanam 60.000 pohon mangrove di Desa Modang, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Program yang berlangsung pada 2 Juli ini menjadi langkah memperkuat rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon.

Aksi ini bukan sekadar menanam bibit. Ada dampak jangka panjang yang menyentuh lingkungan hingga kehidupan masyarakat pesisir. Yuk simak mengapa program ini penting, Ces!

Baca Juga: Perda Pilkades Paser Dikejar Waktu, Desa Butuh Kepastian Sebelum Tahapan Dimulai

Apa dampak penanaman 60.000 mangrove bagi kawasan pesisir Paser?

Penanaman 60.000 mangrove dilakukan di lahan seluas sekitar 20 hektare. Kawasan tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya memperkuat fungsi ekosistem pesisir yang memiliki peran penting menghadapi ancaman abrasi dan perubahan iklim.

Mangrove dikenal sebagai benteng alami kawasan pantai. Akar-akar pohonnya mampu menahan gelombang, mengurangi pengikisan daratan, serta membantu menekan masuknya air laut ke wilayah daratan atau intrusi air laut.

Manfaatnya tidak berhenti di sana. Kawasan mangrove juga menjadi tempat hidup berbagai jenis ikan, kepiting, udang, burung, hingga beragam organisme pesisir yang menopang keseimbangan ekosistem.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan kawasan mangrove terluas di dunia. Berdasarkan berbagai kajian ilmiah, ekosistem mangrove memiliki kemampuan menyimpan karbon jauh lebih besar dibandingkan banyak ekosistem daratan, sehingga keberadaannya menjadi bagian penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Mengapa Nestlé Indonesia memilih program rehabilitasi mangrove?

Program di Kabupaten Paser merupakan implementasi pendekatan Creating Shared Value (CSV) yang dijalankan Nestlé Indonesia. Pendekatan ini menempatkan kolaborasi sebagai fondasi untuk menghasilkan manfaat bersama bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia, Fajar Dewantara, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan melalui pilar Good for Planet.

Menurut Fajar Dewantara, selama lebih dari lima dekade beroperasi di Indonesia, Nestlé terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Program ini juga menjadi bagian dari target global perusahaan menuju Net Zero Emissions 2050 dan Forest Positive. Melalui rehabilitasi mangrove, diharapkan kemampuan penyerapan karbon meningkat sehingga mendukung target penurunan emisi karbon nasional.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa upaya pelestarian lingkungan kini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia usaha yang memiliki pengaruh terhadap keberlanjutan sumber daya alam.

Baca Juga: Persiapan Fencer Paser Baru 50 Persen, Alat Latihan Jadi Kendala Serius

Bagaimana kolaborasi berbagai pihak mendukung keberhasilan rehabilitasi?

Keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam. Perawatan, pengawasan, hingga keterlibatan masyarakat menjadi faktor yang menentukan apakah pohon-pohon tersebut mampu tumbuh dalam jangka panjang.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Paser, Rudiansyah, mengapresiasi kontribusi Nestlé Indonesia dalam mendukung rehabilitasi mangrove di wilayahnya.

Menurut Rudiansyah, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat merupakan contoh sinergi yang mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Umum Yayasan Hutan Tropis, Dean Yulindra Affandi. Ia menilai rehabilitasi mangrove membutuhkan komitmen berkelanjutan karena proses pemulihan ekosistem berlangsung dalam waktu yang panjang.

Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Mangrove Kabupaten Paser, Abdul Azis, berharap seluruh bibit yang telah ditanam dapat tumbuh optimal sehingga memberi manfaat bagi generasi berikutnya.

Harapan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan rehabilitasi bukan hanya diukur saat penanaman berlangsung, melainkan ketika kawasan mangrove mampu berkembang menjadi ekosistem yang sehat.

Baca Juga: Daya Tampung SMA di PPU Jadi Sorotan, Bupati Minta Tak Ada Anak Gagal Sekolah

Mengapa mangrove penting bagi masa depan Kalimantan Timur?

Provinsi Kalimantan Timur memiliki garis pantai yang panjang serta kawasan pesisir yang menjadi ruang hidup masyarakat, nelayan, hingga berbagai aktivitas ekonomi.

Keberadaan hutan mangrove membantu menjaga produktivitas perairan karena menjadi lokasi berkembang biak berbagai biota laut yang bernilai ekonomi.

Selain itu, mangrove berfungsi sebagai penyaring alami yang membantu menjaga kualitas perairan pesisir serta mengurangi dampak cuaca ekstrem terhadap permukiman di sekitar pantai.

Dalam konteks perubahan iklim, rehabilitasi mangrove juga menjadi salah satu solusi berbasis alam yang banyak didorong pemerintah maupun berbagai lembaga internasional karena mampu memberikan manfaat ekologis sekaligus sosial.

Program di Kabupaten Paser memperlihatkan bahwa restorasi lingkungan dapat berjalan melalui kerja sama lintas sektor, bukan hanya mengandalkan satu pihak.

Tips mengenali manfaat mangrove bagi lingkungan pesisir

1. Perhatikan kondisi pantai. Kawasan dengan mangrove umumnya memiliki perlindungan alami terhadap abrasi.

2. Amati keberadaan satwa. Banyak ikan, burung, kepiting, dan organisme pesisir bergantung pada hutan mangrove.

3. Dukung kegiatan rehabilitasi. Partisipasi masyarakat membantu meningkatkan peluang bibit tumbuh hingga dewasa.

4. Jaga kawasan mangrove. Menghindari perusakan dan pembuangan sampah menjadi langkah sederhana yang berdampak besar.

Program di Kabupaten Paser melanjutkan berbagai aksi konservasi yang sebelumnya dilakukan Nestlé Indonesia. Sebelumnya perusahaan tersebut telah menanam 30.000 mangrove di Kabupaten Siak, Riau, serta 15.000 mangrove di Pantai Mangunharjo, Semarang.

Melalui kampanye #NyataBawaMakna, Nestlé Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dalam menjaga lingkungan sekaligus mendukung terciptanya masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Baca Juga: Sengketa Lahan Perumahan Korpri PPU Masuk Ombudsman, Warga Minta Kepastian Hak atas Tanah

Poin Penting:

Insight Redaksi: Rehabilitasi mangrove di Paser memperlihatkan bahwa investasi lingkungan kada hanya menghasilkan manfaat ekologis, tetapi juga memperkuat ketahanan kawasan pesisir yang menjadi ruang hidup masyarakat. Langkah seperti ini layak terus diperluas dengan pengawasan terhadap pertumbuhan bibit hingga bertahun-tahun. Menanam memang penting, merawat jauh menentukan hasilnya.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang memahami pentingnya menjaga pesisir, Ces. Selalu ikuti perkembangan kabar lingkungan dan pembangunan yang berdampak bagi daerah hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa jumlah mangrove yang ditanam di Kabupaten Paser?
Sebanyak 60.000 pohon mangrove ditanam di Desa Modang, Kecamatan Kuaro.

2. Siapa saja yang terlibat dalam program ini?
Nestlé Indonesia, Pemerintah Kabupaten Paser, Yayasan Hutan Tropis, serta masyarakat setempat.

3. Mengapa mangrove penting bagi pesisir?
Mangrove membantu mengurangi abrasi, menahan intrusi air laut, menjadi habitat satwa, dan menyerap karbon dalam jumlah besar.

4. Program ini mendukung target apa?
Program mendukung target global Nestlé menuju Net Zero Emissions 2050 dan Forest Positive.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Balpos.com, dengan judul "Nestlé Indonesia Tanam 60.000 Pohon Mangrove di Paser, Perkuat Restorasi Ekosistem Pesisir", oleh penulis Dolvie Lumintang, S.IK. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Nestlé Indonesia #Kabupaten Paser #penanaman mangrove