Durasi Baca: 6 Menit
Topik: Dampak Penurunan Aktivitas Pelabuhan Buluminung terhadap Pendapatan Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara
Ikhtisar: Pendapatan daerah dari Pelabuhan Buluminung turun akibat merosotnya aktivitas batu bara. Pemerintah daerah menyiapkan langkah pemulihan melalui peningkatan layanan dan diversifikasi komoditas.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dari Pelabuhan Benua Taka Buluminung mengalami penurunan signifikan pada 2026. Dinas Perhubungan PPU menyebut target retribusi Rp8 miliar sulit dicapai karena aktivitas bongkar muat batu bara turun tajam, sehingga penerimaan hingga triwulan kedua baru sekitar 40 persen.
Pelabuhan ini punya posisi penting bagi ekonomi daerah. Apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaimana strategi pemulihannya? Simak sampai selesai, Ces!
Baca Juga: Silaturahmi Muharram Satukan Masyarakat Madura dan Paser, Pesan Penting untuk Daerah Penyangga IKN
Apa yang Membuat Target PAD Pelabuhan Buluminung Sulit Tercapai?
Dinas Perhubungan Kabupaten PPU mengakui capaian pendapatan dari sektor kepelabuhanan jauh dari target yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Hingga memasuki triwulan kedua 2026, realisasi penerimaan baru berada di kisaran 40 persen dari target Rp8 miliar.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya perlambatan aktivitas ekonomi yang langsung berdampak pada pendapatan retribusi pelabuhan. Retribusi jasa sandar, jasa dermaga, hingga pelayanan kepelabuhanan merupakan sumber utama PAD dari Pelabuhan Buluminung.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten PPU, Andi Sundra, menjelaskan bahwa penyebab utamanya berasal dari penurunan aktivitas bongkar muat batu bara yang selama ini menjadi penyumbang terbesar pendapatan pelabuhan.
Dalam wawancara, ia mengatakan bahwa penurunan volume aktivitas batu bara sudah melampaui separuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
"Lebih 50 (persen). Ini saja sampai sekarang belum ada loading tebal."
Penurunan tersebut secara langsung mengurangi jumlah kapal yang bersandar maupun aktivitas jasa kepelabuhanan yang dikenai retribusi.
Mengapa Aktivitas Batu Bara Menurun?
Menurut Andi Sundra, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah mengenai Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan yang masih mengalami penundaan.
Akibatnya, aktivitas pengiriman batu bara dari sejumlah perusahaan belum berjalan seperti tahun sebelumnya. Dampaknya segera dirasakan oleh pengelola pelabuhan karena volume bongkar muat menjadi jauh berkurang.
Dalam penjelasannya, Andi Sundra menyampaikan:
"Itu tadi, pemerintah punya kebijakan pemerintah yang RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) itu masih ditunda, cerita itu. 8 miliar ini saja baru... ini sudah semester 1 ya ini ya Pak ya, pokoknya ketika batu bara sudah batu-batu, ya sudah batu-batu juga kita PAD-nya."
Pernyataan tersebut menggambarkan kuatnya ketergantungan penerimaan daerah terhadap aktivitas komoditas batu bara. Ketika sektor tersebut melambat, penerimaan daerah dari pelabuhan ikut mengalami tekanan.
Saat ditanya mengenai komoditas yang saat ini masih cukup aktif dilayani di pelabuhan, Andi Sundra menjawab singkat:
"CPO aja."
Artinya, minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kini menjadi salah satu komoditas yang masih menopang aktivitas Pelabuhan Buluminung di tengah menurunnya pengiriman batu bara.
Baca Juga: Perda Pilkades Paser Dikejar Waktu, Desa Butuh Kepastian Sebelum Tahapan Dimulai
Langkah Apa yang Disiapkan Dinas Perhubungan PPU?
Menghadapi situasi tersebut, Dinas Perhubungan PPU tidak hanya menunggu aktivitas batu bara kembali meningkat. Pemerintah daerah mulai menyiapkan sejumlah strategi agar sumber pendapatan pelabuhan menjadi lebih beragam.
Beberapa langkah yang disiapkan meliputi peningkatan kualitas pelayanan kepelabuhanan, menarik investor baru, serta memperluas jenis komoditas yang dilayani.
Diversifikasi menjadi salah satu fokus utama. Pelabuhan diharapkan tidak hanya bergantung pada batu bara, tetapi juga mampu melayani distribusi logistik, barang umum, maupun komoditas lain yang memiliki potensi berkembang.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pendapatan daerah apabila terjadi perubahan pasar komoditas tertentu di masa mendatang.
Selain meningkatkan penerimaan, pelayanan yang semakin baik juga diharapkan mampu menarik pelaku usaha memanfaatkan Pelabuhan Buluminung sebagai jalur distribusi.
Mengapa Pelabuhan Buluminung Masih Punya Peran Penting?
Meski tengah menghadapi tekanan pendapatan, Pelabuhan Buluminung masih memiliki nilai strategis bagi Kabupaten Penajam Paser Utara.
Lokasinya berada di kawasan yang menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga berpotensi menjadi pintu masuk logistik untuk mendukung pembangunan maupun aktivitas ekonomi kawasan sekitar.
Posisi tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam menarik investasi dan memperluas aktivitas pelabuhan pada masa mendatang.
Jika berbagai komoditas dapat dilayani secara lebih beragam, ketergantungan terhadap satu sektor dapat dikurangi sehingga sumber PAD menjadi lebih stabil.
Harapan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Pelabuhan Buluminung kembali sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Baca Juga: Persiapan Fencer Paser Baru 50 Persen, Alat Latihan Jadi Kendala Serius
Poin Penting:
- Pelabuhan Benua Taka Buluminung mengalami penurunan PAD pada 2026.
- Target retribusi Rp8 miliar dinilai sulit tercapai.
- Realisasi penerimaan hingga triwulan kedua baru sekitar 40 persen.
- Aktivitas bongkar muat batu bara turun lebih dari 50 persen dibanding 2025.
- Penundaan RKAB menjadi salah satu faktor yang memengaruhi aktivitas batu bara.
- Dinas Perhubungan PPU menyiapkan peningkatan layanan, investasi, dan diversifikasi komoditas.
Insight Redaksi: Posisi Pelabuhan Buluminung sebagai penyangga IKN masih menyimpan peluang besar. Tantangannya kini bukan semata mengejar target PAD, melainkan memperluas basis usaha agar pendapatan daerah kada bergantung pada satu komoditas saja. Diversifikasi logistik menjadi langkah yang realistis jika didukung pelayanan yang kompetitif. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami dinamika ekonomi daerah, Ces. Selalu ikuti perkembangan informasi yang relevan bersama Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Berapa target PAD Pelabuhan Buluminung pada 2026?
Target retribusi yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten PPU mencapai Rp8 miliar.
2. Berapa realisasi pendapatan hingga triwulan kedua 2026?
Realisasi penerimaan baru mencapai sekitar 40 persen dari target.
3. Apa penyebab utama turunnya PAD pelabuhan?
Penurunan aktivitas bongkar muat batu bara yang mencapai lebih dari 50 persen dibanding periode sama tahun 2025.
4. Komoditas apa yang masih aktif dilayani di pelabuhan?
Menurut Andi Sundra, komoditas yang masih banyak dilayani adalah CPO.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media YouTube, dengan judul "Pendapatan Pelabuhan Buluminung Turun Akibat Aktivitas Batu Bara Menurun", oleh penulis Balikpapan TV. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id. YT: Balikpapantv_Official