Durasi Baca: 4 Menit
Topik: Pelestarian budaya Paser melalui lomba sumpit antarwilayah dalam peringatan Hari Bhayangkara
Ikhtisar: Kegiatan lomba sumpit di Long Ikis menjadi bagian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 sekaligus memperkuat pelestarian budaya Paser, silaturahmi, dan kolaborasi lintas unsur masyarakat.
Balikpapan TV - Hai Ces! Polsek Long Ikis menggelar Lomba Sumpit Paser Antar-Desa sebagai bagian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 dengan melibatkan puluhan peserta dari seluruh wilayah Kecamatan Long Ikis.
Budaya lokal tetap hidup jika terus dipraktikkan, bukan sekadar dikenang. Simak cerita lengkapnya, siapa tahu ikam makin bangga dengan tradisi daerah sendiri, Ces!
Baca Juga: Mengapa Penajam Paser Utara Meluncurkan Desa Cantik 2026? Ini Strategi Akurasi Data Penyangga IKN.
Apa tujuan Lomba Sumpit Paser yang digelar Polsek Long Ikis?
Lomba ini bukan hanya menghadirkan persaingan olahraga tradisional. Kegiatan tersebut dirancang sebagai upaya mempertahankan budaya Paser agar tetap dikenal oleh masyarakat lintas generasi.
Kompetisi berlangsung di Halaman Mako Polsek Long Ikis, Jalan Provinsi Km 85, Kecamatan Long Ikis, Sabtu (27/6), sebagai salah satu rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80.
Kapolsek Long Ikis Iptu Slamet Hafidin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata pelestarian budaya sekaligus ruang mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Siapa saja yang ikut dalam kompetisi sumpit antar-desa ini?
Partisipasi masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan tersebut. Sebanyak 72 peserta ikut ambil bagian mewakili 25 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Long Ikis.
Keikutsertaan peserta dari berbagai wilayah membuat lomba tidak hanya berfokus pada hasil pertandingan, tetapi juga menjadi ajang pertemuan antarmasyarakat yang jarang berlangsung dalam suasana santai.
Melalui kegiatan itu, hubungan antara TNI, Polri, pemerintah desa, perusahaan, dan warga diharapkan semakin erat.
Mengapa pelestarian budaya menjadi fokus dalam kegiatan ini?
Polsek Long Ikis menempatkan budaya sebagai bagian penting dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Lomba sumpit dipilih karena merupakan olahraga tradisional yang lekat dengan identitas masyarakat Paser.
Iptu Slamet Hafidin mengatakan, "Polsek Long Ikis menginisiasi Lomba Sumpit Paser sebagai upaya nyata melestarikan budaya Paser, sekaligus membentengi generasi muda dari pengaruh negatif. Mari kita usung jargon ‘Lestarikan Budaya, Raih Hadiahnya’ dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas."
Pesan tersebut menegaskan bahwa pelestarian budaya berjalan berdampingan dengan pembinaan karakter melalui semangat sportivitas.
Baca Juga: Rahasia Inovasi Layanan Digital Puskesmas Petung Hingga Masuk Finalis Utama BPJS Kesehatan Nasional.
Apa saja agenda lain dalam rangkaian HUT Bhayangkara ke-80 di Long Ikis?
Lomba sumpit menjadi pembuka dari sejumlah kegiatan yang telah disiapkan Polsek Long Ikis selama peringatan HUT Bhayangkara ke-80.
Agenda berikutnya meliputi:
- Lomba Domino pada Sabtu malam.
- Launching Rest Area Posma Dipasana pada Senin (29/6).
- Bakti sosial.
- Khitanan massal.
- Donor darah.
- Santunan bagi anak yatim dan janda.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan Hari Bhayangkara juga diisi dengan aktivitas sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung.
Mengapa kegiatan seperti ini memiliki arti bagi masyarakat Long Ikis?
Lomba olahraga tradisional memberi ruang bagi budaya untuk tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat terlibat langsung, tradisi memiliki peluang lebih besar untuk terus diwariskan.
Di sisi lain, kegiatan bersama seperti ini juga memperkuat komunikasi antarwarga, pemerintah desa, aparat keamanan, hingga unsur perusahaan dalam suasana yang lebih akrab.
Baca Juga: DPRD Paser Bahas APBD 2025, Fahmi Ungkap Dampak WTP ke-13 bagi Daerah
Poin Penting:
- Polsek Long Ikis menggelar Lomba Sumpit Paser Antar-Desa dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80.
- Kompetisi diikuti sekitar 72 peserta dari 25 desa dan 1 kelurahan.
- Kegiatan bertujuan melestarikan budaya Paser sekaligus mempererat silaturahmi.
- Lomba berlangsung di Halaman Mako Polsek Long Ikis, Kecamatan Long Ikis.
- Rangkaian HUT Bhayangkara juga mencakup lomba domino, bakti sosial, donor darah, khitanan massal, dan santunan.
Insight redaksi: Pelestarian budaya sering dianggap cukup melalui seremoni, padahal praktik langsung justru memberi dampak yang terasa. Lomba sumpit di Long Ikis memperlihatkan pendekatan berbeda karena tradisi ditempatkan sebagai aktivitas bersama, bukan sekadar simbol. Dari sudut pandang Balikpapan TV, kolaborasi antara aparat, desa, perusahaan, dan masyarakat menjadi nilai penting yang layak dipertahankan. Cara seperti ini terasa membumi. Patut terus dijaga. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang mengenal budaya Paser dari kegiatan nyata.
Ikuti terus perkembangan budaya, kegiatan masyarakat, dan kabar menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Kapan Lomba Sumpit Paser Antar-Desa digelar?
Sabtu, 27 Juni, di Halaman Mako Polsek Long Ikis.
2. Berapa jumlah peserta lomba sumpit?
Sekitar 72 peserta dari 25 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Long Ikis.
3. Apa tujuan utama lomba sumpit ini?
Melestarikan budaya Paser, mempererat silaturahmi, dan membangun sportivitas.
4. Siapa penggagas kegiatan tersebut?
Kapolsek Long Ikis, Iptu Slamet Hafidin.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Pertahankan Permainan Tradisional, Polsek Long Ikis Gelar Lomba Sumpit Paser Antar-Desa", oleh penulis Muhammad Najib. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.