Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Bosda Sering Jadi Temuan, Paser Kuliahkan 160 Tenaga Keuangan Sekolah Gratis

AdminBTV • Rabu, 24 Juni 2026 | 15:17 WIB
Program kuliah gratis bagi 160 tenaga kependidikan Paser untuk memperkuat administrasi keuangan sekolah.
Program kuliah gratis bagi 160 tenaga kependidikan Paser untuk memperkuat administrasi keuangan sekolah.

Durasi Baca: 4 Menit

Topik: Program kuliah gratis tingkatkan kompetensi administrasi keuangan sekolah Paser

Ikhtisar: Pemerintah Kabupaten Paser mengirim 160 tenaga kependidikan mengikuti kuliah gratis guna memperkuat pengelolaan administrasi keuangan sekolah dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kabupaten Paser mengambil langkah berbeda untuk mengurangi temuan administrasi keuangan sekolah dengan menguliahkan 160 tenaga kependidikan secara gratis melalui program pendidikan khusus selama dua tahun.

Masalah administrasi sekolah sering dianggap urusan belakang layar. Padahal dampaknya langsung terasa pada pengelolaan dana pendidikan. Simak fakta dan alasan di balik kebijakan ini, Ces!

Baca Juga: Permudah Kelompok Rentan Memperoleh Dokumen Kependudukan Lewat Layanan Perekaman KTP Langsung ke Desa.

Mengapa administrasi Bosda masih sering menjadi temuan?

Temuan administrasi keuangan dalam penyaluran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) ternyata masih menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser.

Kepala Disdikbud Paser, M Yunus Syam, menjelaskan bahwa persoalan yang berulang setiap tahun banyak berkaitan dengan kemampuan administrasi keuangan di tingkat sekolah.

Menurutnya, masih banyak tenaga administrasi sekolah yang belum memiliki latar belakang pendidikan tinggi, khususnya pada bidang Akuntansi dan Manajemen.

Kondisi tersebut membuat proses pencatatan, pelaporan, hingga pengelolaan administrasi keuangan berpotensi menghadapi kendala saat pemeriksaan dilakukan.

Apa langkah yang diambil Pemkab Paser untuk mengatasinya?

Solusi yang dipilih bukan sekadar pelatihan singkat. Pemkab Paser justru memutuskan memberikan kesempatan kuliah gratis kepada tenaga kependidikan sekolah.

Pada tahun 2026, sebanyak 160 tenaga kependidikan akan mengikuti program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Program tersebut dilaksanakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda.

Mereka akan menempuh pendidikan selama dua tahun pada program studi Manajemen dan Akuntansi.

M Yunus Syam berharap langkah ini dapat membantu mengurangi persoalan administrasi keuangan yang selama ini rutin muncul setiap tahun.

“Semoga dengan dikuliahkan mereka selama dua tahun ini oleh daerah, bisa membantu mengurangi permasalahan administrasi keuangan yang rutin tiap tahun,” kata Yunus Syam.

Baca Juga: PEMKAB PPU Bagikan Bibit Cabai? Ini Cara Pemda Jaga Inflasi 2,3 Persen.

Mengapa program ini dinilai penting bagi daerah?

Manfaat program ini tidak hanya dirasakan sekolah.

Sekretaris DPRD Paser, M. Iskandar Zulkarnain, menyebut dukungan DPRD diberikan karena program tersebut memiliki dampak yang lebih luas.

Selain membantu memperbaiki tata kelola administrasi keuangan sekolah, peningkatan pendidikan tenaga kependidikan juga berpotensi mendorong kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Paser.

Artinya, investasi yang dilakukan daerah bukan hanya untuk menyelesaikan persoalan administratif, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Apa yang membuat program RPL di Paser menarik perhatian?

Paser sebelumnya sudah menjalankan program serupa untuk guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Program tersebut bahkan disebut mencatatkan sejarah karena menjadi inisiatif pertama di Indonesia yang memberikan skema RPL bagi guru PAUD hingga menempuh pendidikan sarjana.

Menurut M. Iskandar Zulkarnain, angkatan pertama guru PAUD yang mengikuti kuliah gratis sudah memasuki tahap kelulusan pada tahun ini.

Program itu juga disebut berjalan lebih awal dibandingkan rencana program serupa yang akan digagas Kementerian Pendidikan pada tahun berikutnya.

Bagaimana dampaknya bagi sekolah ke depan?

Peningkatan kompetensi tenaga kependidikan menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat pengelolaan sekolah.

Tenaga administrasi yang memahami manajemen dan akuntansi memiliki peluang lebih besar untuk menyusun laporan keuangan yang tertata dan sesuai ketentuan.

Langkah ini juga menunjukkan bahwa penyelesaian masalah administrasi tidak selalu dilakukan melalui pengawasan tambahan, tetapi bisa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Di sisi lain, sekolah memperoleh manfaat berupa tenaga administrasi yang memiliki bekal pendidikan formal sesuai kebutuhan pekerjaan mereka sehari-hari.

Baca Juga: Aransemen Reggae Antar Sekolah, SMA 2 Tanah Grogot Wakili Kaltim ke Nasional

Poin Penting:

Insight redaksi: Langkah Pemkab Paser menarik karena fokusnya bukan hanya memperbaiki dokumen administrasi, melainkan memperkuat orang yang mengelolanya. Banyak daerah biasanya berkutat pada evaluasi dan pemeriksaan, sementara Paser memilih meningkatkan kompetensi tenaga pendukung sekolah. Ini pendekatan yang cukup berbeda. Jika kualitas administrasi memang menjadi sumber persoalan tahunan, maka investasi pendidikan dapat menjadi solusi yang menyentuh akar masalah. Patut dikawal hasilnya, Ces. Dampaknya bisa menjadi referensi bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang memahami bagaimana peningkatan kualitas SDM dapat membantu memperkuat pengelolaan pendidikan daerah.

Penasaran dengan langkah-langkah menarik yang sedang dilakukan daerah di Kalimantan Timur? Ikuti terus perkembangan terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa jumlah tenaga kependidikan yang mendapat program kuliah gratis?
Sebanyak 160 tenaga kependidikan sekolah.

2. Program studi apa yang ditempuh peserta?
Manajemen dan Akuntansi.

3. Di mana program kuliah tersebut dilaksanakan?
Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda.

4. Berapa lama masa pendidikan program ini?
Dua tahun.

5. Apa tujuan utama program tersebut?
Mengurangi persoalan administrasi keuangan sekolah yang rutin ditemukan setiap tahun.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Bosda Kerap Jadi Temuan, Pemkab Paser Ambil Langkah Berani Kuliahkan 160 Tenaga Keuangan Sekolah Gratis!", oleh penulis Muhammad Najib. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#M Yunus Syam #Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) #Kabupaten Paser