Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Peristiwa Tragis Buruh Sawit Paser Tewas, Ramadhani Diduga Diserang Buaya di Pinggir Sungai

Arya Kusuma • Senin, 18 Mei 2026 | 12:24 WIB
Lokasi tempat buaya menyerang Ramadhani hingga korban meninggal dunia
Lokasi tempat buaya menyerang Ramadhani hingga korban meninggal dunia

Topik: Buruh Sawit di Paser Meninggal Diduga Diterkam Buaya Saat Bersih Diri
Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Seorang buruh panen sawit di Kecamatan Batu Engau, Paser, ditemukan meninggal dunia usai diduga diserang buaya di area kebun perusahaan. Korban mengalami luka gigitan pada kaki dan diduga kehabisan darah sebelum sempat mendapat pertolongan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Seorang pekerja kebun kelapa sawit bernama Ramadhani (33) ditemukan meninggal dunia di area Kebun Blok P14 PT Sinar Alam Niaga Raya, Desa Langgai, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Sabtu (16/5/2026) malam. Korban diduga diterkam buaya saat berada di pinggir sungai kecil di kawasan perkebunan.

Peristiwa ini langsung menyita perhatian warga sekitar dan pekerja kebun lainnya. Apalagi lokasi kejadian memang berada dekat aliran air kecil yang kerap dipakai pekerja untuk membersihkan badan setelah beraktivitas. Simak terus sampai habis, karena ada detail kejadian yang bikin suasana makin terasa pilu, Ces!

Apa yang terjadi di Kebun Blok P14 Batu Engau?

Ramadhani ditemukan dalam kondisi tergeletak di tepi sungai kecil sekitar pukul 18.30 Wita. Korban mengalami luka gigitan pada kaki kanan yang diduga akibat serangan buaya. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan kada sadarkan diri.

Kapolsek Batu Engau AKP Hadi Purwanto menjelaskan korban merupakan warga Desa Kerang Dayo, Kecamatan Batu Engau. “Korban ditemukan tergeletak di pinggir sungai atau parit kecil dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan luka gigitan pada kaki kanan yang diduga akibat serangan buaya,” ujar Hadi Purwanto, Minggu (17/5/2026).

Baca Juga: Air Bersih untuk Wilayah Pesisir PPU Mulai Digarap Lewat Kerja Sama Swasta

Kenapa rekan kerja korban mulai curiga?

Dua rekan kerja Ramadhani mulai merasa ada yang kada beres ketika korban belum kembali ke barak hingga malam hari. Biasanya para pekerja sudah kembali setelah aktivitas kebun selesai, apalagi menjelang gelap.

Karena rasa khawatir makin besar, keduanya memutuskan mencari korban ke area perkebunan tempat mereka bekerja. Dari situlah Ramadhani akhirnya ditemukan di dekat aliran air kecil dengan kondisi mengenaskan. Situasi malam di area kebun yang sepi membuat suasana pencarian terasa tegang pang, Ces.

Bagaimana dugaan serangan buaya itu terjadi?

Berdasarkan hasil pemeriksaan TKP dan keterangan saksi, korban diduga diserang saat membersihkan badan di pinggir sungai usai makan siang. Area tersebut berada dekat parit kecil yang terhubung dengan aliran air di sekitar perkebunan.

Luka gigitan di kaki kanan korban diduga menyebabkan pendarahan cukup parah. Nyawa Ramadhani kada tertolong karena kehilangan banyak darah sebelum bantuan datang. Di kawasan perkebunan yang dekat sumber air, risiko kemunculan satwa liar memang jadi perhatian tersendiri bagi pekerja lapangan.

Baca Juga: Pelabuhan Benuo Taka PPU Disorot DPRD, PAD Dinilai Masih Jauh dari Potensi Asli.

Apa langkah yang dilakukan polisi setelah menerima laporan?

Personel Polsek Batu Engau langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari pihak kebun dan rekan kerja korban. Proses evakuasi dilakukan untuk membawa Ramadhani ke barak tempat tinggalnya.

Namun setelah dilakukan pengecekan, korban dinyatakan meninggal dunia. Pihak keluarga menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak dilakukan visum. Keputusan tersebut kemudian dihormati aparat kepolisian dan pihak terkait.

Di mana Ramadhani dimakamkan?

Jenazah Ramadhani dimakamkan pada Minggu (17/5/2026) di Tempat Pemakaman Umum Desa Bai Jaya, Kecamatan Batu Engau. Prosesi pemakaman berlangsung setelah keluarga membawa korban dari lokasi kebun.

Kabar duka ini cepat menyebar di kalangan warga dan pekerja sawit di sekitar Batu Engau. Banyak yang ikut merasa kehilangan karena korban dikenal sebagai pekerja kebun yang sehari-hari menjalani aktivitas seperti buruh lainnya di wilayah tersebut. Kadada yang menyangka kejadian tragis seperti ini datang begitu cepat, Ces.

Poin Penting:

Baca Juga: Peredaran Sabu di Paser Kembali Terbongkar, Tersangka Diamankan Bersama Puluhan Barang Bukti

Insight: Peristiwa ini menunjukkan aktivitas pekerja kebun di area dekat aliran air masih punya risiko tinggi yang kadang luput dibahas. Fokus sering tertuju pada hasil panen dan pekerjaan lapangan, padahal ancaman satwa liar nyata ada di sekitar mereka. Di kawasan perkebunan yang berbatasan dengan habitat alami, kewaspadaan kecil bisa jadi pembeda antara selamat atau celaka. Bubuhan pekerja lapangan paling paham kondisi begituan pang. Karena itu, perhatian terhadap area rawan di sekitar kebun kada boleh dianggap sepele.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham situasi pekerja lapangan di area perkebunan dekat habitat satwa liar.

Ikuti terus kabar terbaru dan cerita lapangan paling dekat dengan warga cuma di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

  1. Siapa korban dalam peristiwa ini?
    Korban bernama Ramadhani (33), seorang buruh panen kelapa sawit asal Desa Kerang Dayo.
  2. Di mana lokasi kejadian terjadi?
    Kejadian berlangsung di Kebun Blok P14 PT Sinar Alam Niaga Raya, Desa Langgai, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser.
  3. Kapan korban ditemukan?
    Korban ditemukan pada Sabtu, 16 Mei 2026 sekitar pukul 18.30 Wita.
  4. Apa penyebab korban meninggal dunia?
    Korban diduga meninggal akibat kehabisan darah setelah mengalami luka gigitan yang diduga berasal dari serangan buaya.
  5. Apakah korban sempat dibawa ke rumah sakit?
    Korban dievakuasi ke barak tempat tinggalnya, namun nyawanya tidak tertolong.
my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Ramadhani #Kecamatan Batu Engau #buaya di area kebun sawit #diserang buaya